366. VAN GOGH-ROOSEGAARDE: POTRET THE STARRY NIGHT BERBASIS TENAGA SURYA

Penulis : Zainal Saiful Amir
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image002
1. Lukisan The Starry Night karya Van Gogh

Starry, starry night …
Paint your palette blue and grey,
Look out on a summer’s day,
With eyes that know the darkness in my soul…
Shadows on the hills,
Sketch the trees and the daffodils,
Catch the breeze and the winter chills,
In colors on the snowy linen land.1

“The Starry Night” merupakan lukisan terkenal karya Vincent Van Gogh yang memiliki daya tarik dan banyak makna di dalamnya. Van Gogh menyelesaikan lukisan ini ketika ia menjadi pasien rumah sakit jiwa Saint-Paul-de-Mausole. The Starry Night telah menjadi bahan kajian bagi para pelukis yang ingin mengungkapkan makna dari lukisan tersebut. Keagungan Tuhan dan kesepian adalah dua hasil interpretasi yang sering diucapkan pengkaji setelah meneliti The Starry Night.

Daan Roosegaarde, seorang desainer asal Belanda, menginterpretasikan dan mengalihkan lukisan The Starry Night menjadi sebuah landasan lajur sepeda di kawasan Brabant. Roosegaarde bekerjasama dengan Heijmans Infrastructure dalam hal pembuatan 50.000 ‘batu’ bertenaga surya. Batu tersebut diatur sesuai dengan pola teknik lukis pointilisme yang digunakan Van Gogh pada The Starry Night. Lajur sepeda ini diresmikan tanggal 13 November 2014 bertepatan dengan pembukaan festival budaya bernama Van Gogh 2015. Untuk mengabadikan karyanya dan menghormati mendiang Van Gogh, Roosegaarde memberikan nama Lajur Van Gogh-Roosegaarde untuk lajur tersebut.

‘Batu-batu’ yang telah diatur polanya tersebut menyerap tenaga surya pada siang hari. Setelah matahari tenggelam, batu-batu tersebut akan memancarkan sinar kehijauan yang menampakkan pola lukisan The Starry Night. Rencananya, penggunaan teknologi ini akan digunakan di atas Van Gogh Cycle Route yang memiliki panjang 335 kilometer.

image004
2. Lajur Van Gogh-Roosegaarde di malam hari

Inovasi pada infrastruktur ini telah memberikan dampak positif bagi Belanda. Cara kerja batu-batu tersebut telah mengurangi biaya infrastruktur penerangan secara signifikan. Seperti yang dilansir oleh Energy Report 2011, pengeluaran Belanda untuk aspek gas, listrik, minyak, dan pemanas sejumlah 41,2 miliar euro. Listrik menghabiskan sekitar 24,27% dari total pengeluaran negara. Belanda tentu harus memikirkan cara untuk menekan angka pengeluaran tersebut.

Penggunaan inovasi dengan bantuan tenaga surya adalah salahsatu cara efektif dan efisien untuk mengurangi pengeluaran negara. Kita dapat membayangkan jalanan sepanjang 335 km tanpa lampu listrik bertebaran di pinggir jalan. Biaya produksi ‘batu-batu’ bercahaya juga bisa ditekan melalui hubungan kemitraan antara pihak pemerintah Belanda dengan Heijman Infrastructure. Ilustrasi kerja tersebut pernah dilakukan pihak kota Bandung yang bekerjasama dengan Phillips untuk mempercantik jembatan Pasupati.

Belanda sebagai negara dengan jumlah pengguna sepeda yang tinggi patut berbangga dengan adanya inovasi ini. Lajur Van Gogh-Roosegaarde selain memberikan fasilitas sepeda juga memberikan kesempatan pada pesepeda untuk menikmati karya Van Gogh yang terkenal itu. Daan Roosegaarde menyatakan bahwa ia ingin memberikan kesempatan masyarakat untuk lebih dekat dengan karya Van Gogh.

Suasana temaram sepanjang Van Gogh Cycle Path dapat membuat pesepeda memaknai lukisan terkenal itu sembari berolahraga. Pengaturan bebatuan di Van Gogh-Roosegaarde membantu pesepeda untuk tetap pada lajur yang tepat. Jadi, jangan khawatir tidak bisa melihat di lajur ini. Kalaupun cuaca sedang mengamuk, ada lampu-lampu LED di beberapa titik sehingga pesepeda masih dapat melihat jalanan dengan aman.

Belanda benar-benar mengamini ucapan Van Gogh “As we advance in life it becomes more and more difficult, but in fighting the difficulties the inmost strength of the heart is developed.” Belanda sebagai negara dengan daratan yang lebih rendah daripada lautan harus berusaha untuk menyelematkan daratannya. Dana yang keluar untuk kegiatan tersebut sudah sangat besar. Namun, tekanan ekonomi itu tidak membuat mereka mati kreativitas. Akhirnya, light-at-the-dark muncul sebagai langkah solutif untuk menekan pengeluaran berbasis penggunaan tenaga surya. Von Gogh-Roosegaarde telah tercipta atasnama kreativitas, efisiensi, alam, dan penghormatan.

Now I think I know what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free…
They would not listen, they’re not listening still…
Perhaps they never will.2

1Penggalan bait awal lagu ‘Vincent’ karya Don McLean

2Penggalan bait akhir lagu ‘Vincent karya Don McLean

REFERENSI
ARTIKEL
Bayu, Jarot. 2015. Bersepeda Sekaligus Menikmati Lukisan Van Gogh. [dalam jaringan]
Tersedia: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/01/bersepeda
sekaligus-menikmati-lukisan-van-gogh [diakses pada 25 April 2015]
Jozlyn. 2014. Lajur Sepeda “Starry Night” yang Memukau. [dalam jaringan] Tersedia:

http://pedalku.com/baca/2014/11/16/lajur-sepeda-starry-night-yang

memukau/ [diakses pada 25 April 2015]
Latief. 2014. “Glow in The Dark”, Rute Sepeda Ini Menyala di Malam Hari. [dalam
jaringan] Tersedia:

http://properti.kompas.com/read/2014/11/17/123335721/.Glow.in.the

.Dark Rute.Sepeda.Ini.Menyala.di.Malam.Hari. [diakses pada 25 April 2015]
Netherland Energy Report 2011

GAMBAR
vangoghgallery.com
pedalku.com dalam artikel Lajur Sepeda ‘Starry Night’ yang Memukau