393. Den Hag, Setapak Jalan Mengukir Dunia

Penulis : HASAN MUSTAPA
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Anda pernah jalan-jalan ke Den Hag? Well, kalau ukurannya sepak bola, memang Alles Door Oefenen (ADO) Den Haag kalah populer di banding Ajax Amsterdam, klub Luis Suarez sebelum pindah ke Liverpool. Meski demikian posisi Den Hag cukup sentral di Belanda, karena disanalah tempat diemnya parlemen dan kedutaan negara-negara asing serta tempat bercokolnya International Court of Justice ([ICJ]/Mahkamah Internasional) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Akan tetapi, meski posisi Den Haag begitu signifikan dalam pemerintahan, tidak lantas menjadikan wilayah ini menjadi ibu kota Belanda. Justru, posisi Den Haag hanya sebatas sebagai ibu kota provinsi Zuid-Holland (Holland Selatan) saja.

Den Haag bukan hanya terkenal karena adanya ICJ-nya PBB semata tapi juga karena kegetolannya dalam menegakkan supremasi hukum internasional. Terkait dengan urusan penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) ini, Belanda memang di kenal sebagai salah satu negara yang concern dengan penegakkan hukum dan HAM di seluruh dunia. Pada tahun 2008, 11 janda korban tentara Belanda tanggal 9 Desember 1947 mengajukan gugatan hukum kepada Pengadilan Belanda di Den Haag. Hasilnya, pada 14 September 2011, pengadilan memutuskan bahwa Pemerintah Belanda dinyatakan bersalah dan harus membayar kompensasi kepada para keluarga korban. Serbuan tentara Belanda itu terjadi di daerah Rawagede-sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang-pada tanggal 9 Desember 1947. Saat itu tentara Belanda melakukan ‘pembersihan’ sewaktu melancarkan Agresi Militer pertama. Korban yang timbul sekitar 150 orang hingga lebih dari 430 orang penduduk Rawagede. Tapi, meski kejadiannya sudah berusia 48 tahun. Para hakim dalam sidang tersebut menolak penerapan statute of limitation atau kejadian yang telah kadaluwarsa terhadap pelanggaran HAM di Rawagede.

image002

Ternyata tidak berhenti di situ, Belanda juga mengapresiasi para pejuang HAM dunia dengan mengabadikan namanya pada sebuah jalan. Yang terbaru, pada tanggal 14 April 2015 lalu, pemerintah kota Den Haag memberikan penghargaan kepada aktivis hak asasi manusia asal Indonesia yakni Munir Said Thalib. Munir diabadikan menjadi salah satu nama jalan di kota tersebut. Dalam plang jalan tertulis “Munirpad: Munir Said Thalib 1965-2004 Indonesische Voorvechter can de bescherming de rechten ven de mens” yang maknanya kurang lebih Munir Said Thalib, advokat pejuang HAM asal Indonesia.

Wah, keren ya, tokoh asal Indonesia justru mendapat apresiasi dari negeri orang. Ternyata bukan kepada Munir saja, sebuah komplek perumahan di Den Haag menggunakan tokoh dunia pegiat HAM dan kemanusiaan lainnya. Makanya tak perlu heran kalau, Munirpad atau jalan Munir ini berada dalam kompleks yang memuat nama nama-nama tokoh pejuang HAM dunia seperti Martin Luther King (1929-1968), Nelson Mandela (1918-2013), Salvador Allende (1908-1973), dan Bunda Teresa (1910-1997).

image004

Kapasitas dan kemampuan Belanda dalam urusan hukum dan kemanusiaan di dunia internasional ternyata tidak terjadi secara ujug-ujug. Hal ini memang di dukung oleh latar belakang historis seperti berdirinya beberapa fakultas hukum kelas dunia. Untuk urusan hukum, beberapa fakultas hukum di Universitas Belanda memang memberikan andil bagi tegaknya reputasi Belanda di bidang hukum internasional. Hukum Belanda yang berasal dari Prancis sangat berdampak luas bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Banyak sekali Hukum Indonesia yang merupakan adaptasi hukum dari Belanda melalui asas konkordansi diantaranya KUHP (Wetboek van Strafrecht), KUHPerdata (Burgerlijk Wetboek), dan KUHD (Wetboek van Koophandel). Berbeda dengan Amerika, Australia, Inggris, Kanada, Afrika Selatan atau Selandia Baru yang menganut system Anglo Saxon, Indonesia masih berkiblat ke Eropa Kontinental, oleh karena itu, mau tidak mau, banyak mahasiswa Indonesia yang terbang ke Belanda, salah satunya ke Leiden University Law School, Leiden, sebuah kota di antara Amsterdam, Den Haag, dan Rotterdam. Leiden University Law School menggandeng Pusat Grotius untuk studi hukum internasional dan beragam kegiatan di Denhaag yang dikenal sebagai “The Legal Capital of the World”. Selain itu ada juga Universiteit van Amsterdam (UvA) yang memiliki program International and European Law: International Trade and Investment Law.

Dengan sistem hukum European Continental-nya, Belanda memformulasikan berbagai sekolah hukumnya menjadi tempat yang sesuai untuk mendalami hukum Continental dan International secara mendalam. Hal ini menarik minat mahasiswa Asia, Australia, Eropa, Amerika Utara, Afrika sampai Amerika Latin untuk mengikuti kelas hukum di Belanda. Dengan berbagai latar belakang, beragamnya sistem hukum serta pola analisis hukum yang menarik inilah kelas diskusi di fakultas-fakultas hukum di Belanda menjadi kaya akan pengalaman dan metode analisis hukum.

Universitas di Belanda menghasilkan lulusan bertaraf dunia. Memang, sejak dulu universitas-universitas di Belanda telah banyak mencetak lulusan mahasiswa brilian yang diantaranya berkontribusi dalam beberapa penemuan penting di dunia serta menjadi peraih nobel seperti Nicolaas Bloembergen (1920), fisikawan Amerika Serikat peraih nobel fisika tahun 1981 serta Nikolas Tinbergen (1907-1988), seorang ahli etolog dan ornitolog yang mendapatkan penghargaan nobel atas penemuannya di bidang biologi pada tahun 1973. Keduanya lulusan Universitas Leiden.

image006

Di Indonesia, salah satu lulusan Fakultas Hukum Universitas Amsterdam, Leiden yang berhasil menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia adalah Sutan Syahrir (1909-1966). Ada juga Imam Nasima, alumni Ultrect University, salah seorang anggota tim Pembaharuan Peradilan di Mahkamah Agung. Sebagai catatan, tim ini telah menghasilkan beberapa inovasi seperti Cetak Biru Mahamah Agung, upload putusan pengadilan secara berkala ke website MA, hingga penerapan sistem kamar di lingkungan MA.

Mungkin muncul pertanyaan, kenapa harus mengabadikan nama tokoh tertentu menjadi sebuah nama jalan sebagai bentuk apresiasi? Ini tidak lain karena Belanda merupakan sebuah negara dengan budaya bersepeda terbesar di dunia. Warganya pun senang berjalan kaki. Ruas jalan setapak untuk sepeda, motor, pejalan kaki merupakan bagian dari tradisi Belanda karena warga setempat akan sering melewati jalan serupa itu untuk kegiatan keseharian warga selain menjadi jalan pintas di kawasan tersebut. Terkait dengan hal ini, kebetulan pemerintah Den Haag memiliki kebijakan baru yakni bahwa jalan setapak dan sepeda di Den Haag juga harus diberi nama agar mudah diidentifikasi. Momentum ini rupanya bertepatan dengan usaha beberapa pegiat HAM seperti Amnesty Internasional Belanda untuk menjadikan nama Munir, tokoh yang vocal dalam memperjuangkan HAM, menjadi nama di Belanda. Hasilnya, jadilah nama Munir sebagai salah satu jalan setapak panjang di lingkungan Martin Luther King-Laan, dekat Salvador Allende Straat dalam kompleks perumahan Den Haag.

Bagi kita mungkin hanya jalan setapak. Tapi, bagi dunia, hukum dan kemanusiaan, jalan setapak di Den Haag merupakan symbol bagi para tokoh inspiratif di bidang penegakkan hukum dan kemanusiaan. Well, you go to Holland and everybody’s on a bike – nobody would think to have a car.

Sumber:
Gambar Munirpad: http://news.detik.com/read/2015/04/16/000910/2888699/10/nama-munir-resmi-jadi-nama-jalan-di-den-haag
Gambar Martin Luther King: http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://cp91279.biography.com
Gambar Universitas Leiden: https://tattyelmir.wordpress.com/2012/04/13/carilah-ilmu-hukum-sampai-ke-leiden/

Inspirasi:

http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/11/384542/wah-ada-jalan-munir-di-den-haag

http://news.detik.com/read/2015/04/16/000910/2888699/10/nama-munir-resmi-jadi-nama-jalan-di-den-haag

http://sp.beritasatu.com/internasional/munirpad-di-den-haag-merayakan-ingatan-terhadap-munir-di-belanda/84374

https://tattyelmir.wordpress.com/2012/04/13/carilah-ilmu-hukum-sampai-ke-leiden/

https://www.google.com/search?q=PENEGAKAN+HAM%2C+Munir+Menjadi+Nama+Jalan+di+Den+Haag%2C+Belanda.htm%23.VT0dufCufIV&ie=utf-8&oe=utf-8

https://madimuktiyono.wordpress.com/2010/04/27/lulusan-universitas-belanda-menakjubkan/

http://www.brainyquote.com/quotes/keywords/holland.html#2HXY8hJQIm6EXtxG.99

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://cp91279.biography.com