416. Menerangi Dunia Lewat Sepak Bola, Kontribusi Bangsa Belanda Pasca-Total Football

Penulis : Arie Putra
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Total Football, Tim Nasional Belanda sangat identik dengan gaya tersebut, salah satu strategi bermain yang mengharuskan pemain terus mengalir seperti air, di mana ini adalah terobasan Belanda di dalam sepak bola. Banyak nama-nama besar yang menjadi legenda sepak bola dilahirkan melalui gaya bermain tersebut, seperti Marco Van Basten, Ruud Gulit, dan Frank Rijkard. Mereka bermain terlalu indah hingga setiap orang hanya bisa berkata “sayang sekali, mereka tidak pernah bisa memenangkan Piala Dunia”.

image001
Tim Nasional Sepak Bola Belanda
Sumber: http://www.indopos.co.id/2014/07/de-oranje-tak-pernah-kalah-dari-wakil-concacaf.html

Di belahan bumi yang lain, Brazil muncul sebagai negara adidaya dalam sepak bola nyaris satu abad yang lalu, di mana negara Amerika Selatan ini memulai kampanyenya untuk memenangkan lima tropi piala dunia. Raihan ini adalah yang terbanyak dari apa yang pernah dicapai sebuah tim sepak bola di muka bumi ini. Selain itu, ada sekitar tiga ribu orang warga negara Brazil memiliki profesi sebagai pemain sepak bola, yang dua per tiganya bermain untuk kesebelasan di luar negeri. Selecao, julukan Tim Nasional Brasil, tentunya memiliki capaian yang jauh lebih mentereng jika dibandingkan dengan Tim Nasional Belanda.

Namun baru-baru ini, Negeri Kincir Angin membuat sebuah keajaiban kecil di Morro da Mineira, salah satu wilayah di pusat Kota Rio De Jeneiro, Brazil. Sebuah keajaiban kecil yang akan merevolusi industri sepak bola dunia di kemudian hari sudah siap untuk membuat setiap orang berdecak kagum.

Sumber Energi Dunia dan Dunia Sepak Bola
Beberapa kejadian belakangan membuat banyak orang sadar bahwa sepak bola dan sumber energi yang berkelanjutan adalah dua hal yang sulit dipisahkan, sebut saja pertandingan antara Persib Bandung menghadapi Semen Padang pada 4 April 2015. Dalam pertandingan tersebut, listrik stadion Si Jalak Harupat mengalami pemadaman saat pertandingan memasuki menit ke-87. Banyak orang mengatakan bahwa ini adalah persoalan yang wajar terjadi di negara yang minim prestasi sepak bola, seperti Indonesia.

Lampu Stadion Padam di Indonesia
image002
Sumber: http://www.tribunnews.com/superball/2014/03/21/persiba-u-20-vs-timnas-u-19-panpel-jamin-lampu-stadion-tak-mati-lagi

Namun jika melihat data-data yang ada, liga-liga Eropa juga pernah mengalami persoalan yang sama dalam lima tahun belakangan. Pada 12 Desember 2014, kejadian yang sama juga terjadi di markas tim elit Turki, Besiktas. Ketika itu, Besiktas sedang bertanding menghadapi Totenham Hotspur di lanjutan Liga Eropa. Selain itu, Hal serupa juga pernah terjadi di pertandingan Liga Inggris, yang mempertemukan Leicester City melawan Reading di tahun 2013 yang lalu.

Stadion Mati Lampu di Liga Inggris
image003
Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/12/29/listrik-mati-fans-leicester-kompak-nyalakan-ponsel-untuk-terangi-stadion

Hal ini sepertinya adalah sebuah masalah yang dapat dihadapi oleh semua pertandingan sepak bola di dunia ini. Seperti industri lainnya, sepak bola sebagai sebuah produksi masal tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan sumber energi. Agar terus dinikmati oleh dunia, inovasi untuk memperbaiki hal tersebut tentunya sangat dibutuhkan saat ini.

Royal Dutch Shell atau yang akrab dikenal Shell, sebuah perusahan asal Belanda, begitu menyadari hal tersebut. Untuk menjawab permasalahan tersebut sebagai sebuah tantangan global, mereka melakukan sebuah penelitian mendalam yang melibatkan banyak ilmuwan, yang membahas isu-isu mengenai sumber energi inovatif. Dalam studi tersebut, peneliti-peneliti menemukan bahwa tanah dapat berfungsi sebagai sebuah media untuk mengantarkan tenaga yang dihasilkan oleh hentakan kaki dan jejak langkah manusia sebagai sebuah pembangkit listrik.

Hasil penelitian ini tentunya memiliki manfaat yang begitu besar bagi perkembangan energi dunia dan dunia sepak bola khususnya. Tanah tidak lagi hanya sekedar panggung bagi seniman-seniman lapangan hijau ketika beraksi, tetapi juga berfungsi sebagai sumber penggerak dari pertunjukan yang mereka adakan.

Morro da Mineira Sebagai Pilot Project
Morro da Mineira, sebuah pemukiman padat penduduk di Brazil, menjadi projek pertama dari perusahan Belanda ini. Mereka melihat animo bermain bola masyarakat Brazil yang tidak akan pernah kantuk oleh malam. Oleh karena itu, mereka butuh penerangan untuk melakukan itu semua.

Foto Lapangan Sepak Bola di Morro da Mineira
image004
Sumber: http://www.shell.com/global/aboutshell/lets-go-tpkg/morro-da-mineira.html

Lapangan futuristik tersebut memiliki sumber energi untuk penerangan yang berasal dari tenaga surya dan hentakan kaki dari para pemain bola. Semakin banyak jam yang dihabiskan oleh anak-anak Brazil, tenaga listrik yang dapat dikumpulkan juga menjadi semakin banyak.

Cara bekerja dari lapangan tersebut adalah dengan menggunakan plat-plat yang disuplai dari sebuah perusahan yang fokus dari pembangunan lantai kamar mandi di London, kemudian ditimbun di bawah tanah. Benda tersebut menyimpan energi kinetik yang dihantarkan melalui tanah. Energi yang disimpan tersebut dialirkan ke lampu-lampu dengan watt yang sangat besar untuk menerangi lapangan sepak bola.

Penyusunan Lempeng Penyimpan Energi
image006
Sumber: http://www.pavegen.com/projects/shell-football-pitch-rio-de-janeiro

Untuk tahap awal, sumber energi ini masih dikombinasikan dengan tenaga surya, di mana keduanya dianggap sangat ramah lingkungan oleh para ilmuwan yang dilibatkan oleh Shell. Namun, pengembangan lebih lanjut akan mengarah untuk menggunakan energi kinetik ini secara penuh.

Lapangan Sepak Bola Inovatif
image008
Sumber: http://www.pavegen.com/projects/shell-football-pitch-rio-de-janeiro

Proyek percontohan yang dilakukan di Brazil ini mendapatkan sambutan dan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat. Bahkan, pembukaan dari lapangan tersebut dihadiri secara langsung oleh Pele, seorang legenda hidup sepak bola dunia. Para peneliti Belanda masih memikirkan cara membangun sumber energi kota dari cara yang sama. Jangan terkejut, suatu saat Belanda menjadi satu-satunya negara di dunia, yang warganya tidak hanya membayar pajak, namun juga menyumbang sumber energi penerangan untuk negaranya.

Sumber:

http://berita-prediksibola.com/fans-leicester-kompak-menyalakan-ponsel-dikala-listrik-mati-di-stadion/

http://jabar.tribunnews.com/2015/04/04/ini-tanggapan-pemkab-bandung-soal-padamnya-listrik-stadion-si-jalak-harupat

http://jabar.tribunnews.com/2015/04/04/heboh-stadion-si-jalak-harupat-mendadak-mati-lampu

http://www.shell.com/global/aboutshell/lets-go-tpkg/morro-da-mineira.html

http://www.pavegen.com/projects/shell-football-pitch-rio-de-janeiro

http://www.gizmag.com/pavegen-shell-kinetic-tiles-soccer-pitch-brazil/34113/

http://panditfootball.com/sains-bola/lapangan-sepakbola-yang-menghasilan-energi-dari-pijakan-kaki/

http://bola.viva.co.id/news/read/609866-insiden-mati-lampu-stadion-persib-bikin-semen-padang-kecewa