421. Memanfaatkan Turbin Angin Bekas Sebagai Aksi Penyelamatan Lingkungan

Penulis : Ismah Rustam
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Tulisan ini akan difokuskan pada elemen tanah yang merupakan tempat berpijak seluruh aktivitas kehidupan di muka bumi. Salah satu hal terpenting ialah memikirkan gebrakan inovasi berkelanjutan demi keseimbangan rantai kehidupan. Ketika mendengar kata Belanda, yang terlintas dibenak kita ialah sebuah negara maju dengan daratan indah berhias bunga Tulip dan Kincir Angin yang sekaligus menjadi ikon kejayaan negeri Oranye ini. Dalam hal teknologi, Belanda patut di acungi jempol. Terbukti dengan berbagai inovasi yang lahir dari ide para ilmuan sejak berabad lalu. Sebut saja kemajuan teknologi kincir angin yang selalu menjadi inspirasi negara lain dalam menanggulangi permasalahan volume air laut. Kini, produksi turbin angin terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Teknologi terbarukan menyempurnakan teknologi kincir sebelumnya. Perusahaan pembuatan kincir angin kini tersebar di berbagai negara baik di belahan Eropa, Amerika, hingga beberapa negara Asia seperti China dan India. Perusahaan Vestas di Denmark menjadi perusahaan terbesar di dunia dalam pembuatan turbin angin. Belanda adalah salah satu negara yang memiliki ketergantungan terhadap keberadaan turbin angin, bisa dilihat pada tahun 2013 setidaknya Belanda membutuhkan sekitar 1.975 turbin angin aktif.

Kemajuan teknologi turbin angin tak luput dari ancaman efek jangka panjang sehingga perlu upaya untuk meminimalisir efek tersebut sebelum menjadi masalah di kemudian hari. Baling-baling turbin angin terbuat dari bahan komposit dan material sejenis fiberglass. Dimana, daur ulang serat kaca komposit ini begitu rumit dan kompleks sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan. Turbin angin layaknya benda mati pada umumnya, memiliki batasan fungsi dan jangka waktu pemakaian. Turbin angin terus bekerja dan bergerak sepanjang waktu hingga mengalami kerusakan dan perlu pembaharuan. Sehingga batang-batang turbin dan bilah-bilah kincir yang tidak dapat digunakan lagi harus di musnahkan. Sementara kebijakan tempat pembuangan akhir (TPA) untuk bahan komposit karbon kini dilarang keras di Eropa. Dengan demikian, beberapa negara memilih cara menghadapi sampah turbin angin dengan dihancurkan atau dibakar, padahal solusi ini jauh lebih berbahaya.

Perlu kita ketahui bahwa sampah turbin kerap menumpuk paling tidak sebanyak 200 rongsok turbin setiap tahunnya di Belanda dan sekitar 225.000 ton sampah turbin diproduksi setiap tahunnya di seluruh dunia. Hampir seperempat juta kincir angin di seluruh dunia harus diganti pada tahun 2030. Seiring perjalanan waktu jumlah rongsok turbin semakin bertambah banyak. Bahkan tidak jarang tumpukan kincir tersebut dipilah dan dicacah kemudian ditumpuk dengan berbagai sampah elektronik lain lalu diangkut oleh sejumlah kontainer, selanjutnya dikirim menuju beberapa negara-negara Asia Selatan dan Afrika untuk dilakukan instalasi daur ulang. Di satu sisi, Uni Eropa dikenal yang paling reaktif terhadap permasalahan lingkungan dan pemanasan global. Berbagai upaya dan kebijakan dikeluarkan demi keselamatan lingkungan dunia. Belanda menjadi penggagas dalam mencetuskan proyek penyelamatan lingkungan melalui skema reduce, reuse dan recycle pada sampah-sampah skala besar seperti turbin. Reuse menjadi salah satu cara tepat yang telah di aplikasikan di beberapa kota di Belanda.

Salah satu inovasi Belanda yaitu dengan membangun fasilitas taman bermain anak yang disulap dari turbin angin bekas. Pada bulan Oktober tahun 2008 untuk pertama kali proyek reuse turbin angin bekas diperkenalkan di Belanda, tepatnya di utara Rotterdam. Taman bermain ini diberi nama “Wikado Playground” yang terdiri dari baling-baling tua, didesain dengan rapi, dibentuk dalam potongan yang masing-masing bagiannya mempunyai fungsi, dihiasi dengan motif warna-warni yang menarik perhatian mata anak kecil. Terdapat pola grafis serta sekat-sekat antar wahana pada taman bermain ini. Lapangan sepakbola mini, papan seluncur, ayunan, serta dibangun empat menara kecil yang terbuat dari ujung bilah baling-baling kincir yang didesain sebagai menara pandang dengan ruang kecil didalamnya dan sebuah menara yang dilengkapi dengan kincir angin kecil, yang menghasilkan energi untuk pompa air.

Alasan lain yang mendorong munculnya ide kreatif ini ialah adanya keluhan yang sering diutarakan oleh masyarakat Belanda mengenai kebebasan anak untuk bermain arena publik. Juga, rancangan taman bermain anak yang disediakan pemerintah selama ini hampir semua terlihat sama. Baik dari bentuk, jenis permainan yang ditawarkan, hingga warna yang serupa. Hal tersebut membuat anak-anak menjadi bosan. Kreativitas dan inovasi yang mendorong para profesional di Belanda hingga mencetuskan taman bermain yang benar-benar unik dan ramah lingkungan. Serta dirancang untuk memaksimalkan kemampuan imajinatif anak, interaksi sosial, dan pengembangan diri. Serta keinginan para orang tua akan taman bermain yang mudah dijangkau dan terkonsentrasi di area pusat kota. Yang terpenting ialah tidak membutuhkan anggaran besar untuk mendirikannya. Karena anggaran besar tentu akan menaikkan tarikan tarif pajak bagi para pengunjung. Kebutuhan inilah yang mendorong terciptanya taman bermain anak dari turbin angin bekas.

image001
Desain bangunan taman bermain Wikado.

image002
Turbin angin bekas di jadikan tempat bermain anak-anak.

Selain dimanfaatkan untuk membangun taman bermain yang berkonsep ramah lingkungan, turbin angin bekas juga dijadikan sebagai bahan pokok pembuatan halte bis maupun Public seating yang dapat kita jumpai di kota Rotterdam. Bangunan ini didesain dengan unik sehingga menarik perhatian khalayak ramai serta menawarkan kenyamanan bagi pengguna fasilitas tersebut.

image003
Public seating in Rotterdam.

Pemanfaatan turbin bekas ini menjadi salah satu inovasi yang menguntungkan negeri kincir sekaligus menyelaraskan dengan semboyan save our land yang sedang didengungkan Eropa. Sebagai fasilitas publik, sifat yang melekat dari material ini tahan terhadap keadaan cuaca dan angin, organik, serta memiliki struktur yang kuat dan kaku. Inovasi pemanfaatan bangkai turbin membawa banyak keuntungan bagi Belanda, diantaranya yang dapat saya disimpulkan ialah sebagai gebrakan inovasi ramah lingkungan, pemanfaatan kembali limbah barang bekas, menumbuhkan kreativitas di lapisan masyarakat, menghemat pengeluaran belanja negara dalam hal pembangunan fasilitas publik, mempercantik desain tata kota, memenuhi hak anak untuk mendapatkan area bermain yang aman serta menginspirasi banyak kota di berbagai negara untuk mengembangkan inovasi serupa.

Referensi :
1. http://www.notechmagazine.com/2015/02/a-world-made-of-rotor-blades.html
2. http://www.playgroundprofessionals.com/news/playgrounds/playgrounds-made-junk104
3. http://www.dutchdfa.com/news/86/turbine-trash-turns-into-playground
4. http://www.vestas.com/en/products_and_services/turbines
5. http://statline.cbs.nl/StatWeb/publication/?DM=SLNL&PA=70960NED&D1=0-1,6,9&D2=a&D3=22-23&VW=T