441. Tulip: Hasil Bumi Andalan Ekspor Negeri van Oranje

Penulis : Imam Hidayat
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Geografis Belanda Sepintas Lalu

Kecil sih, tapi jangan salah. Si kecil dari daratan Eropa Barat ini benar-benar si cabe rawit. Wilayah yang kecil dan permukaan daratan yang rendah, bahkan ada beberapa wilayah yang lebih rendah dari permukaan laut “ia” miliki. Ya, luas wilayah negara Belanda hanya 41.526 km2 (24 % dari luas wilayah tersebut lebih rendah dari permukaan laut), atau sepertiga dari luas Pulau Jawa. Dengan populai sebesar 16.8 juta jiwa pada Agustus 2012, Belanda merupakan salah satu negara terpadat di dunia. Untuk memperluas wilayah daratannya, Belanda mengeringkan wilayah barat negaranya yang dulu berupa rawa dengan membangun tanggul raksasa yang disebut dengan dijken. Wilayah yang dikeringkan tersebut kemudian salah satunya digunakan sebagai lahan pertanian.

image003
Gambar 1. Peta Negara Belanda
(Sumber: http://duniamengajar.blogspot.com)

Belanda bukan pula sebuah negeri yang kaya raya. Sumber daya alam yang tersedia hanya gas alam yang sebagian besar terletak di Provinsi Groningen. Pada tahun 1959, diperkirakan Belanda memiliki cadangan gas alam sebesar 300 milyar kubik, yang menjadikannya terbesar kedua di dunia pada saat itu. Memang, gas alam dapat menyumbangkan devisa yang cukup besar bagi pendapatan negeri ini, tetapi kekayaan ini lama-kelama akan habis. Pembaruannya membutuhkan rentangan waktu jutaan bahkan milyaran tahun.

Belanda tidak mau terus menggantungkan nasib kepada gas alam. “Ia” pun kemudian mencari alternatif lain yang memungkinkan untuk dilakukan, yaitu pertanian. Menempati urutan pertama sebagai negara dengan kepadatan tertinggi di Eropa, nahas bagi Belanda karena tidak tersisa ruang yang cukup luas untuk lahan pertanian selain untuk permukiman penduduk, ruang publik, dan distrik untuk aktivitas perekonomian, pendidikan, dll. Beruntung Belanda memiliki warga yang pantang menyerah dengan keadaan. Segala keterbatasan malah menjadi pemantik semangat untuk selalu melakukan inovasi. Ya, keterbatasan melahirkan inovasi. Bahkan, dengan adanya sistem polder, pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian penduduk Belanda. Pengelolaan pertanian di negeri kincir angin ini pun jauh lebih maju daripada negara-negara yang perekonomian utamanya ditopang oleh sektor pertanian seperti Indonesia, Thailand, dan Meksiko.

Tulip: Komoditas Pertanian
Sebagai salah satu penopang utama perekonomian Belanda, pertanian di negeri ini ditangani dengan sangat maju dan menggunakan peralatan yang modern. Inovasi untuk mendukung sektor pertanian selalu dilakukan. Belanda menerapkan manajemen efisien, mekanisme pemasaran, dan transportasi yang cepat dalam mengelola sektor pertaniannya. Hortikultura seperti buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan hasil utama pertanian Belanda. Akan tetapi, ada satu hasil pertanian yang sangat menarik di sini, yakni bunga tulip. Bayangkan! Bunga yang di negara kita belum mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat, di Belanda malah menjadi komoditi ekspor! Sungguh luar biasa Negeri van Oranje ini. Tak heran Belanda memiliki area pertanian bunga tulip terluas di dunia.

Ya, Siapa tak kenal keindahan bunga tulip. Salah satu ikon negara Belanda ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bunga inilah yang menjadi komoditas utama pertanian di Negeri van Oranje ini biarpun aslinya berasal dari Turki. Hal inilah yang menjadikan bunga berwarna cerah dan indah ini menjadi salah satu ikon negeri Belanda.

image005
Gambar 2. Ladang Tulip di Lisse, Belanda
(Sumber: http://aldokawar.blogspot.com)

Tulip bagi Belanda layaknya padi bagi Indonesia. Luas lahan yang digunakan untuk lahan pertanian tulip ini 10.800 hektar dan tersebar di Noordoostpolder (Polder Timur Laut), Provinsi Flevoland, Kop van Noord-Holland, dan Lisse, Belanda Barat. Dari wilayah tersebut, dihasilkan beribu-ribu potong bunga tulip per tahun. Sebetulnya, tidak semua bunga tulip akan dipanen, karena tanaman ini juga berfungsi sebagai tanaman hias. Bunga tulip yang dipanen hanya yang akan diperuntukkan sebagai bunga hias/bunga potong untuk nantinya dijadikan rangkaian bunga. Konsumsi bunga potong tulip pun tidak hanya di dalam negeri Belanda saja. Karena banyak permintaan, Belanda mengekspor bunga ini ke berbagai belahan dunia. Bayangkan! Ketika negara lain berlomba untuk menjadi pengekspor mobil, mesin, garmen, elektronik, dan kalaupun pertanian berupa beras, kedelai, dsb., Belanda malah sangat bangga menjadi pengekspor bunga tulip! Sungguh sangat mengagumkan negeri ini: mengekspor komoditas yang boleh dibilang “langka” dan selalu menyediakan komoditas tersebut dalam kualitas baik karena penerapan manajemen pertanian yang efisien.

Pertanian Tulip: Latar Belakang dan Proses

Tulip adalah bunga yang memiliki kelopak dengan warna cerah yang sangat indah. Ketika berada di alam, bunga ini memberi sentuhan warna yang menyejukkan mata dipandang. Hal ini membuat orang ingin menghadirkannya ke dalam ruangan, baik tempat kerja maupun tempat tinggal mereka. Di sektor ini tulip mulai digunakan sebagai bunga potong penghias ruangan. Peminatnya ternyata tidak hanya datang dari dalam negeri Belanda, tetapi dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, permintaan akan ekspor bunga tulip semakin banyak.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, lahan utama pertanian tulip berada di Noordoostpolder (Polder Timur Laut), Provinsi Flevoland, Kop van Noord-Holland, dan Lisse, Belanda Barat. Pertanian tulip di ketiga wilayah tersebut dikelola dengan metode yang modern. Belanda selalu melakukan inovasi untuk mendukung pertanian tulip ini agar dapat memenuhi pasar ekspor dengan kualitas tinggi.

Secara sederhana, penanaman tulip hingga siap panen memerlukan waktu sekitar 5-7 bulan, tergantung jenisnya, apakah yang cepat berbunga atau lambat berbunga. Musim tanam tulip dimulai pada bulan Maret dan dipanen pada bulan Mei sampai dengan Agustus. Selama proses pertumbuhan, tanaman tulip perlu dipupuk dengan kompos setahun sekali dan tidak perlu terlalu sering dilakukan penyiraman kecuali pada musim gugur. Setelah memasuki usia panen, dilakukankanlah proses pemanenan.

Teknologi Lelang Bunga Potong: Cara Efisien Belanda Ekspor Tulip

Ada satu keunggulan pengelolaan dan distribusi bunga tulip potong di Belanda yang yang berupa lelang dan melibatkan Electronic Data Interchange (EDI). Mungkin sistem sejenis belum digunakan di negara lain di dunia. Inilah salah satu inovasi yang dilakukan Pemerintah Belanda bekerja sama dengan institusi pendidikan dan departemen terkait yang berupa sistem distribusi bunga potong berteknologi tinggi dengan sistem komputerisasi yang sangat modern. Jadi, setelah bunga tulip dipanen, petani membawanya ke Balai Lelang. Di sini ada petugas yang bekerja menyortir tulip ke dalam beberapa kategori kualitas berdasarkan ukuran bunga dan tingkat kesegaran bunga. Hasil sortiran diletakkan dalam keranjang-keranjang bunga. Kemudian, keranjang-keranjang tersebut dilabeli dengan barcode sehingga informasi mengenai bunga tersebut sudah masuk ke dalam sistem komputer untuk kemudian dapat diakses melalui komputer pengontrol. Cara kerja ini memudahkan peserta lelang dalam melacak jenis dan kualitas bunga ketika akan melakukan penawaran melalui komputer lelang.

image007
Gambar 3. Bunga Tulip dalam Keranjang yang Sudah Disortir
(Sumber: http://www.wawanpurnama.com)

Wawan Purnama melalui blog pribadinya http://www.wawanpurnama.com/teknologi-lelang-bunga-potong-dari-belanda-sampai-ke-pasar-bunga-rawabelong-jakarta/ menyebutkan bahwa keranjang-keranjang bunga yang telah diberi label diletakkan ke dalam gerobak-gerobak/troli yang dapat berjalan secara otomatis karena dikontrol oleh komputer pengontrol dan distribusi. Disinilah letak kegunaan Electronic Data Interchange (EDI). Jadi, setiap hari sepanjang tahun petani dapat mengirimkan informasi berupa data elektronik mengenai jumlah produk bunga tulipnya ke Balai Lelang beserta sampelnya. Petani diberi waktu untuk mengirim hasil panennya sampai jam 03.00 pagi waktu Belanda, setelah sebelumnya proses transaksi ditutup pada jam 24.00. Sistem ini memungkinkan bunga tulip yang diekspor ke Amerika, Eropa dan Asia sudah dapat dinikmati oleh pelanggannya di hari yang sama pendistribusian. Jadi, malam ini tulip dikirim, keesokan paginya sudah dapat dinikmati di kantor, hotel, rumah sakit, rumah, apartemen, dan tempat lainnya di berbagai belahan dunia.

image009
Gambar 4. Suasana Tawar-Menawar di Balai Lelang
(Sumber: http://www.wawanpurnama.com)

Belanda, yang memiliki keterbatasan lahan pertanian tetapi dengan inovasi yang terus dilakukan untuk mendukung pertaniannya, dapat mengekspor tulip kebanggaannya. Mungkin suatu saat Indonesia bias mengekspor si Puspa Pesona Anggrek Bulan? Dengan menjadikan inovasi sebagai tulang punggung pembangunan, bukan tidak mungkin kita juga dapat melakukannya. Pasti bisa!

Referensi:

http://www.kembangpete.com/2014/08/24/profil-lengkap-negara-belanda/

http://pasarmalam.indonesia.nl/id/profil-negara

https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=luas+pulau+jawa

http://duniamengajar.blogspot.com/2011/12/profil-negara-belanda.html

http://www.entoen.nu/gasbel/id

https://books.google.co.id/books?id=x9yRZZdfMmcC&pg=PT18&lpg=PT18&dq=kepadatan+penduduk+negara+belanda&source=bl&ots=Mpt6icc1PC&sig=OM2uhYswB2cn36fE0JoWkcZSKJ0&hl=id&sa=X&ei=EbA8VY_2B5SLuwSQ-4FQ&ved=0CCQQ6AEwAjgK#v=onepage&q=kepadatan%20penduduk%20negara%20belanda&f=false

http://id.scribd.com/doc/104993613/pertanian-belanda#scribd

http://www.actahort.org/books/673/673_1.htm

http://aldokawar.blogspot.com/2015/02/ladang-tulip-belanda.html

http://www.almanac.com/plant/tulips

http://www.wawanpurnama.com/teknologi-lelang-bunga-potong-dari-belanda-sampai-ke-pasar-bunga-rawabelong-jakarta/

http://www.usc.edu/dept/sba/atisp/ec/Dutch_Flowers/flowerscase.pdf

http://www.hollandtrade.com/sektor-information/horticulture/?bstnum=4928

http://www.floraholland.com/en/