362. Kecantikan Bawah Laut Itu Bernama Amsterdam

Penulis : LATIFATUL KHOIRIYAH
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Berbicara tentang Belanda, siapa yang tak akan teringat pada Amsterdam? Sebuah kota pusat pemerintahan, pelabuhan tersibuk pada abad 17, kota seni dan budaya. Keindahan Amsterdam yang termasyur akan dengan mudah mengundang orang untuk bertandang. Namun Amsterdam tak hanya tentang itu. Sejarah lahirnya Amsterdam terekam jelas dalam namanya. Amsterdam diambil dari nama sebuah bendungan di sungai Amstel, yaitu Amstelredamme. Sejak dahulu, wilayah Amsterdam merupakan wilayah muara yang merupakan wilayah basah dan tergenang air laut. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kurangnya lahan untuk hidup di abad ke 17 membuat pemerintah Belanda membentuk daratan baru. Daratan hasil bentukan inilah yang menjadi cikal bakal kota-kota bawah laut Belanda nan eksotik.

image002
Gambar 1. Peta Amsterdam
Sumber: https://unalux.wordpress.com/2014/02/13/negeri-di-bawah-laut-1/

Amsterdam merupakan salah satu dari tiga kota yang menjadi saksi kehebatan Nederlander dalam membendung lautan. Kota ini merupakan kota yang diciptakan dari daratan rendah tergenang air. Secara geografis, Amsterdam terletak 4 meter di bawah permukaan laut. Setelah berpuluh-puluh tahun pembangunan, daratan rendah itu menjelma menjadi kota yang cantik. Bersama dengan dua kota bertanah rendah lainnya (Rotterdam dan Nieuwerkerk aan den Ijssel), Amsterdam terus mengalami damisasi hingga saat ini. Hal ini menjadi upaya Belanda untuk terus meningkatkan standar keamaan kota bawah laut. Belanda menyadari bahwa perubahan iklim yang terus terjadi merupakan ancaman serius. Tidak hanya dam saja, salah satu sistem pengamanan kota yang dikembangkan Belanda sejak abad 17 adalah pembuatan kanal-kanal di seluruh bagian Amsterdam. Kanal-kanal inilah yang menjadi penyokong utama sistem tata kelola air di Amsterdam. Herengracht, Keizergracht dan Prinsengracht yang terletak di tengah kota merupakan tiga kanal utama pembentuk sistem tata kelola air Kota Amsterdam di masa-masa awal pembentukannya. Ketiga kanal utama ini berbentuk setengah lingkaran dan memberikan ciri khas Kota Amsterdam hingga saat ini.

image004
Gambar 2. Kanal Utama Amsterdam
Sumber: http://de.wikipedia.org/wiki/Kan%C3%A4le_in_Amsterdam

Pembangunan kanal di Amsterdam terus mengalami perkembangan. Kanal-kanal Amsterdam tidak hanya difungsikan sebagai sistem tata kelola air untuk mencegah banjir dalam kota, namun juga sebagai salah satu sistem pertahanan kota dari serangan musuh. Kemampuan kanal-kanal Amsterdam untuk menghalau musuh terbukti dengan dilumpuhkannya tentara NAZI Jerman pada tahun 1940. Para Nederlander atas perintah Ratu Wilhelmina meninggalkan kota dan melakukan pembobolan kanal-kanal dengan sengaja. Pembobolan kanal-kanal utama ini menimbulkan banjir hebat yang melanda Amsterdam selama beberapa hari. Banjir besar ini berhasil menggagalkan rencana Jerman untuk menduduki Amsterdam kala itu. Melalui kanal-kanal cantik Amsterdam, kita dapat melihat kemolekan arsitektur sekaligus kekuatan pertahanan yang besar.

Saat ini, Amsterdam tercatat memiliki 65 kanal dengan total panjang kanal hampir 100 km. Di antara kanal-kanal tersebut, terdapat sekitar 90 pulau kecil dan 1500 jembatan yang menghubungkan kanal satu ke kanal lainnya. Karena dikembangkan pada abad 17, umur kanal-kanal tersebut tercatat mencapai 400 tahun! Inovasi luar biasa tersebut dicatat UNESCO sebagai salah satu World Heritage. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan Belanda saat ini. Amsterdam menjadi pionir kota bawah laut yang saat ini dikagumi dan ditiru. UNESCO menyatakan bahwa pembangunan kanal-kanal Belanda pada awal abad 16 hingga akhir abad 17 merupakan perpaduan dari karya rekayasa hidrolik terbesar, perencanaan kota terbaik, dan program yang rasional terkait konstruksi dan arsitektur bergaya borjuis yang unik. Kanal-kanal Amsterdam merupakan bentuk nyata kota pelabuhan yang termasyur pada abad 17. Amsterdam dan kanal-kanalnya merupakan saksi sejarah dalam periode permulaan dunia modern.

image006
Gambar 3. Amsterdam Saat ini
Sumber: http://www.ciee.org/study-abroad/netherlands/amsterdam/

Tiga abad berlalu, Amsterdam justru semakin cantik dengan kanal-kanal airnya. Kota itu kini bahkan menduduki peringkat empat pada The 2015 Arcadis Sustainable Cities Index. Amsterdam dinilai unggul dalam sistem tata kelola air, baik untuk air minum maupun sanitasi. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan kanal-kanal air tersebut masih berlangung baik hingga saat ini. Belanda membuktikan bahwa inovasi yang dilakukan tiga abad lalu bukan hanya sekedar pembangunan jangka pendek dan omong kosong belaka. Pemanfaatan kalal-kanal tersebut terus mengalami perkembangan. Pariwisata merupakan salah satu pemanfaatan kanal yang dikembangkan oleh Belanda saat ini. Kanal-kanal dijadikan sebagai arena wisata air yang dapat dijelajahi dengan Canal Cruise, sebuah kapal kecil yang siap mengantarkan wisatawan berkeliling kota. Dipadu dengan bagunan-bangunan tua yang terjaga, menyusuri sepanjang kanal Amsterdam akan menyibak keindahan kota ini sebagai pusat pemerintahan, kota pelabuhan, pusat seni, budaya serta kota cantik bawah laut yang sulit untuk dilupakan. Keagungan pembangunan, kecerdasan inovasi serta kecantikan arsitektur menjadi satu. Ya. Kecantikan bawah laut itu bernama Amsterdam.

Referensi:
1. http://whc.unesco.org/en/list/1349/
2. https://aryafatta.wordpress.com/tag/kanal-amsterdam/
3. http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2015/02/11/antara-grachtengordel-di-amsterdam-dan-banjir-kanal-barat-bkb-di-jakarta-701177.html
4. http://www.entoen.nu/grachtengordel/id
5. http://sumatracyber.blogspot.com/2013/09/3-kota-yang-dulunya-laut-disulap-jadi.html
6. http://www.harianhaluan.com/index.php/lancong/23992-amsterdam-kota-yang-dicetak
7. https://unalux.wordpress.com/2014/02/13/negeri-di-bawah-laut-1/
8. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/amsterdam-and-rotterdam-among-worlds-most-sustainable-cities-2015