444. EWICON, Inovasi Brilian dari Negeri Kincir Angin

Penulis : TAUFIK AL MUBARAK
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Secara geografis, Negeri Belanda memang tidak seberuntung negara-negara Eropa lain seperti Jerman, Perancis atau Belgia. Seluas 2/3 wilayah Belanda lebih rendah dari permukaan laut, dan cukup rentan banjir. Lebih dari 50 persen tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan air laut, dan 21 persen populasinya berada di bawah permukaan air laut. Tapi, ketidakberuntungan geografis tersebut menjadikan Belanda sangat inovatif dan ahli dalam bidang pengelolaan air.

Sejak lama, Belanda menjadikan angin sebagai sumber energi terpenting sekaligus sebagai roda penggerak kehidupan masyarakat Belanda. Dalam hal kincir angin saja, Belanda mampu membuat kagum masyarakat dunia. Sebab, di Belanda, kincir angin ternyata tak hanya untuk memompa air dari lahan agar tetap kering, melainkan juga untuk mengolah gandum, menggerakkan gergaji yang digunakan memotong kayu untuk pembuatan kapal, menggerakkan martil penempa tembaga, termasuk ada penggilingan yang digunakan untuk membuat cat.

Kincir angin model tersebut mungkin sekarang dianggap sudah biasa-biasa saja. Tapi, jangan salah, kini Belanda mulai mengembangkan kincir angin super luar biasa. Kincir Angin ini didesain khusus agar cocok dengan arah angin di utara Belanda, angin Barat Daya: angin yang menyebabkan iklim kepulauan sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim panas sederhana.

Para peneliti Belanda, Johan Smit dan Dhiradi Djairam dari Delft University of Technology berkolaborasi dengan peneliti dari Wageningen University, kini mulai mengembangkan teknologi baru yang sangat radikal di kota pelabuhan Rotterdam. Teknologi ini dirancang untuk menangkap energi dari partikel angin. Untuk memanen listrik dari angin, teknologi ini memanfaatkan ‘roda mengambang’/kincir angin raksasa.

Teknologi yang diberi nama EWICON (Electrostatic WInd energy CONverter) menciptakan energi melalui perpindahan partikel bermuatan angin ke arah yang berlawanan dari medan listrik. Cara kerjanya sangat sederhana dengan memanfaatkan tabung yang berjalan melalui pusat dari ‘kincir’, dan masing-masing tabung memiliki beberapa elektroda dan nosel yang berfungsi melepas air ke udara, melalui proses yang disebut ‘electrospraying’. Hebatnya, turbin angin yang mengubah energi angin dengan tabung baja menjadi listrik itu sama sekali tanpa bagian yang bergerak mekanik. Tak ada suara maupun bayangan yang bergerak.

Teknologi ini sudah diuji-coba dan mampu menghasilkan konversi 7 persen dari energi angin menjadi energi listrik, sedangkan sistem turbin angin konvensional memiliki efisiensi 45 persen. Proyek ini terus dibenahi sehingga efisiensi EWICON bisa berada di kisaran 25 – 30 persen. Tak pelak, teknologi yang mulai dirintis sejak 2013 lalu bakal dipandang sebagai Kincir Angin paling inovatif di dunia. Bahkan, disebut-sebut, teknologi itu akan melengkapi inovasi Belanda di bidang teknologi bersih yang ramah lingkungan.

Mesin EWICON ini memiliki dua cincin. Pertama cincin rumah rumah 40 kabin yang berjalan pada sistem kereta api, dan cincin yang berada di perumahan, langit lobi dan hotel, dan apartemen. Kincir angin ini kini bisa dilihat di Rotterdam dan sekitarnya, sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya. Keberadaan teknologi EWICON ini diharapkan dapat menarik 1,5 juta wisatawan seluruh dunia untuk berkujung ke Belanda setiap tahunnya. []

Referensi:

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2957894/The-windmill-reinvented-Dutch-design-hi-tech-floating-wheel-produce-power-wind-includes-hotel-restaurant-apartments.html

http://techxplore.com/news/2015-02-dutch-windwheel-energy.html

http://www.zmescience.com/ecology/renewable-energy-ecology/dutch-windmill-energy-16022015/

http://www.technology4change.com/article.jsp?id=600#.VSVQtlxXzKM

http://www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/geografi