361. The MAP: Rahasia Belanda Menjelajah Waktu, Mempertahankan Diri

Penulis : LATIFATUL KHOIRIYAH
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Nederland adalah salah satu nama yang diberikan kepada Belanda, sebuah negara yang berada di Eropa bagian barat. Nederland merupakan bahasa Belanda yang mengandung arti “negeri-negeri berdaratan rendah”. Sejarah panjang negara ini dimulai sejak jaman pemerintahan Karel V, seorang Kaisar Romawi. Belanda merdeka pada tahun 1568 dan menjadi Republiek der Zeven Provinciën (Republik Tujuh Provinsi) pada tahun 1648. Pada tahun tersebut, Belanda memulai ekspansinya ke Asia untuk mencari rempah-rempah. Di Indonesia, negara ini dikenal sebagai salah satu kolonialis yang menjajah Nusantara dengan durasi waktu paling lama, yaitu 350 tahun. Selama masa penjajahan tersebut, Belanda menjadi salah satu pioner dalam penemuan dan penggambaran bentuk Kepulauan Nusantara secara utuh. Akhir abad ke-17 merupakan tahun-tahun awal keberhasilan Belanda menggambarkan Kepulauan Nusantara. Keberhasilan Belanda tersebut ditandai dengan dibuatnya Peta Danckerts karya para pembuat peta VOC yang dinilai lebih rinci dalam menggambarkan Kepulauan Nusantara dibandingkan dengan Peta Nusantara buatan Portugis. Peta Danckerts ini kemudian menjadi standar bagi pembuatan peta oleh negara-negara kolonialis lain. Tidak hanya berhenti pada satu keberhasilan saja, Belanda kemudian meluncurkan salah satu karya besar yaitu Atlas van Tropisch Nederland pada tahun 1938 yang merupakan buatan Topografische Dients (Dinas Topografi) kala itu. Atlas van Tropisch Nederland inilah yang kemudian menjadi dasar pembuatan atlas sekolah yang dipergunakan saat ini.

image002
Gambar 1. Peta Indonesia Tahun 1893
Sumber: http://peta-kota.blogspot.com/2011/06/sejarah-peta-di-indonesia.html

Sejak dahulu, Belanda memahami bahwa pengetahuan terkait topografi wilayah serta seluk beluk keruangan merupakan salah satu modal utama bagi penguasaan dan pembangunan suatu negara. Tanah yang rendah, serta penduduk yang cukup banyak membuat Belanda harus berfikir keras untuk mempertahankan keberlangsungan pembangunan negara. Oleh karena itu, tidak heran jika Belanda masih sangat concern terhadap penggambaran bentuk rupa bumi hingga hari ini. Salah satu inovasi terbaru Belanda yang diluncurkan oleh CitySDK baru-baru ini adalah The Waag Society Map. CitySDK adalah sebuah pengembang layanan untuk aplikasi antarmuka kota milik Waag Society. Secara khusus, The Waag Society Map dikembangkan langsung oleh Bert Spaan, seorang pengembang peta interaktif asal Amsterdam. The Waag Society Map merupakan peta interaktif yang menampilkan umur dari 9.8 juta bangunan yang saat ini berdiri kokoh di Belanda. The Waag Society Map mempergunakan basis data dari BAG, sebuah Badan Registrasi dan Pemetaan Nasional Belanda yang berada di bawah Kadaster, badan publik non-departemen di bawah tanggung jawab Menteri Infrastruktur dan Lingkungan. Keseriusan Belanda mengembangkan ilmu keruangan dalam pembangunan negara tidak hanya dilihat dari inovasi-inovasi peta yang telah dibuat, namun juga dapat dilihat dari tersistemnya database kota yang dikelola langsung oleh BAG. Sistem One Database merupakan sistem yang dikembangkan di Belanda saat ini untuk melakukan registrasi bangunan serta lahan dan mengontrol pengembangan tata ruang secara berkelanjutan.

image004
Gambar 2. Logo Kadaster
Sumber: www.kadaster.nl

image006
Gambar 3. Logo Waag Society
Sumber: https://twitter.com/waag

image008
Gambar 4. The Waag Society Map (Bagian Amsterdam)
Sumber: http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/lifestyle/news/interactive-map-shows-age-dutch-buildings-netherlands

Melalui The Waag Society Map, kita dapat melihat pertumbuhan Belanda dari waktu ke waktu dilihat dari pembangunan fisiknya. The Waag Society Map juga dapat dipergunakan untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan negara sehingga pemantauan pembangunan negara dapat dilakukan secara lebih mudah dan terperinci. Pembatasan bangunan dan penataan ruang juga dapat dilakukan dengan melakukan monitoring yang ketat terkait registrasi bangunan dan lahan. Tidak hanya berhenti di situ saja, melalui The Waag Society Map, Belanda menyajikan unsur sejarah dan sensasi time travelling di dalamnya. Umur bangunan yang diperlihatkan dengan perbedaan warna yang mencolok menunjukkan letak dan umur bangunan-bangunan tua dan bersejarah yang dapat dimunculkan sebagai objek wisata yang menarik. Informasi tambahan berupa nama jalan dan fungsi bangunan juga dapat membuat siapapun yang mempergunakan peta ini merasa sedang diajak berjalan-jalan dan melihat pertumbuhan Belanda serta kebesaran proyek pembangunannya dari masa ke masa. Penggunaan The Waag Sociaty Map yang dipadukan dengan kemampuan meningkatkan akurasi hingga tingkat kota membuat kita menjadi penjelajah waktu, mengenal Belanda dengan cara yang mudah, unik dan menarik. Melalui sebuah peta, Belanda menjadi penjelajah waktu yang ulung. Belanda tidak pernah meinggalkan masa lalu, terbukti dengan dijaganya bangunan-bangunan tua di negara ini. Belanda juga tidak pernah mengingkari masa depan, terlihat dari bagaimana negara ini mempersiapkan diri demi menghadapi pembangunan global. They remember the history and caring about their future.

Referensi:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Peta_topografi
2. https://cerminsejarah.wordpress.com/2009/11/17/sejarah-negeri-belanda/
3. http://geodeticman.blogspot.com/
4. http://peta-kota.blogspot.com/2011/06/sejarah-peta-di-indonesia.html
5. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/lifestyle/news/interactive-map-shows-age-dutch-buildings-netherlands
6. http://code.waag.org/buildings/#52.3674,4.915,11
7. https://www.kadaster.nl/web/home.htm