442. MEKANISME PEMBANGUNAN BERSIH (MPB) DALAM PENGEMBANGAN ENERGI PANAS BUMI DI BELANDA

Penulis : Dewa Kadek Darmada
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Awal mula mekanisme pembangunan bersih (MPB) atau clean development mechanism (CDM) dimulai dari adanya protokol Kyoto yang merupakan kesepakatan internasional dalam upaya menghadapi perubahan iklim. Isu lingkungan hidup terutama perubahan iklim telah menjadi isu global sekaligus merupakan tantangan pembangunan nasional. Dampak perubahan iklim telah terjadi dan sudah dirasakan oleh masyarakat. Isu perubahan iklim menjadi salah satu isu nasional dan merupakan salah satu dari 11 prioritas nasional dalam RPJMN 2010-2014. Pemerintah Belanda berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 % dengan usaha sendiri dan mencapai 41% jika mendapat bantuan internasional pada tahun 2020 dari kondisi tanpa adanya rencana aksi (Bussines as Usual/BAU).
Protokol Kyoto mewajibkan seluruh negara maju secara bersama-sama untuk menurunkan emisi GRK rata-rata sebesar 5,2% dari tingkat emisi tahun 1990 pada periode tahun 2008-2012. Periode ini disebut sebagai periode komitmen pertama. Belanda sebagai klasifikasi negara maju diwajibkan untuk menurunkan emisi GRK lewat mekanisme pembanguann bersih.

Mekanisme pembanguan bersih (MPB) pada dasarnya merupakan mekanisme yang memungkinkan negara maju untuk mengimplementasikan proyek guna menurunkan atau menyerap emisi di negara berkembang. Selain itu, negara maju juga bisa membeli kredit penurunan emisi dari negara berkembang tanpa harus melalui kerja sama proyek. Komoditas yang digunakan adalah Certified Emission Reduction (CER), yaitu jumlah penurunan emisi yang telah disertifikasi. CER ini bisa dialihkan kepada negara-negara maju yang membutuhkannya, biasanya dengan harga tertentu. Negara maju dapat menggunakan CER untuk memenuhi target penurunan emisi GRK berdasarkan Protokol Kyoto.

Peningkatan emisi GRK dari aktivitas manusia paling banyak berasal dari sektor energi. Isu strategis dalam rencana penurunan emisi GRK adalah menekan penggunaan energi fosil dan mengembangkan energi terbarukan sehingga dapat menekan laju kerusakan lingkungan. Isu strategis ini memerlukan kemitraan internasional khususnya dalam penyediaan dana yang memadai sehingga upaya mewujudkan ketahanan energi dapat tercapai.

MPB merupakan salah satu skema pendanaan internasional untuk pengurangan emisi GRK. Sampai saat ini MPB sudah digunakan dibeberapa negara termasuk di Belanda. Skema secara umum merupakan skema penurunan emisi yang berbasis pasar dan implementasinya berdasarkan bussines to bussines. Mekanisme ini memungkinkan negara maju untuk melakukan investasi di negara berkembang pada berbagai sektor untuk mencapai penurunan target emisi.

Implementasi MPB di Belanda difokuskan pada pengembangan sumber energi terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, mini/mikrohidro, biomassa, tenaga surya, dan tenaga angin. Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nation Framwork Convetion on Climate Change atau UNFCCC) menetapkan suatu kerangka menyeluruh dalam mengatasi tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Konvensi tersebut mengakui bahwa sistem iklim adalah sumber daya bersama yang stabilitasnya dapat dapat dipengaruhi oleh emisi industri dan sumber lain dari karbondioksida dan berbagai gas rumah kaca lainnya.

Untuk negara Belanda sendiri telah menjalankan mekanisme tersebut lewat tiga mekanisme fleksibilitas yaitu:
1. Join Implementation (JI), yaitu mekanisme yang memungkinkan negara maju untuk mengimplementasikan proyek yang menurunkan atau menyerap emisi di negara maju lainnya. Biasanya dilakukan dengan investasi asing antrnegara maju yang dikonversi dnegan unit penurunan emisi (Emission Reduction Unit-ERU)
2. International Emission Trading (IET), yaitu mekanisme yang mengatur negara maju untuk membeli kredit penurunan emisi dari negara maju lainnya, tanpa harus melalui kerja sama proyek.
3. Clean Development Mechanism (CDM), yaitu pada dasarnya adalah gabungan dari JI dan IET yang berlangsung antarnegara maju dengan negara berkembang dengan persyaratan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara berkembang. Komoditas yang digunakan adalah Certified Emission Reduction (CER).

Secara ilustratif, diagram akan menunjukan bagaiman keberfungsian MPB yang ada di negara Belanda. Gambar ini menunjukan bahwa negara maju (Belanda) menggunakan CER dalam memenuhi target penurunan emisi gas rumah kaca sesuai protokol Kyoto.

image002

Pembangkit energi panas bumi dapat dikembangkan dengan harga yang cukup kompetitif dibandingkan dengan energi fosil. Pemanfaatan panas bumi sebagai pembangkit listrik memberikan konstribusi sebesar 3% atau 807MW dari total konsumsi listrik setiap hari. Proyek panas bumi pada awalnya didanai dengan APBN Belanda dan perusahaan negara. Kemudian proyek PLTP tersebut mulai menerima hibah dana dari institusi keuangan multilateral seperti ADB, Bank Dunia (World Bank) maupun swasta. Kedepannya konstribusi swasta diharapkan dapat menambah dan mengambil alih peran negara dalam pendanaan proyek energi terbarukan panas bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Mekanisme Pembangunan Bersih. Diakses dari situs http://antaranews.com/berita/25121/mekanisme-pembangunan-bersih pada tanggal 25 April 2015.

Anonim. 2013. Hasil Komulatif Implementasi MPD. Diakses dari situs http://www.mademangkupastika.com/hasil-komulatif-implementasi-MPD.php pada tanggal 25 April 2015.

Anonim. 2013. Emisi Rumah Kaca Global/ Badan Pusat Statistik.go.id/ diakses pada 26 April 2015

Anonim. 2014. Belanda Siap Turunkan Emisi 2020. Diakses dari situs http://www.academia.edu/belanda-siap-turunkan-emisi-2020.php.pada tanggal 26 April 2014

Ercana, Tuncay (2010) Effective Use of Clean Development Mecanishm Institutions. Procedia Social and Behavioral Sciences 2 (2010) : p. 938–942

Ilham. 2012. Kerjasama Indonesia dan Belanda Dalam Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca. Diakses dari situs http://www.metronews.com/indonesia-belanda-dalam-turunkan -gas-rumah-kaca.php. pada tanggal 25 April 2015

Mell, P and Grance T (2009) Strategy of Fleksibility in Holland. Available at : http://csrc.nist.gov/ groups/SNS/strategy-of-fleksibility-in-Holland-def-v15.doc [retrieved on 2010-11-21 02:43AM]

Syaikhu, Akhmad. 2012. Teknologi Energi Terbarukan. Jurnal Ilmiah Fakulats Teknik dan Kejuruan, Vol.10, No.1