406. Dialah Nereda Sang Pengendali Air Limbah Dari Belanda

Penulis : Anggarani Budhiasih
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001

Adalah Belanda, sebuah negeri yang secara geografis bukanlah sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alam, malahan sebaliknya negeri kecil ini ditakdirkan dengan ketidakberuntungan yang melandanya. Posisi daratannya yang berada di bawah permukaan air laut mengakibatkan negeri yang satu ini selalu dilanda banjir hampir di setiap tahunnya. Sehingga pantas saja negeri ini mendapat julukan negeri tenggelam pada mulanya. Berbekal dari keterbatasan itu, Belanda tak ingin menyerah pada takdirnya sebagai negeri tenggelam. Dengan seluruh daya dan upaya, dia berusaha bangkit untuk menundukkan masalah air yang membelitnya selama berabad-abad. Hasilnya, muncullah Belanda sebagai negeri pengendali air, dibuatlah kincir-kincir angin untuk memompa air laut beserta bendungan-bendungan dan tanggul-tanggul yang tangguh dan kokoh untuk menahan hempasan air laut. Sekitar 13 buah bendungan dibangun secara bertahap dalam kurun waktu 39 tahun. Bendungan pertama selesai dibangun pada tahun 1958 di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur kota Rotterdam. Kemudian disusul The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering) yang panjangnya hampir mencapai 11 kilometer. Bendungan ini sebagai benteng pertahanan Belanda dari gempuran air laut tepatnya di daerah Zeeland. Bendungan terakhir selesai dibangun di muara Nieuwe Waterweg pada tahun 1997, adalah The Maeslantkering, sebuah kanal yang menjadi pintu masuk menuju Pelabuhan Rotterdam. Bendungan ini telah diintegrasikan dengan sistem komputerisasi yang canggih, sehingga gerbangnya mampu membuka dan menutup secara otomatis ketika terjadi badai.

image002
Maeslantkering: http://oceans.mit.edu/featured-stories/engineering-hurricane-protection-future-3-questions-chiang-c-mei/attachment/maeslantkering-barrier

Tak hanya berhenti sampai disitu saja, hingga kini Belanda pun masih tetap berjuang untuk mengendalikan air dengan segenap inovasi yang tengah dikembangkannya. Sehingga menjadi sangat wajar bahwa air telah menjadi bagian dari budaya Belanda. Bahkan baru-baru ini Belanda tengah mengembangkan inovasi untuk menaklukkan air limbah dengan jalan memurnikannya dari kandungan zat-zat yang berbahaya. Adalah Nereda, inovasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Delft University of Technology di Belanda, yaitu sebuah teknologi pemurnian air limbah dengan menggunakan konsep butiran-butiran organik yang bersifat aerob (memerlukan bantuan oksigen dalam prosesnya) atau lebih dikenal dengan istilah aerobic granular biomass (biomassa granular aerobik). Nereda ini sangat solutif untuk menanggulangi masalah air limbah yang tengah dialami hampir seluruh negara-negara di dunia karena sangat mengedepankan prinsip efisien dan berkelanjutan. Bukan hanya hemat dalam segi pembiayaan melainkan juga hemat dalam segi penggunaan energi. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan yang digunakan hampir seluruhnya menggunakan bahan organik dan juga untuk instalasi pengolahan air limbah yang digunakan untuk Nereda ini juga tidak memakan banyak tempat sehingga tidak memerlukan peggunaan energi yang cukup besar.

image003
Endapan butiran biomasa aerobik (kiri), biomasa aerobik aktif (kanan) (Sumber: http://www.tnw.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/kroonprins-opent-zuiveringsinstallatie/)

Lantas apa yang membuat Nereda ini berbeda dengan teknologi pemurnian air limbah yang lain? Pada teknologi Nereda ini butiran-butiran akan lebih cepat mengendap jika dibandingkan dengan menggunakan teknologi lain yang serupa, di samping itu penggunaan Nereda ini sendiri mampu menghemat konsumsi energi hingga 30% dan biaya konstruksi yang yang lebih hemat sekitar 20% jika dibandingkan dengan teknologi pemurnian limbah biasa. Di Belanda instalasi Nereda ini telah selesai dibuat dan dikembangkan di kota Epe, Gelderland di oleh RoyalHaskoningDHV yang bekerjasama dengan TU Delft dan STOWA.

image004
Proses pemurnian dengan Nereda (Sumber: http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/nereda/about-nereda)

Ternyata tak hanya di Belanda saja teknologi Nereda ini digunakan. Akan tetapi inovasi teknologi ini telah merambah ke pasar internasional. Ada beberapa Negara yang mengajukan bentuk kerjasama dengan RoyalHaskoningDHV, selaku pemilik paten dari Nereda, untuk mengembangkan teknologi pemurnian air limbah dengan menggunakan konsep biomasa organik Nereda. Diantaranya adalah, Imtech perusahaan yang menjadi partner RoyalHaskoningDHV untuk mengembangkan Nereda di Inggris, Aquatec Maxcon di Australia, VA TECH WABAG di India dan Swiss, serta negara-negara yang lainnya.

image005
Kerjasama Instalasi Nereda RoyalHaskoningDHV dengan Aquatec Maxcon di Australia, Sumber: http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/12298-australia-s-first-next-generation-nereda-wastewater-treatment-plant-contracted.html

Mungkin terlintas dalam benak kita, mengapa produk Nereda yang menggunakan konsep begitu sederhana ini mampu mendunia. Jawabannya adalah karena Nereda ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produk lain yang serupa dengannya. Lalu apa saja keunggulan Nereda? Pertama, karena penggunaan Nereda dapat menghemat biaya. Hal ini disebabkan dalam instalasi Nereda hanya membutuhkan sedikit peralatan mekanik jika dibandingkan dengan cara konvensional yang jauh lebih boros. Kedua, karena memiliki konsentrasi biomassa yang tinggi di dalam tangka, maka instalasi Nereda ini tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga lebih praktis dan tidak memakan lahan untuk pemasangan instalasinya. Dengan memanfaatkan Nereda mampu menghemat penggunaan lahan untuk pengolahan limbah hingga 75%. Ketiga, Nereda sangat praktis karena begitu mudah dioperasikan. Hal ini disebabkan dalam Nereda dilengkapi AquaSuite Nereda Controller, yaitu sebuah kontroler yang terintegrasi di setiap butiran-butiran Nereda yang memudahkan dalam pengoperasian teknologi ini. Dan yang keempat, Nereda merupakan teknologi purifikasi air limbah yang sangat solutif karena mengusung konsep berkelanjutan dan terbarukan, sehingga Nereda memiliki tingkat konsumsi energi yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan teknologi konvensional lainnya.

image006

image007
Logo Nereda & Instalasi Nereda di Epe, Belanda, Sumber: http://www.tnw.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/kroonprins-opent-zuiveringsinstallatie/

Nah, itulah inovasi Nereda yang lahir dari negeri Tulip, walaupun konsepnya teramat sangat sederhana namun mampu mendunia. Jenis-jenis teknologi seperti Nereda lah yang sangat diperlukan dunia saat ini, karena dengan konsep biomasa yang terbarukan dan berkelanjutan akan lebih ramah lingkungan dan mampu mengurangi dampak negatif serta pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh sektor perindustrian. Semoga konsep Nereda seperti ini juga akan diterapkan di Indonesia, sehingga mampu mengatasi masalah krisis air bersih yang akhir-akhir ini melanda nusantara tercinta ini.

Referensi:

http://www.tnw.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/kroonprins-opent-zuiveringsinstallatie/

http://www.tnw.tudelft.nl/en/research/health-energy-and-environment/highlights/nereda-efficient-waste-water-treatment/

http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/nereda/advantages

http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/nereda/about-nereda

http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/12298-australia-s-first-next-generation-nereda-wastewater-treatment-plant-contracted.html