368. Belanda, Perjuangan dan Inovasi Negara dibawah Permukaan Air Laut

Penulis : Kartika Yurlisa
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Negara Belanda disebut dengan Netherland (bahasa Belanda), yang artinya “negeri-negeri berdaratan rendah”. Belanda secara geografis merupakan negara dengan dengan permukaan tanahnya dibawah permukaan laut, dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada dibawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter diatas permukaan laut (Anonim, 2016).

image001
Gambar 1. Peta Ketinggian Dataran Belanda dibandingkan dengan Permukaan Air Laut
Sumber : http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html

Peta Belanda tersebut menunjukkan level ketinggian tanah dibandingkan dengan rata-rata ketinggian air laut. Semua yang berwarna biru atau kebiru-biruan adalah daerah dibawah permukaan air laut, dimana beberapa kota besar di Belanda dibangun ditempat tersebut. Anda mungkin berpikir bahwa Belanda adalah negara yang kecil, Tapi anda tahu Belanda akan menjadi lebih kecil lagi tanpa sistem manajemen air yang baik (Dorrepaal, 2012).

Belanda adalah negara yang gigih menghadapi tantangan alam. Air merupakan masalah utama bagi bangsa Belanda. Belanda dibangun dari tanah yang digenangi air menjadi daratan yang dapat dihuni manusia, proses pembangunan tersebut berjalan dalam waktu yang tidak singkat dan berabad-abad lamanya.
Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Polder merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan dan instalasi air kotor yang terpisah.

image002
Gambar 2. Sistem Polder
Sumber : http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

Sistem polder dapat ilustrasikan sebagai dataran rendah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Polder juga bisa diartikan sebagai tanah yang direklamasi. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai (Sugiarti, 2012).

image003
Gambar 3. Cara Kerja Sistem Polder
Sumber:http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland_is_the_best_technology_in_water_management.html

Pada awal pembangunan sistem polder, penduduk Belanda meletakkan bukit-bukit pasir yang mengelilingi tanah yang letaknya rendah, dari sekitar pesisir pantai Belgia sampai dengan provinsi Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Bukit-bukit pasir ini dinamakan “Duinen” yang artinya “pematang raksasa”. Selanjutnya bukit pasir ini ditanami berbagai macam pohon kayu dan semak belukar. Akar dari berbagai macam pohon kayu dan semak belukar beserta dengan dedaunan membuat bukit pasir ini menjadi tahan, tidak longsor dan tidak terkikis oleh air pasang, surut dan ombak. Tanah pasir ini disebut “Veenkleien” oleh penduduk Belanda (Isnaini, 2012).

image004
Gambar 4. Duinen yang menjadi Vankleieen
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html

Seiring dengan waktu, Veenkleien yang berada dalam lingkaran Duinen yang sudah tidak berhubungan lagi dengan lautan, karena sudah dipisahkan oleh Duinen, terbentuklah daratan. Daratan yang berada dalam lingkaran Duineen disebut dengan “Folder”. Dalam folder masih terdapat sisa air yang membentuk danau kecil. Danau ini biasa disebut “Lagunes dan Plassen”. Plassen-plassen ini dikeringkan dengan cara memompa air keluar. Lambat laun daratan yang terbentuk menjadi bertambah luas (Isnaini, 2012).

image005
Gambar 5. Folder
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html

Selanjutnya, tanah yang berada disisi Duinen yang lain, yang masih terkena pasang surut air laut diberi pelindung berupa tanggul raksasa. Tanggul ini diletakkan sepanjang pantai Belgia sampai Provinsi Frisland dan Gronigen. Netherlander biasa menyebut tanggul tersebut “Dikjen”. Dikjen bermanfaat melindungi negara Belanda dari air baik dari sungai-sungai yang membelah negeri maupun dari laut. Panjang dikjen bisa mencapai ribuan kilometer dan pembangunan dikjen telah berlangsung sejak 1000 tahun yang lalu. Selain duinen dan dikjen dibuat pula “Dam”. Dam dibuat diantara 2 daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, dam bermafaat sebagai tindakan pencegahan terhadap angin topan dahsyat, angin ribut serta air pasang yang menyebabkan gelombang laut naik beberapa meter (Isnaini, 2012).

image006
Gambar 6. Dikjen
Sumber : http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/negeri-unik-belanda-dibawah-permukaan.html

Belanda mulai memperluas daratan dari tahun 1575-1650. Tanah rendah yang masih ada genangan air di dalamnya dibuatkan pematang mengelilingi tanah tersebut. Lalu air yang masih ada dipermukaan tanah dipompa keluar menggunakan kincir angin. Proses pengeringan tersebut dinamakan “Inpoldering project”. Tanah pasir yang kering, lama kelamaan akan menjadi daratan, sehingga Negera Belanda menjadi semakin luas (Isnaini, 2012).

image007
Gambar 7. Kincir Angin di Kinderdijk, Belanda
Sumber : http://pembayunsekar.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-tradisi-inovasi-belanda.html

Negara Belanda merupakan negara yang tak pernah berhenti berupaya melahirkan inovasi. Perjuangan melawan banjir telah dilakukan Belanda hampir selama satu milenium. Lebih dari seratus bencana banjir pernah menyerang Belanda dalam kurun waktu tersebut. Satu peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan di Nederland. Petaka ini dikenal dengan nama ‘bencana air’ atau watersnoodramp. Peristiwa pecahnya tanggul/Dikjen dipinggir pantai provinsi pesisir Zeeland terjadi pada tanggal 1 Februari 1953. Tanggul raksasa yang setinggi 4.55 meter ini ternyata tidak tahan dari ombak dan badai, sehingga bobol oleh air laut, yang menyebabkan provinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1800 orang meninggal dunia, hewan-hewan yang tidak terhitung banyaknya musnah dan kerugian harta yang banyak sekali. Orang Belanda berjanji tidak akan melupakan dan akan mengamankan Negerinya semaksimal mungkin, hingga kejadian ini tidak akan terulang kedua kalinya (Sugiarti, 2012).

Sebagai reaksi pencegahan terhadap bencana banjir, Pemerintah Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yaitu pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Secara konsep, Proyek Delta ini akan mengurangi resiko banjir di South Holland dan Zeeland untuk sekali per 10.000 tahun. Meskipun Proyek Delta telah selesai tahun 1997, masih ada ancaman kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim yang mendorong Belanda untuk terus-menerus menyempurnakan sistem poldernya. Ini adalah perjuangan berat jangka panjang bangsa Belanda dalam menaklukan air (Sugiarti, 2012).

image008
Gambar 8. Proyek Delta (Delta Works/Deltawerken)
Sumber : http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

Dari penjelasan diatas, ternyata kesuksesan negara Belanda, karena negara tersebut terus berinovasi untuk dapat bertahan dibawah permukaan air laut. Negara yang berasal dari perjuangan panjang dan patut dijadikan teladan dalam manajemen air oleh negara Indonesia. Saya berharap suatu saat nanti akan dapat langsung melihat dan mempelajari sistem polder di Negera Vanoranje, Negara dibawah permukaan air laut. Kita harus belajar dari ahlinya!.

Daftar Pustaka :

Anonim. 2010. Air, Ancaman dan Sahabat Orang di Belanda. Notes by Sciences University on facebook. https://www.facebook.com/notes/science-of-universe/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/10150216445500150. Diakses tanggal 22 april 2015.

Anonim. 2016. Belanda. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda. Diakses tanggal 22 april 2015.

Amelia, R. 2013. Belanda terus berada di Atas Air. http://raisamelia.blogspot.com/2013/05/belanda-berhasil-taklukkan-banjir.html. Tanggal 24 April 2015.

Dorrepaal, L. 2012. Social Systems / Loes. http://socialsystemsloes.blogspot.com/2012/09/polder-model.html. Diakses tanggal 24 april 2015.

Isnaini. 2010. Belanda, Negara bawah permukaan air laut. https://cybermujahidah.wordpress.com/2010/04/26/belandanegara-bawah-permukaan-air-laut/. Diakses 22 april 2015.

Sugiarti, A. 2012. Belajar dari Sistem Folder Negera Belanda. http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html. Diakses tanggal 24 April 2015.

Taufiqurramadhan, R. 2013. Belanda, ternyata negara terendah di Dunia
http://rifqi-taufiqurr.blogspot.com/2013/02/belandaternyata-negara-terendah-di-dunia.html. Diakses tanggal 24 april 2015.