367. LOVE YOUR HEART, LOVE YOUR CITY

Penulis : RASTA NOOR SAVANNAH
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Bersepeda di Indonesia sangat memacu adrenalin, kita harus berpacu dengan derasnya arus lalu lintas. Berbeda dengan Indonesia, Belanda adalah Negara maju dimana hampir seluruh masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Kenapa Menggunakan Sepeda?

Enam belas tahun yang lalu, terhitung 2015 , Belanda telah menyadari bahwa menggunakan sepeda adalah pilihan yang tepat.

Pada tahun 1950, harga mobil sangat terjangkau bagi masyarakat. Mereka berbondong-bondong membeli mobil untuk dijadikan sebagai kendaraan pribadi. Lambat laun, terjadi peningkatan jumlah mobil yang sangat sifgnifikan, hingga Pemerintah menghancurkan bangunan untuk dijadikan jalan dan lahan parkir. Akibatnya, lingkungan menjadi rusak dan tingkat kecelakaan lalu lintas sangat tinggi.
Pada tahun 1973, terjadi krisis minyak dunia yang juga memaksa Pemerintah untuk merumuskan kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Masyarakat meminta Pemerintah mengubah kebijakan transportasi demi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

Pemerintah Belanda kemudian menilai bersepeda mampu menjadi solusi tepat untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, menurunkan tingkat kematian anak-anak akibat kecelakaan lalu-lintas, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Bagaimana Membuat Semua Masyarakat Mau Bersepeda?

Inovasi ini muncul sejak tahun 1975, Pemerintah kota dengan dibiayai oleh Pemerintah Nasional Belanda mulai bereksperimen membangun jalur sepeda yang aman, terpisah dari jalur mobil, serta menetapkan kebijakan yang mendorong masyarakat untuk bersepeda. Den Haag menjadi kota pertama yang berhasil menerapkan kebijakan di atas, yang kemudian diikuti oleh kota-kota lainnya di seluruh Belanda. Kini, 27% perjalanan yang dilakukan di Belanda menggunakan sepeda. Dan hampir sebesar 50% di pusat Kota Amsterdam.

Bukan hanya kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam dan Uthracht, tetapi juga di kota-kota kecil seperti Zwolle dan Groningen yang berada di bagian utara Belanda. Groningen mungkin merupakan kota sepeda terbaik di dunia, kota ini dapat memberikan inspirasi, ide dan contoh yang baik dalam menerapkan kota bersepeda.

Di Groningen, kita dapat berkendara lebih cepat dengan menggunakkan sepeda dari pada mobil. Yang menarik adalah pengendara mobil sadar untuk berkendara secara perlahan di jalanan sekitar 20 km/jam, mengingat mayoritas masyarakat menggunakan sepeda di kota ini.

Tidak bisa dibayangkan bila masyarakat yang menggunakan sepeda beralih menggunakan mobil. Hal ini pasti akan menyebabkan kemacetan, pemborosan bahan bakar dan mengganggu kenyamanan public dengan meningkatnya polusi udara. Untungnya, masyarakat sadar akan hal tersebut dan mengindarinya.

Untuk menunjang program yang digarap, Pemerintah membangun fasilitas dan mengembangkan komunitas bersepeda. Dalam komuitas bersepeda para member dapat melintasi jalan khusus pengguna sepeda ditengah keramaian jalan raya.

Diciptakannya tiga lajur jalan berbeda, lajur khusus mobil, lajur khusus bus dan lajur untuk sepeda. Terdapat jarak yang cukup baik antara lajur pengendara sepeda dengan kendaraan umum. Garis putih pada jalan diciptakan sebagai pembatas antara track kendaraan umum dan track pengendara sepeda.

image001
(pada lajur lamban pembatas lajur bersepedah menggunakan garis putus-putus.
Sumber: http://upload.wikimedia.org/)

Di kawasan lalu lintas dengan arus cepat, terdapat pembatas jalan yang terbuat dari semen.

image002
(Terdapat pembatas jalan di antara lajur mobil dan sepeda.
Sumber: https://www.bicyclenetwork.com.au/)

Para engineering membuat kenyamanan untuk pengguna sepeda dengan kelayakan jalan. Fasilitas bagi pengguna sepeda sangat diperhatikan khususnya lajur pengguna sepeda, seperti pembagian jalan (perempatan), macam-macam bentuk jalan, rambu-rambu, lajur penyebrangan khusus sepeda, dan sebagainya.

image003
(Timer rambu lalu lintas untuk sepeda. Source: http://farm3.static.flickr.com/)

Terdapat sinyal pada rambu bersepeda, untuk memberi aba-aba kepada para pengendara sepeda kapan ia harus berhanti dan kapan ia harus maju.

Tidak hanya di kota-kota besar, di berbagai pelosok daerah pun terdapat penyewaan sepeda. Ada sekitar 18 juta sepeda, dengan 16 juta penduduk di Belanda.

Upaya Pemerintah lainnya yaitu perihal lahan parkir. Pemerintah memberlakukan aturan terkait mahalnya tarif parkir untuk mobil dan pemberian lahan parkir gratis untuk para pengguna sepeda, seperti lahan terbuka dan taman. Tak tanggung-tanggung, parking area pun dilengkapi fasilitas yang mengagumkan. Terdapat detector pada alat menyimpanan sepeda. Alat tersebut berfungsi untuk menunjukkan area parkir yang kosong. Sehingga kita tidak kesulitan untuk mencari area parkir dengan berkeliling, karena terdapat papan informasi yang menunjukkan adanya area parkir yang kosong.

Pemerintah juga menyediakan public transportation seperti bus dan kereta api, untuk melengkapi kebutuhan masyarakat. Tetapi harganya sangatlah mahal, harga ongkos bus di Belanda sebesar USD 28.58 (Rp 359.000) per 100 kilometernya. Ini merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Belanda dalam merealisasikan sepeda sebagai alat transportasi utama.

Di Uthrect – kota ke empat terbesar di Belanda – sebanyak 85% remaja menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah. Pemerintah melakukan sistem edukasi dari mulai usia dini. Orang tua mendidik sang anak dengan mengajarkan tata-cara berkendara yang baik saat dijalan raya. Budaya berkendara dengan menggunakkan sepeda sudah diterapkan dalam kurikulum pendidikan mulai TK.

Di Nijmegen, terdapat cycle superhighway untuk dapat sampai ke pusat kota. Sehingga mereka dapat sampai dengan cepat menggunakan superhighway. Hanya terdapat lajur sepeda di dalam jembatan tersebut, tanpa adanya mobil. Hal ini sangatlah nyaman dan efisien, karena kita tidak harus beradu kecepatan dengan kendaraan lain.

image004
(Lajur tercepat untuk pengendara sepeda di Nijmegen. Sumber: http://www.ecf.com/)

Berbeda dari kota sebelumnya, Rotterdam adalah pusat kota yang ramai dan sibuk, terdapat banyak mobil dalam kawasan ini. Namun, mereka juga melihat bahwa sepeda merupakan salah satu hal yang penting. Sehingga pengguna sepeda di Belanda tetap meningkat.

Apa Dampak Bersepeda?

Bersepeda di Holland bukan ajang untuk rekreasi lagi, tetapi sudah menjadi hal yang sangat vital. Dampak yang dihasilkan diantaranya, kesehatan, ramah lingkungan, menghemat bahan bakar, membuat masyarakat dapat lebih mengenal satu sama lain, menurunnya tingkat stress karena kebisingan lalu lintas dan juga mengurangi kemacetan.

Dengan adanya latihan fisik akibat penggunaan sepeda, dapat mengurangi ‘beban penyakit’ di dalam tubuh. Jika kebanyakan orang dewasa mengganti perjalanan pendek mereka dari mobil ke sepeda, beban penyakit akibat aktivitas fisik akan berkurang hingga 1,3% dalam satu tahun. Usia 18 – 35 adalah usia yang baik dalam mengendarai sepeda (selain faktor kesehatan juga dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan raya).

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan pemukiman yang asri, minim polusi dan nyaman untuk dihuni patut di acungi jempol. Semua torehan yang dicapai bukan hasil yang kebetulan, ini adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu hal agar berhasil.

Daftar Pustaka:
2013. Belanda, Sepeda dan Solusi Kemacetan. http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/10/02/belanda-sepeda-dan-solusi-kemacetan-597005.html
(diakses 23 April 2015, pk. 20:05)
From the Netherlands to America. https://www.youtube.com/watch?v=22XM8-YTC98
(diakses 23 April 2015, pk. 10:17)
2013. Bersepeda di AS dan di Belanda. http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/10/04/bersepeda-di-as-dan-di-belanda–597634.html
(diakses 24 April 2015, pk. 19:30)
Reaserch Activity, Institute for Road Safety Research. https://www.swov.nl/rapport/Ss_RA/RA47.pdf
(diakses 25 April 2015, pk. 20:01)