391. Mission Is Possible: Bersihkan Lautan 7,900 Kali Lipat Lebih Cepat

Penulis : bambang priadi
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Butuh waktu sekitar 79,000 tahun dengan dana mencapai puluhan milyar dolar untuk membersihkan 1 dari 5 gyres sampah plastik yang terbentuk di Samudera Pasifik, secara konvensional. Boyan Slat, pendiri dan CEO Yayasan The Ocean Cleanup

Sebelum kita mulai, adakah di antara kalian yang belum mengetahui apa gerangan gyres itu? Bagi yang belum, gyre adalah sebuah sistem arus laut yang berputar dan berukuran besar—mirip pusaran. Dunia memiliki setidaknya 5 gyre berukuran kolosal yang cukup terkenal di kalangan ilmuwan kelautan, yaitu; Gyre Samudera Hindia, Gyre Atlantik Utara, Gyre Atlantik Selatan, Gyre Pasifik Utara, dan Gyre Pasifik Selatan.

Gerakan sirkulasi gyre sangat dipengaruhi oleh tekanan udara. Di belahan bumi utara yang tekanan udaranya relatif tinggi, gyre bergerak searah jarum jam. Sementara di belahan bumi selatan yang bertekanan udara lebih rendah, gerakan gyre berlawanan dengan arah jarum jam.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Jambeck dan kawan-kawan, “Plastic waste inputs from land into the ocean”—diterbitkan di majalah Science, pada Februari 13, 2015 yang lalu—jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan diketahui mencapai 4.8-12.7 juta ton tiap tahunnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, jumlah tersebut diprediksi akan terus berakumulasi hingga mencapai angka 250 juta ton pada tahun 2025 mendatang, dan itu setara dengan berat 34,247 menara Eiffel.

Dipengaruhi oleh arus laut yang berputar tadi, sampah-sampah plastik ini kemudian terseret dan membentuk pulau-pulau sampah berukuran masif. Yang terbesar terkonsentrasi di Samudera Pasifik Utara dengan luas mencapai 15 juta km2, dan kita mengenal trash vortex ini dengan julukan The Great Pacific Garbage Patch. Jadi, kalau kalian sering menjumpai sampah-sampah plastik bertebaran di pantai dan lautan saat liburan, bisa dibilang, itu baru sebagian kecil dari “puncak gunung es”-nya saja.

Apakah kalian mengira, sampah plastik yang terkumpul di Samudera Pasifik ini masih dalam keadaan utuh macam di Bantar Gebang? Jika jawabannya, ‘Ya,’ maka perkiraan kalian salah.
Meskipun waktu yang dibutuhkan lumayan panjang, plastik dari seluruh dunia yang sampai ke gyre tetap tidak terurai. Mereka cuma hancur menjadi serpihan-serpihan berukuran sangat kecil (mikroplastik) yang kadang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Bahkan di mata satelit, kumpulan mikroplastik ini hanya terlihat keruh layaknya kuah sup.

Membersihkan samudera dari serpih-serpih sampah jelas bukan perkara mudah, apalagi kalau masih dilakukan dengan cara tradisional seperti menggunakan kapal dan jaring—yang biasanya butuh sumber daya (bahan bakar, waktu, biaya, dan tenaga kerja) yang amat besar. Kita butuh inovasi baru.

Untuk menjawab tantangan ini, Boyan Slat, seorang pemuda asal Belanda, muncul ke permukaan dengan ide cemerlang; The Ocean Cleanup (TOC).

Cikal bakal terciptanya ide ini terbilang sederhana. Berawal pada tahun 2011, ketika ia sedang menyelam di Pulau Azores, Portugal, di mana yang ditemuinya hanya sampah dan sampah. Sementara ikannya sendiri malah kalah jumlah. “Kenapa kita tidak bisa membersihkan ini?” pikirnya.

Sesampainya di rumah, ide perangkap sampah samudera itu terus ia pikirkan, kembangkan, dan sempurnakan. Setahun kemudian, 2012, ide tersebut dipresentasikan.

Tidak seperti pengepulan sampah konvensional yang bekerja secara aktif dan membutuhkan banyak sumber daya, perangkat ciptaannya ini dirancang bekerja secara pasif namun lebih efektif, memanfaatkan sumber daya alam macam angin dan pola arus laut. Ia juga lebih ramah lingkungan, karena memperoleh pasokan energi dari sinar matahari (162 panel surya ditanam sebagai pemasok daya utama), arus laut, dan gerakan gelombang.

TOC dilengkapi sebuah lengan sepanjang 100 km—menjadikannya struktur terbesar yang pernah dibangun di laut—yang dibentuk menyerupai huruf ‘V.’ Dengan begini, sampah yang umumnya mengapung hingga 3 meter di permukaan dapat terperangkap lewat bantuan arus laut. Pada pusat lengan ‘V,’ sebuah platform pengepul berdaya tampung hingga 10,000 m3 kemudian mengekstrak sampah yang terkumpul.

Kalau sudah penuh, bagaimana?

Tenang, setiap 1.5 bulan sekali, sampah-sampah plastik ini akan diangkut ke daratan agar bisa didaur ulang. Slat percaya sampah daur ulang ini bisa menghasilkan keuntungan tambahan sekitar 500 juta dolar per tahun.

Walau banyak yang mendukung konsepnya, tak kurang-kurang pula yang meragukan. Sebagian karena umur yang masih muda, kelahiran Juli 1994, tapi rata-rata satu suara mempertanyakan tentang studi kelayakan. Sesuatu yang mustahil dilakukan Slat seorang diri, karena studi macam begini umumnya membutuhkan dana yang sangat besar.

Tak kehabisan akal, crowdfunding ia sasar.

Layaknya virus, cerita pun segera menyebar. Hanya dalam hitungan 15 hari, kampanye The Ocean Cleanup berhasil mengumpulkan dana sebesar 80,000 dolar, dan terus bertambah menjadi >2 juta dolar dalam 100 hari. 38,000 penyandang dana dari 160 negara turut berpartisipasi di dalamnya. Dan ini menjadikannya sebagai kampanye crowdfunding non-profit paling sukses sepanjang sejarah.
Dengan terkumpulnya dana tersebut, apa yang semula tampak mustahil, kini mulai membuahkan hasil. Laporan studi kelayakan setebal 530 halaman yang ditulis selama 400 hari oleh lebih dari 70 orang ilmuwan dan insinyur itu, telah diterbitkan pada Juni 3, 2014 yang lalu.

Fokusnya? Apalagi kalau bukan menjawab keraguan-keraguan yang muncul ke permukaan dengan basis penelitian dari berbagai bidang keilmuan. Mulai dari ekologi, oseanografi, daur ulang, hukum kelautan, keuangan, hingga teknik rekayasa.

Berdasarkan perhitungan computational modelling, penggunaan TOC selama 10 tahun dapat mengurangi tumpukan plastik di Samudera Pasifik hingga sekitar 42%, atau setara dengan berat 70,320,000 kg sampah. Dengan biaya operasional yang diperkirakan mencapai 4.53 Euro per kilo, maka ia membutuhkan dana sebesar 318.55 juta Euro (342.2 juta USD) untuk mengangkut sampah tersebut selama 10 tahun.

Wah, sangat mahal ya?

Seharusnya tidak, karena berdasarkan perhitungan kasar NOAA, biaya yang harus dikeluarkan untuk membersihkan Samudera Pasifik secara konvensional itu mencapai 5,000-20,000 dolar per harinya, atau sekitar 122-489 juta USD per tahun. Itu pun hanya untuk operasional kapalnya saja. Belum menghitung peralatan dan tenaga kerja. Dan tahukah kalian? Dengan cara kerja konvensional seperti ini, proses pembersihan laut akan membutuhkan waktu selama 79,000 tahun. Bandingkan angka ini dengan efektifitas perangkat ciptaan Slat. Rasionya mencapai 1:7,900! Kontras sekali, bukan?

Memang, sampai saat ini perangkap sampah raksasa ciptaan pemuda brilian Belanda itu masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Tapi jangan khawatir, diperkirakan sekitar tahun 2017-2018 mendatang, TOC sudah dapat dioperasikan secara penuh. Dengan begitu, angka kematian sia-sia 1 juta burung laut dan 100 ribu mamalia laut per tahun, yang sampai sekarang terus berlangsung, bisa ditekan. Sehingga tak perlu lagi ada film dokumenter semacam “Midway: Message from the Gyre” seperti yang pernah saya tonton 2 tahun lalu itu. Semoga. [BEM]

Refensi
• The Ocean Cleanup – theoceancleanup.com
• How The Ocean Can Clen Themselves: A Feasibility Study, Version 2. Boyan Slat, June 2014
• Numbers of plastic debris per year – theconversation.com/eight-million-tonnes-of-plastic-are-going-into-the-ocean-each-year-37521
• Plastic Pollution – plasticpollutioncoalition.org
• Great Pacific Garbage Patch – en.wikipedia.org/w/index.php?oldid=553801188
• National Geographic – Great Pacific Garbage Patch – education.nationalgeographic.com/education/encyclopedia/great-pacific-garbage-patch/?ar_a=1
• Most successful crowdfunding campaign for non-profit organisation – abnamro.com/en/newsroom/newsarticles/seeds-facilitates-successful-crowdfunding-campaign.html
• National Oceanic and Atmospheric Association (NOAA) – response.restoration.noaa.gov/about/media/how-much-would-it-cost-clean-pacific-garbage-patches.html
• Midway: Message from the Gyre – Midwayfilm.com