438. Dari Kaki Bumi Untuk Mata Dunia

Penulis : Dedi Supendra
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Tuhan menciptakan Bumi tetapi orang-orang Belanda membuat Holland.
-Peribahasa-

Peribahasa tersebut cenderung tendensius, tapi benar adanya. Walaupun tidak bisa menyamai kesuksesan Tuhan menciptakan Bumi, tetapi orang-orang Belanda telah sukses dengan cara mereka sendiri membangun sebuah negara makmur di wilayah yang kurang beruntung. Sejak zaman dahulu, orang-orang pedalaman Belanda telah membuat tanggul dan bendungan untuk melindungi area pertanian mereka dari pasang air laut. Hal ini menyebabkan Belanda menjadi negara yang terkenal di dunia dengan bangunan tanggul dan bendungan-bendungan serta kesuksesan-kesuksesan yang mengikut di belakangnya.
Negara Belanda yang terapung di tepi Laut Utara memiliki ketinggian daratan ‘hanya’ 1 (satu) meter di atas permukaan laut. Sekitar 6.500 km2 daratan di Belanda terbentuk dari tanah yang sudah direklamasi dan dikonsolidasi. Rentang tahun 1930-1970, lima wilayah besar telah direklamasi di area laut dangkal di daerah Belanda bagian utara, sekira 175.000 hektar. Reklamasi-reklamasi ini yang menjadi titik mula perkembangan aspek-aspek lainnya, seperti pertanian, pengelolaan pedesaan, dan lain-lain. Bahkan, di saat beberapa negara sedang mencoba untuk menerapkan sistem Bank Tanah, Belanda sudah lebih dulu menerapkannya jauh sebelum mereka dikenal sebagai negara maju.

Pemerintah Belanda begitu fokus terhadap pengembangan pertanian. Hal ini dapat dilihat dari ruang yang dialokasikan untuk wilayah pertanian, sekitar 70 % (23.260 km2). Seperti yang disajikan oleg tabel berikut:

image002

Wajar jika Belanda terkenal dengan penghasil pangan dari perkebunan dan pertanian. Selain itu, untuk menunjang peningkatan sumber daya, Pemerintah Belanda membuat program yang bernama The Dutch Development Program (RDP) yang diadopsi dari European Commission pada 13 February 2015. Program ini bertujuan untuk mempunyai setidaknya 6 % lahan pertanian agar bisa menstimulasi biodiversity, juga untuk memanajemen peningkatan air. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan rasa bersaing dari sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah sangat fokus dalam menstimulasi munculnya inovasi-inovasi, investasi berkelanjutan, yang ditargetkan sekitar 4 % dari semua petani, termasuk petani-petani pemula. Sebanyak 11.000 petani akan mendapatkan pelatihan dan 155 proyek perusahaan akan didukung oleh program ini. Ditambah lagi, program ini dimaksudkan untuk menciptakan 250 lapangan kerja baru di daerah pedesaan melalui strategi pengembangan lokal yang dikembangkan oleh LEADER Local Action Group, yang akan mengkover sekira 65% populasi pedesaan. Strategi pengembangan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat desa dan kota.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Belanda menganggarkan dana sejumlah €1.3 milliar dari dana publik yang ada untuk rentang masa 7 tahun, dari 2014-2020 (€607 juta dari dana EU dan €449 juta dari dana perusahaan nasional, ditambah €256 juta dari dana tambahan.

Fokus Belanda tidak hanya di bidang pemanfaatan tanah, tapi mereka juga telah menciptakan sebuah inovasi untuk menyegarkan tanah-tanah yang sudah ‘tua’. Sebuah perusahaan Belanda, Terreco membuat suatu teknologi penyembuhan tanah melalui proses biologis, yang cocok digunakan untuk semua jenis tanah, seperti tanah pasir, gambut, dan tanah liat. Dari pengujian yang dilakukan, Purisoil terbukti mampu menghilangkan kontaminasi sampai kedalaman lebih dari 20 meter di wilayah yang sangat luas.

Kelebihan teknologi ramah lingkungan ini adalah tidak mengeluarkan biaya yang mahal meskipun dilakukan pada kedalaman yang besar, rumah dan bangunan aman karena tidak memerlukan pembongkaran, prosesnya tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat yang tinggal dan bekerja disekitar lokasi perbaikan, remediasi atau proses perbaikan tanah yang terkontaminasi juga tergolong cepat (tergantung pada beberapa faktor seperti tingkat air tanah, jenis tanah, sifat, skala kontaminasi, dan ada tidaknya bangunan di lokasi perbaikan). Selain itu, teknologi ini dapat digunakan pada zona jenuh maupun tidak jenuh. Pengujian telah membuktikan bahwa selama proses remediasi, semua zat organik yang mudah menguap yang merupakan degradasi aerobik, termasuk bahan kimia yang digunakan dalam industri seperti BTEX, heksana, stirena dan akrilonitril akan dikonversi.

Dari berbagai inovasi pertanian yang dilakukan, akhirnya Belanda berhasil menduduki posisi keempat sebagai negara paling inovatif pada tahun 2013 yang disurvey oleh Global Innovation Indeks. Belanda sukses menjadi negara eksportir terbesar ketiga dalam produk pertanian setelah AS dan Perancis. Hampir seperempat dari ekspor sayuran segar Eropa seperti tomat, jamur, dan biji lada adalah dari Belanda.

Tidak hanya itu, menurut Organisasi Agrikultur dan Makanan PBB pada tahun 2004, Belanda sempat menduduki posisi pertama pengekspor kentang ke seluruh dunia. Diagramnya dapat dilihat sebagai berikut:

image004

Setiap tahunnya keuntungan dari ekspor sektor agrikultur dapat mencapai 20 Milliar Euro. Produk agrikultur Negeri Kincir Angin ini menambah pendapatan negara Belanda sekitar 9.6% dari pendapatan total nasional. Selain itu, sektor ini menyerap 10% total tenaga kerja di Belanda. Hal ini membuktikan bahwa Belanda sangat fokus untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kemajuan negara dan kenyamanan rakyat.

Mungkin suatu hari nanti, akan muncul peribahasa baru yang berbunyi: From Holland, we know how to thank God gradually. Barangkali orang-orang Belanda mendapatkan pembagian lahan yang kurang strategis dari Tuhan. Tapi orang Belanda bisa menciptakan peradaban yang lebih luar biasa di atasnya dibanding Indonesia, yang notabene bergelimang sumber daya alam yang melimpah-ruah, gema ripah loh jinawi. Orang-orang Belanda hidup di pedalaman rawa-rawa tetapi kemudian mampu menjajah Indonesia. Pasti ada sesuatu, benang-merah yang membedakan orang-orang Belanda dengan orang-orang Indonesia. Daripada terus mengenang sejarah pahit hidup berabad-abad di bawah kekuasaan Belanda, lebih baik mengambil banyak pelajaran tentang bagaimana orang-orang bertahan hidup dalam keterbatasan wilayah dan sumber daya, dan kemudian berubah menjadi negara yang modern nan tradisional. Bagaimana mereka membangun kehidupan di kaki bumi untuk dapat diperhatikan oleh mata dunia.

Referensi

1. http://www.terreco.com/files/8713/7007/8395/Terreco_NB_4pag_Eng_2012_LR.pdf
2. Factsheet on 2014-2020 Rural Development Programme for the Netherlands
3. Land banking in The Netherlands in the context of land consolidation by Jack Damen