386. SAPI YANG MENARI DI HOLLAND

Penulis : Oka Nurlaila
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“Dancing cows?” ucap saya sembari tertawa kecil saat membaca sebuah keterangan video di halaman facebook Visit Holland.

Jujur ini adalah pertama kalinya saya mengetahui bahwa di Holland ada sapi yang menari. Karena penasaran dengan dancing cows, maka tanpa berpikir panjang saya pun memutar video berdurasi empat puluh enam detik tersebut.

“Wiiih,” reaksi saya melihat sapi-sapi besar belang putih dan coklat keluar dari kandang. Satu persatu sapi tersebut melompat-lompat seakan sedang menari menyambut langit biru cerah menuju hamparan rumput hijau yang luas.

Siapa yang tidak mengenal negeri kincir angin dan tulip ini? Dimana Amsterdam adalah ibu kota konstitusi dan Den Haag sebagai ibu kota pemerintahan. Karena negara ini berpermukaan rendah yaitu 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Maka negara ini disebut pula dengan nama Netherlands yang artinya “Negeri-Negeri Berdataran Rendah”.

Rasa penasaraan saya pun kembali muncul setelah menonton video tersebut. Apa yang membuat sapi-sapi dari negeri Van Oranje melompat-lompat bahagia? Dan Bagaimana bisa sapi-sapi tersebut menghasilkan susu berkualitas dan terkenal dengan memiliki keju terbaik dunia? Saya pun mulai mencari tau dengan browsing artikel-artikel di internat.

Ternyata untuk memperoleh sapi-sapi berkualitas, Netherlands tidak hanya menggunakan teknologi canggih dan teknik peternakan yang baik. Tapi juga karena kondisi tanah dataran rendah memang mempunyai tanah yang lebih subur dan iklim yang cocok untuk menghasilkan rumput yang berkualitas.
Nah untuk mempertahankan kesuburan tanah tersebut, Netherlands melakukan inovasi beruapa tata kelola air yaitu Sistem Drainase.

Drainase adalah suatu usaha untuk menyalurkan dan mengeringkan sejumlah kelebihan air dari suatu wilayah ke wilayah lain. Sistem Drainase yang terkenal dari Belanda adalah Sistem Polder.

Sistem Polder adalah usaha membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul untuk dataran rendah. Apabila di daerah tersebut masih terdapat genangan air, maka dibuatlah pematang yang mengeliling tanah rendah tersebut. Lalu genangan air tersebut akan dipompa keluar dengan menggunakan tenaga kincir angin sampai tanah tersebut mengering dan mengeras. Sehingga tanah yang awalnya tergenang air dapat digunakan menjadi daratan.

Nah, air yang dipompa tadi akan dialirkan dan ditampung ke danau atau kanal. Lalu air yang berlebihan di danau atau kanal akan dibuang ke laut apabila air laut surut. Selain itu air tersebut juga dialirkan ke dalam untuk membantu para petani agar tanaman dan rumput mereka dapat tumbuh.
Inilah mengapa Belanda selalu memiliki rumput yang hijau dan hasil pertanianan yang berkualitas. Sistem Podler tidak hanya berfungsi mengairi tanah pertanian tapi juga mencegah terjadinya banjir dan memperluas lahan.

Karena Belanda terus berusaha melakukan inovasi sistem kelola air yang baik, tidak heran pada akhirnya kalau sapi-sapi dari negeri Van Oranje dapat menghasilkan susu berkualitas dan keju terbaik dunia. Serta menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi setiap tahunnya.

Sumber Referensi:

http://ecoyouthtoyota.com/ecofeatures_detail.php/83/submit

Effendy. 2011. Jurnal Ilmiah, “Drainase Untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan Rawa.”

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html?m=1

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Belanda

https://m.facebook.com/visitholland