434. Dari Bencana Menjadi Berkah

Penulis : Erich Kurniawan Widjaja
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda dikenal sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya dibawah permukaan laut. Dengan kondisi yang seperti itu Belada pernah di landa banjir besar pada tahun 1953 . Hal itu membuat ilmuan-ilmuan dan pemerintah Belanda berpikir keras untuk menciptakan sesuatu untuk melindungi negeranya dari terjangan jahat air agar tidak terjadi hal serupa. Akhirnyalah terbangun delta works.

Setelah menciptkan inovasi delta works, Belanda tidak duduk tenang saja. Belanda terus berinovasi terus-menerus sehingga tercapailah hasil bahwa hasil bumi nya dinikmati oleh negara lain. “Negara-negara lain menikmati kami organik wortel, tomat, keju, telur dan sereal Penjualan produk organik telah meningkat sebesar 100 juta euro” kata Menteri Agraria Belanda, Sharon Dijksma

Belanda mencatatkan dirinya menjadi negara nomer 2 setelah Amerika Serikat dalam di bidang ekspor hasil pertaniannya terutama hasil pertanian organik.
Sebesar 928.000.000 euro telah diraih oleh Belanda atas penjual tanaman organiknya. Tentu jumlah yang sangat fantastis bila kita kaitkan dengan luas wilayah Belanda yang hanya 41.528 km2 . Bandingkan dengan Indonesia yang seluas 1,904,569 km2 dan terkenal dengan negara agraria nya. Tentu tidak ada apa-apanya. Lahan-lahan pertanian yang pada jaman ini, hampir sebagian besar beralih fungsi menjadi gedung-gedung elite, perumahan, dan lain-lain.

image002
(sumber : http://www.government.nl/issues/agriculture-and-livestock/news/2015/02/11/dutch-organic-exports-close-to-one-billion-euros.html)

Lalu timbulah pertanyaan dibenak kita apa yang membuat Belanda sang Negeri di Bawah Laut itu mampu menjadi posisi nomer 2 eksportir produk organik?

Kunci pertamanya adalah inovasi Belanda memanfaatkan media rumah kaca sebagai media pertanian. Ya, seperti yang kita ketahui bahwa Belanda banyak sekali memanfaatkan rumah kaca sebagai media untuk bercocok tanam. Di Belanda tidak sulit menumukan rumah kaca. Belanda telah lama memainkan rumah kaca untuk kegiatan holikuturnya

image004
(sumber gambar : http://www.emb-news.com/a000005.php)

Banyak rumah kaca di Belanda yang berada dibawah air. Hal ini dikarenakan inovasi Belanda yang tidak ada habisnya. Belanda membuat rumah kaca diatas air dengan 2 tujuan utama. Tujuan pertama adalah pemanfaatan lahan. Lahan di Belanda sangat terbatas, tetapi ia tidak kehilangan akal untuk terus berinovasi. Belanda membuat rumah kaca diatas air. Tujuan kedua adalah untuk sistem perairan. Dengan rumah kaca diatas air, akan memudahkan dalam sistem pengairannya, sehingga efisiensi dapat dicapai

image006
(sumber gambar : http://www.dutchwatersector.com/solutions/projects/83-floating-greenhouse.html)

Selain inovasi tersebut inovasi lainnya yang membuat orang bertejak kagum adalah sistem pertanian tanpa media tanah. Di Belanda dikenal dengan sistem Futagrow dimana sistem ini adalah penanaman tanpa tanah. Wow, kalian pasti terkejut bagaimana bisa Belanda menciptakan teknologi seperti ini. Mereka menggunakan air beroksigen dan bernutisi sebagai media pengganti tanah . Sungguh mempesona bukan bagaimana mereka memanfatkan air sebagaimana media untuk bercocok tanam? Yang lebih mempesona lagi adalah hasil buah mereka meninggkat 2 kali lebih banyak.

image008
(sumber gambar : http://www.dutchfoodinnovations.com/innovation/new-system-for-sustainable-vegetable-cultivation)

Teknologi Futagrow ini berhasil melirik negara lain untuk lebih juga memperlajari sistem ini dan menerapkannya di negeranya. Ya, siapa yang tidak tergiur dengan teknologi ramah lingkungan yang juga dapat menghasilkan hasil buah yang lebih banyak? Inggris adalah salah satunya. Dilansir hortidaily, Inggris dating ke Belanda guna melakukan survey tentang pembudidayaan dengan menggunakan media air beroksigen ini.

image010
(sumber gambar : http://www.hortidaily.com/article/11296/Double-glazed-greenhouses-and-Futagrow-catch-attention-of-UK-tomato-growers)

Tidak menutup kemungkinan inovasi Belanda dengan mengganti media tanah dengan air beroksigen akan terus dikembangkan, sehingga memberi trobosan baru bagi negera-negara yang memiliki tanah-tanah kurang subur. Negara-negara tersebut dapat mempertimbangkan inovasi Negara Belanda ini.

Kita bisa belajar banyak dari Negri Dibawah Laut ini. Belanda tidak terhayut dalam keadaan geografis yang mungkin bagi semua negara tidak mengguntungkan. Seperti yang sudah saya katakan diawal bagaimana Belanda pernah mengalami banjir besar yang telah banyak merenggut nyawa. Tapi Belanda tidak menyerah, ia menciptakan proyek megah delta works dan terus berinovasi terus dengan pembuatan rumah kaca diatas air untuk pertaniannya. Tidak hanya berhenti disitu saja ini terus berinovasi dengan menjadikan air yang dahulunya adalah sumber bencana baginya menjadi sesuatu yang berguna dan menjadikan Belanda sebagai negara nomer 2 pengekspor hasil pertanian.