430. Bercermin dari ide permen legendaris Belanda, hopje

Penulis : M. Sukron
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Bagi anda mungkin ada yang mengenal permen dari negeri kincir angin, atau malah penggemarnya sejak kecil ??? Ya, hopje, dibaca hopye atau hopyes. Permen imut asli belanda ini menurut ensiklopedia digital wikipedia.org disebutkan Hopje adalah permen dengan rasa kopi dan karamel. Hopje berasal dari Den Haag, karena itu juga sering disebut Haagse hopjes. Hopje diciptakan oleh seorang bernama Hendrik Hop pada akhir abad ke-18.

Di Indonesia, permen dengan rasa kopi juga ada dan di ekspor ke mancanegara, tetapi jika disandingkan sangat berbeda era dan berbeda nilai historis. Hopje seperti penggalan namanya seumpama kata hope (harapan) atau terdengar seperti love (cinta) dibuat dari saripati yang sangat eropa-centris. Masih menurut wikipedia bahan dasar pembuatan permen tersebut, selain kopi dan gula caramel, atau susu full-cream. Untuk menambah sensasi manis, dapat diberi coklat bulir choco-chip serta madu (honey). Kemasan untuk permen ini, dapat dibentuk secara variatif. Bukan hanya bentuk seperti perahu saja, tapi dapat juga dibentuk seperti hati, donat, serta bintang.

image001
Gbr 1. Permen hopje berbentuk perahu khas kayak khas Belanda
(sumber :wikipedia.org)

Belanda sebagaimana negara-negara eropa pernah memasuki era perlombaan untuk mendapatkan sumber energi, finasial dan prestis dari negara di belahan Timur. Belanda bagi Indonesia adalah masa lalu dan masa depan. Belanda sebagai masa lalu adalah peninggalan berupa gedung dan tata kota di banyak daerah di Indonesia. Dan sebuah potret kelam, bernama penjajahan. Sebagai masa depan, Belanda dikenal sebagai negeri yang penuh dengan inovasi dan kreativitas. Ide dan kreativitas menjadi potret indah sebagai inspirasi rakyat Indonesia yang sedang bergelut membangun negeri dan memperbaiki derajat kesejahteraan wong cilik.

Karena alasan historis ini permen mungil ini juga pernah masuk ke Indonesia, dan telah diadopsi menjadi menu baru di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya di Semarang hopjes dijadikan minuman dingin yang mantaf. Pemilik restoran yang beralamat di Jalan Gajahmada Semarang, Jongkie Tio mengatakan; minuman ini merupakan ‘peranakan’ Belanda yang sudah dikenal cukup lama. Minuman berwarna cokelat cukup pekat ini biasanya disajikan dengan es batu. Bahan dasar minuman ini sangatlah mudah, yakni kopi, susu full cream, cokelat dan caramel.

Diceritakan, ketika itu ada orang Belanda yang datang padanya untuk dibuatkan minuman, namun meminta perpaduan tersebut. Sang Belanda itu mengatakan ini minuman Hopjes, di Belanda dikenal sebagai permen yang memang banyak diminati. Pada akhirnya minuman itu menjadi salah satu menu utama yang ada di restoran yang sudah ada sejak 1991. Jika orang-orang susah mendapatkan permen Hopjes, bisa bernostalgia dengan minuman Hopjes khas Semarang. Saat menerima tamu-tamu dari Belanda, minuman ini juga selalu ada untuk disajikan.

Selain dijadikan minuman, inspirasi dari permen cilik hopje lainnya adalah dijadikan panganan kue berupa puding. Seorang blogger di wordpress.com membuat artikel yang menceritakan proses pembuatan kudapan berbahan dasar dari permen hopje. Menurutnya setelah melihat isi kandungan hopje munculah ide untuk membuat puding hopje.

image004

image006
Gbr. 2 Es Hopjes versi Indonesia, buah karya orang Semarang… segerrrrrrr….(sumber : http://travel.kompas.com). Sebelah kanan Puding hopje
(sumber: amaliayunus.wordpress.com)

Bukan tidak mungkin di Belanda sana ada pabrik yang membuat permen dengan konten jahe, temu lawak, karena rempah dan herbal sudah menjadi bagian kehidupan sejak dahulu, tetapi kita tidak pernah mendengar produk tersebut sebagai produk andalan utama. Tumbuhan cengkeh, lada, ketumbar, biji pala, kayu manis, jahe, menjadi legenda dan pernah menjadi “emas hijau” di pelosok Eropa. Kisah penjelajahan armada eropa ke Indonesia ini adalah sejarah, dan hopje adalah kemandirian memungut berkah alam eropa sehingga melalui hopje kita dapat melihat cita rasa eropa unik khas Belanda.

Dari sini kita dapat bercermin, di Indonesia misalnya kaya akan rempah dan herbal mengapa tidak dibuat permen herbal asli Indonesia…? Produk permen rempah dan herbal masih sederhana, kurang menarik dan diproduksi dari usaha rumahan. Produk pabrik masih menonjolkan sisi khasiat dan janji-janji dari herbal dan melulu ditujukan untuk orang dewasa saja. Produk permen herbal-rempah Indonesia tersebut mesti murni rempah, tidak menggunakan pengawet berbahaya, dan menjauhi unsur kimia obat. Satu lagi dibuat dengan standard yang baik serta kemasan menarik asli Indonesia, motif batik (atau etnik khas Indonesia) bisa dipertimbangan.

image008
Gbr. 4 Kekayaan rempah Nusantara

Indonesia berada di urutan lima besar negara pengekspor rempah dan herbal. Rempah dan herbal yang dijual ke luar negeri sayangnya masih dalam bentuk bahan mentah, bukan barang jadi. Kekayaan lokal dan endemik rempah-rempah dan herbal Indonesia mestinya bisa mendunia lewat produk jadi. Hopje nama yang sederhana, adalah sebuah cermin bagi kita. Permen mungil nan manis ini, pernah meleleh dimulut anak-anak Indonesia ditahun 60-an higga kini, bisa menjadi inspirasi manis.

Sumber daya hayati rempah dan herbal Indonesia yang melimpah ruah dapat mendunia jika ditangani secara serius. Sederhana saja, temulawak dikenal baik untuk pencernaan, jahe sudah dikenal menghangatkan, dan kencur obat pegal linu alami. Jika dipadukan dalam satu wujud permen maka akan menjadi sesuatu, dan kelak dapat bersanding mesra dengan hopje yang telah kesohor itu.#

Sumber data dan foto :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hopje

http://www.amazon.com/Hopjes-Coffee-Candies/dp/B000W4OUCS

http://travel.kompas.com/read/2013/05/08/16074341/Hopjes..Paduan.Kopi.Cokelat.nan.Memikat

https://amaliayunus.wordpress.com/2015/02/09/puding-kopi-hopjes-terinspirasi-dari-permen-hopjes-belanda/

http://www.indonesia.travel/id/news/detail/1552/indonesia-promosikan-rempah-rempah-dalam-ethnic-food-europe-2015-trade-show

http://unik.kompasiana.com/2012/06/18/warisan-nama-makanan-khas-belanda-470686.html