403. Belanda – Reformasi suatu Negara dalam Diorama Kultur, Budaya, Sosial, dan Air

Penulis : NURSYABANI HENDRO PRABOWO
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Romantisme suatu negara dengan bauran alam, layaknya negeri dongeng, jelas terpampang di sebuah negara yang diberi nama Nederland, Holland atau di Indonesia kita menyebutnya dengan nama – Belanda. Negara yang disebut memiliki ikatan sejarah secara langsung terhadap Indonesia (selain dari cerita tentang penjajahannya, bangunan peninggalannya tampak lebih berkesan untuk dipandang) secara langsung maupun tidak langsung merupakan negara yang ‘harus’ bersahabat dengan suatu elemen yang menguasai kehidupan bumi, air. Kenapa bisa disebut demikian ? Ambillah satu contoh sederhana dalam pelajaran kita di Sekolah Dasar, Belanda merupakan negara yang secara geografis memiliki permukaan rendah ( 20% wilayahnya berada dibawah permukaan laut, beserta 21% penduduknya). Dari satu pelajaran SD sederhana tersebut, Belanda tidak serta merta memindahkan 21% penduduknya (apalagi saat itu masih dalam era perang dengan baju besi). Belanda di era abad ke 13 telah memikirkan suatu sistem pengaliran air, dengan bantuan kincir angin yang menjadi notabene negara tersebut saat ini.

Matematika kalian berguna di negara ini ! Trust Holland, they works !
Berdasarkan jurnal ataupun artikel dari VROM yang berjudul Living With Water , dalam rentang 1992 – 2006 Belanda memiliki 49 proyek yang berbasiskan air dan lingkungan hidup. Sebuah basis yang cukup elegan di era industrialisasi saat perang Irak masih berkecamuk saat itu.

Sebagai seorang yang bergelut di bidang matematika dan statistika (penulis adalah mahasiswa dari jurusan Statistika, ITS Surabaya), penulis tertarik terhadap inovasi yang berjudul Higher maths for sustainable groundwater abstraction , sebuah inovasi atau proyek dari Utrecht University. Proyek ini dapat dikatakan merupakan gabungan serasi antara dunia matematika yang abstrak, dunia software – dunia yang memerlukan pemahaman yang jauh lebih eksentrik (karena merupakan terapan matematika), serta unsur fisik atau elemen utama – air. Proyek ini dikembangkan untuk mengetahui interaksi antara perencanaan pembangunan tanah dengan groundwater abstraction , yang berfungsi dalam produksi air minum di Belanda. Apa yang membuat proyek ini berbeda ? Menurut pendapat sang project leader Paul Schot, proyek ini membantu perusahaan air minum (tidak hanya pengembang dari negara – seperti di Indonesia) untuk mengantisipasi segala keputusan dan resiko yang terjadi di kemudian hari.

image004

Di kemudian hari, dengan membaca jurnal yang sama, beberapa fakta menarik patut penulis catat disini. Pertama, dua pertiga air minum negara kecil ini berasal dari air dalam tanah, dan kualitas air tanah tiap daerah berbeda !. Kedua, kebanyakan efek dari perbedaan kualitas air tanah ini walaupun berbeda tiap daerahnya, ternyata juga berbeda waktu ketika efek kualitasnya terasa, hingga ber-dekade pun ada yang baru berdampak. Yang ketiga adalah, Selamat ! pelajaran integral atau kalkulus anda tidak sia-sia (terutama saat anda duduk di kelas 3 SMA ataupun semester 1-2 di perkuliahan) sistem yang digunakan untuk mendeteksi perubahan kualitas ini, yang diberi nama The Groundwater Quality Prediction System (GQPS) merupakan sebuah sistem yang berbasiskan pendekatan integral, dan hasil dari pendekatan integral ini meyakinkan perusahaan air minum serta penduduk Belanda mengenai penggunaan optimal dari produksi air minum, sederhana bukan ?

Dari perjalanan nostalgia Kalkulus, mari berkunjung ke hati Rakyat Belanda !

Judul diatas memang agak seperti berlebihan, tetapi hal ini benar adanya. Dengan kondisi geografis yang dibawah permukaan laut tentu saja Kultural dan Sosial Belanda juga dipengaruhi oleh air. Menurut data dari Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda, ada beberapa proyek yang diusung sebagai sarana alternatif rekreasi warga serta infrastruktur negara.

image006

Taman diatas terlihat seperti sebuah taman rekreasi yang memiliki patung cyborg, kan ? Taman diatas adalah salah satu inovasi yang diusung Belanda yaitu, Combination Dike. Kegunaan dari inovasi tersebut adalah penggunaannya untuk tanah atau shore di Belanda. Sebagai negara yang memiliki letak geografis dengan permukaan rendah, Belanda harus memikirkan banyak cara untuk mengelola tanahnya yang cukup lemah atau tidak terlalu kuat, dan mereka mampu menggabungkannya sebagai bagian dari arena rekreasi.

image008

Bukan, gambar diatas bukan proyek jembatan baru (re:selat sunda yang terbengkalai) di Indonesia. Gambar diatas adalah proyek kanal yang ada di Belanda. Proyek ini diberi nama High Water Channel, karena apa ? Kanal ini diproyeksikan bukan untuk sungai atau aliran air kecil yang bakal menjadi lebih deras ketika musim hujan, tetapi kanal ini diproyeksikan ketika sungai ataupun beberapa sungai meluap sekaligus sehingga akan memberikan tempat untuk mereka. Proyek ini dibentuk karena kemungkinan banjir yang selalu meningkat di Belanda, serta kurangnya tempat khusus untuk penampungan air yang meluap. Selain dari fungsi tersebut, tempat ini cukup memberikan sarana refreshing yang cukup menyenangkan bagi warga negara Belanda.
Dengan perkembangannya saat ini, diorama reformasi Belanda jelas tidak terletak pada revolusi ataupun perang besar seperti negara lain (kecuali saat negara mereka diduduki Napoleon ataupun Hittler). Reformasi mereka jelas terletak pada keinginan mereka untuk mengimbangi alam, sekaligus menghormati mereka. Mengingat kondisi geografis dan apa yang mengelilingi negara tersebut, Belanda dan warganya mencoba untuk berdamai dengan alam yang direpresentasi oleh air di sekelilingnya. Dan Belanda serta warganya, telah berhasil – dalam hal tidak hanya berdamai tetapi juga hidup berdampingan dengan air, menjadikan mereka negara maju yang jauh dari kata kebanjiran (bahkan genangan sekalipun), sekaligus membuktikan bahwa mereka benar-benar Nederlands !

Referensi Tulisan :
Living With Water – 49 water projects in Netherlands within the context of LIFE environment (1992-2006), Commisioned by VROM and Senter Novem
Ministry of Infrastructure and the Environments – Water Innovations in the Netherlands (publikasi Maret, 2014)