443. Tamu VIP Belanda

Penulis : Hardianti Hafid
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Berbicara tentang inovasi, maka negara Belanda tidak ada habisnya membuat dunia berdecak kagum dengan aksi inovasi mereka. Kali ini, negara tersebut kembali hadir dengan inovasi baru yaitu membuat ruangan untuk sungai.

Nah lho, sungai juga ada ruangannya sendiri? Ini ibarat tamu VIP yang punya ruang khusus dibanding tamu-tamu lainnya.

image001

Tapi tunggu dulu, kok bisa sungai menjadi tamu VIP negeri Van Oranje itu? Bukankah selama ini kita tahu, keberadaan sungai merupakan masalah bagi negara tersebut.

Ya, sebagian besar negara ini berbatasan dengan laut dan wilayah dalamnya memiliki banyak jalur air dan danau. Belanda memiliki populasi lebih dari 16 juta (termasuk teritorial laut) dengan luas hanya 41.528 km2. Belanda terletak di delta yang memungkinkan tiga sungai utama: Rhine, Meuse dan Scheldt mengalir ke laut. Tanpa tanggul dan pesisir bukit pasir, sekitar dua pertiga dari Belanda akan banjir. Oleh karena itu perlindungan banjir merupakan prioritas yang sangat tinggi dalam pengelolaan air bagi Departemen Infrastruktur dan Lingkungan Belanda.

Tak heran, inovasi terhadap air selalu menjadi sorotan hangat di Negeri Belanda. Saat ini pemerintah Belanda sedang menerapkan inovasi baru untuk pengelolaan sungai, proyek tersebut bernama “Room for the River in Netherlands”.

Situasi “kurang beruntung” yang dialami Negeri Belanda ini mengharuskan mereka memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal dengan melahirkan ide-ide inovatif. Ya, Belanda, negara kecil yang “serba kekurangan” dibandingkan Indonesia itu telah sangat sukses keluar dari segala kekurangannya. Dengan kemampuannya, mereka seolah tak mau disebut kecil dan lemah di panggung internasional, dan itu sudah mereka buktikan. Walaupun orang-orang Belanda hidup di bawah permukaan laut. Tapi, terbukti mereka lebih unggul dalam urusan water management hingga orang Indonesia pun harus “berguru” ke Belanda untuk belajar soal tata kelola air.

image002
(Sumber : screenshoot dari google.co.id)

Penasaran kan proyek besar seperti apa Room for the River itu?
Ok deh, mari kita bahas…

Sejarah Belanda mencatat pada tahun 1993 dan 1995, sungai Belanda bertambah besar. Saluran besar lahan pertanian terendam, 250.000 orang dan satu juta ekor ternak dievakuasi. Konsekuensinya pemerintah Belanda mengambil langkah-langkah untuk melindungi daerah yang rawan terhadap banjir. Dari sinilah inovasi “Room for the River”’ lahir. Pelaksanaan proyek ini dimulai pada tahun 2007. Pada tahun 2015, melalui serangkaian lebih dari 30 langkah, proyek ini telah mengeluarkan biaya 2,3 miliar euro.

Room for the River merupakan proyek yang dikembangkan di negara Belanda sebagai inisiatif mitigasi banjir yang berfokus menciptakan “ruang untuk sungai” dengan meningkatkan kedalaman sungai, menyimpan air, relokasi tanggul, membuat saluran air yang tinggi, menurunkan dataran banjir, menurunkan krib (struktur yang dibangun ke dalam sungai yang mengganggu aliran air) atau menghapus polder (sebidang lahan seluruhnya dikelilingi oleh tanggul). Dengan membuat “ruang untuk sungai” memungkinkan landscape sepanjang sungai bertindak sebagai “spons air alami” dalam hal banjir.

image003
Room for the River Waal, Nijmegen, The Netherlands
(Sumber:http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011/2011Awards.html)

Dari proyek tersebut, saat ini kota tertua di Belanda sedang dipuji atas rencana mereka untuk memindahkan sungai terbesar di negara itu, membangun pertahanan banjir yang lebih efisien dan pada saat yang sama menciptakan ruang perkotaan yang lebih berkelanjutan. Proyek “Room for The River” Kota Nijmegen telah menerima “Excellence on the Waterfront Honor Award 2011″ dari Waterfront Pusat Washington DC dengan inovasi menggabungkan keselamatan banjir dan pembangunan taman tepi sungai yang melibatkan masyarakat setempat .

image004
Top Honor Awards 2011 Waterfront Center award winners
(Sumber:http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011/2011Awards.html)

Penghargaan ini menunjukkan bahwa keahlian pengelolaan air Belanda tetap menjadi faktor kuat di tingkat internasional. Mereka meningkatkan keselamatan banjir dan memberikan harapan kehidupan baru ke daerah-daerah rawan banjir.

Belanda memutuskan proyek ini sebagai strategi nasional, untuk menangani air dengan cara yang berbeda dan anggaran totalnya adalah € 2.200.000.000 [$ 2.850.000.000]. Gila! Sungai itu benar-benar jadi tamu VIP bagi Belanda yah.

Pada tahap awal, ada 100 titik rawan di seluruh negeri tersebut di mana pertahanan banjir perlu di-upgrade dan 39 titik telah dipilih untuk dikonstruksi.

image005
39 titik kontruksi
(Sumber : http://www.government.nl/documents-and-publications/leaflets/2014/03/01/water-innovations-in-the-netherlands.html)

Penggalian di Nijmegen memang telah dimulai. Tanggul, pulau dan saluran baru diharapkan akan selesai pada tahun 2015, dengan pengembangan lebih lanjut termasuk membangun dua jembatan baru,memperluas yang sudah ada, membangun rumah baru dan ruang rekreasi.

image006
Progress menurunkan krib
(Sumber: http://waterandthedutch.com/wp-content/uploads/2013/08/Room-for-the-River.pdf)

Saluran baru tersebut akan diperlebar 150 sampai 200 meter dan 3 kilometer. Ini digali setelah tanggul telah dipindahkan kembali dan akan mengalihkan bagian dari Waal ketika air tinggi sehingga memungkinkan untuk debit yang lebih besar menikung di sungai Nijmegen yang akan mengurangi kemungkinan banjir. Saluran ini juga akan digunakan untuk menciptakan sebuah pulau di Waal dan taman sungai perkotaan unik yang digunakan untuk rekreasi, budaya, air dan alam.

Lalu, bagaimana ya agar proyek ini bisa berhasil? Kira-kira apa yang dilakukan pemerintah Belanda?

Sebuah proyek besar tentu butuh dukungan yang besar oleh warga negara. Proyek ini menghancurkan sekitar 50 rumah. Dengan penghancuran, maka diperlukan keterlibatan masyarakat. Sehingga pemerintah melakukan negosiasi dan memberi kompensasi bagi pemilik properti di bawah undang-undang domain terkemuka Belanda. Sebagian besar menerima uang sebagai kompensasi, beberapa ingin tanah di tempat lain sebagai gantinya, sehingga pemerintah memberikan kepada mereka lima atau enam properti. Selain itu, penduduk setempat meminta restoran dan marina di saluran baru. Di pulau baru, mereka juga ingin sebuah daerah yang luas yang didedikasikan untuk konser di tengah-tengah area alam terbuka.

image007
Kota Nijmegen Belanda
(Sumber: http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011/2011Awards.html)

Tak hanya itu, dengan segala kreativitasnya melalui proyek tersebut, negara Belanda juga menggunakan mantan dataran banjir untuk membuat taman. Mereka kemudian menata kota dengan memasang patung yang dirancang oleh orang-orang lokal dan merancang jembatan baru dengan saran dari penduduk.

image008
Nijmegen, kota tertua di Belanda
(Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/01/02/151000/2455717/1025/2/bisa-jadi-raksasa-di-museum-madurodam-belanda )

Satu jembatan disediakan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda yang akan menghubungkan bagian barat pulau baru dengan kabupaten kota masa depan yang bernama Benteng. Sebuah jembatan baru yang kedua akan terbuka untuk mobil, pejalan kaki dan sepeda yang menghubungkan pulau dengan dermaga baru. Dermaga akan menjadi lereng berbatu yang secara bertahap menghilang ke dalam air, dengan ruang untuk berjalan, bersepeda dan banyak kafe dengan tempat duduk outdoor dilengkapi pemandangan sungai dan marina baru. Pulau baru tersebut akan berfungsi sebagai jantung yang meremajakan kota. Wah..keren kan.

image009
(Rancangan kota masa depan Belanda, silahkan terpesona ^__^)
(Sumber: http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011PPT/img78.html)

Semangat Belanda melahirkan inovasi dengan segala kekuranggannya patut kita teladani. Seperti kata legenda sepakbola dunia asal Belanda, Johan Cruyff, “Every disadvantage has its advantage”. Setiap kelemahan ada keuntungannya sendiri, ada kelebihan yang bisa dicapai.

Apakah negara kita Indonesia bisa seperti Belanda?
Tentu saja, masa depan Indonesia bergantung pada kita, pemuda bangsa ini. Mari terus berkarya melahirkan inovasi sehingga Indonesia layak untuk dibanggakan.
Referensi:
[1]. http://waterandthedutch.com/wp-content/uploads/2013/08/Room-for-the-River.pdf
[2]. http://www.scientificamerican.com/article/how-the-dutch-make-room-for-the-river/
[3]. https://www.mottmac.com/article/2362/room-for-the-river-netherlands
[4]. http://albertawater.com/how-is-water-governed/what-is-room-for-the-river
[5]. http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011/Room%20for%20the%20river.pdf
[6]. http://www.waterfrontcenter.org/Awards/Awards2011/2011Awards.html