428. Self Healing Concrete : Pengembangan Proyek Materi Aspal yang Dapat Memperbaiki Diri Sendiri

Penulis : Fitria
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Belanda lagi-lagi berinovasi, tak heran negara ini dijuluki sebagai negara paling inovatif. Kali ini inovasi dilakukan oleh seorang professor berkebangsaan Belanda, Erik Schlangen namanya. Beliau merupakan peneliti di Delft University of Technology. Penelitian mutakhirnya bertema “self healing” dengan material aspal. Terdengar rumit memang, bagaimana mungkin benda mati semacam aspal dapat menyembuhkan dirinya sendiri bila mengalami kerusakan/retak? Tapi penelitian ini membuatnya mungkin!

Erik mengembangkan aspal yang memiliki kemampuan untuk “menyembuhkan” dirinya sendiri pada bagian yang mengalami keretakan disebabkan pembebanan. Aspal yang dikembangkan ini meniru proses penyembuhan tulang ketika mengalami patah/ retak. Struktur tulang terdiri dari dua bagian, bagian luar sifatnya keras dan bagian dalam bersifat lunak dan berpori layaknya spons. Pada bagian dalam tulang inilah tersusun jaringan dengan kemampuan menyembuhkan. Jadi ketika tulang mengalami keretakan, di daerah sekitar keretakan darah akan membeku dan membentuk jaringan baru yang menyambung bagian yang patah.

Prinsip penyembuhan tulang ini pula yang terjadi pada aspal buatan erik. Erik melakukan pendekatan penelitian dengan mengaktifkan proses “penyembuhan” aspal melalui pemanasan induksi untuk meningkatkan daya tahan aspal. Untuk itu erik menambahkan materi khusus, serat baja. Jadi proses penyembuhan aspal ini, ketika aspal retak maka serat baja akan meleleh melalui pemanasan dan langsung menutup keretakan. Suhu pemanasan yang optimal adalah 850C, pemanasan yang terjadi berulang kali tidak akan menurunkan kualitas aspal, jadi berkali-kali dipanaskan pun, aspal ini akan tetap melakukan “penyembuhan” sendiri bila retak. Penambahan materi khusus seperti serat baja memiliki alasan yang sangat masuk akal, karena material ini dapat dijadikan penghantar elektrik dan panas dalam proses pemanasan. Setelah proses pemanasan dan aspal mulai mendingin, maka aspal akan kembali ke bentuk semula sebelum retak dan akan membuat pori-pori aspal menjadi lebih kecil dan membuat aspal memiliki daya tahan lebih lama. Pengecilan pori-pori ini sangat berdampak bagi ketahanan aspal, karena semakin besar pori-pori akibat oksidasi, maka pori-pori tersebut dapat dimasuki kerikil dan membesar sehingga membentuk lubang dan retak.

image002
Gambar 1. Proses healing Aspal (http://erikschlangen.wix.com)

Aspal merupakan material yang paling banyak digunakan hingga mencapai delapan milyar meter kubik dan setiap 100 kilogramnya mengeluarkan 20 kilogram emisi CO2. Dengan self-healing concrete lingkungan dan sumber daya alam dapat terjaga kelestariannya dan juga menghemat biaya. Erik sudah menguji coba material ini di jalan tol A58 pada bulan Desember 2010 yang hasilnya sangat memuaskan, jalan ini bertahan hingga dua musim. Dengan aspal ini maka pemerintah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan jalan. Aspal buatan Erik ini diyakini lebih efisien dari segi waktu, biaya, dan juga lebih aman dinilai dari faktor lingkungan. Karena metode self-healing concrete diyakini dapat memperpanjang usia jalan hingga 30 tahun dibandingkan dengan metode recycling.

image004
Gambar 2. Aspal sebelum dan sesudah healing (http://erikschlangen.wix.com)

Dari hasil pengamatan lapangan, aspal menunjukkan ketahanan yang baik, dengan kapasitas “penyembuhan” yang tinggi. Di sini dapat disimpulkan bahwa penyembuhan dengan metode pemanasan induksi ini sangat baik untuk meningkatkan daya tahan aspal. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa menerapkan teknologi ini, lihat saja jalanan aspal kita yang berlubang-lubang. Berapa rupiah yang harus digelontorkan untuk menambal kembali aspal-aspal berlubang tersebut? Bukankah dengan kemajuan teknologi ini, negara kita bisa berhemat untuk masalah infrastruktur yang sekarang didengungkan oleh pemerintah.

Referensi:

http://repository.tudelft.nl/view/ir/uuid%3Adea292f3-15ee-490a-a59c-5365df63bc16/

http://erikschlangen.wix.com/erikschlangen#!projects

http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/12/tedxdelft-talk-erik-on-youtube.html

http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/10/erik-tedx-delft.html

http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/03/very-fast-self-healing-shcc.html