449. Air untuk Hidup dan Kehidupan

Penulis : Rezi Yunaldi
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Belanda, secara geografis negara ini merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.Mungkin ketika anda mendengar nama negara ini,yang terbayang di pikiran anda adalah Kincir Angin,benar bukan?yaa tentu saja,karena belanda memang terkenal dengan Kincir Angin, Tulip, Dam,dll. Negara ini juga dijuluki sebagai Negeri Kincir Angin. Namun,banyak Kincir Angin bukan berarti Belanda hanya melakukan inovasi pada Elemen Udara saja,tapi Belanda juga melakukan inovasi besar-besaran terhadap Elemen Air.

Manusia bisa bertahan hidup tanpa makan berhari-hari, akan tetapi manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa air minum. Contoh sederhana, otak dalam kepala manusia terletak mengambang di air, jika otak kekurangan air maka berakibat rusaknya jaringan otak. Oleh karena itu Belanda banyak menyediakan kran-kran airyang bisa langsung diminum, misalnya kran wastafel rumah, wastafel toilet, kran di pinggir jalan,ditaman, kran dalam bus, dan tempat-tempat umum lainnya. Ini disebabkan karena air yang ada dibelanda telah dipurifikasi sehingga aman bagi tubuh manusia.

Tapi anda juga harus hati-hati,jika ada tulisan “geen drinkwater” lambang botol minuman dicoret seperti disamping,itu artinya air tersebut tidak layak minum. Ini biasanya ada di toilet umum di pinggir jalan, toilet kereta api, toilet bus atau pesawat yang memang tidak teraliri pipa air minum.

Gambar 1.TandaL
image001
Gambar.1
Sumber:http://vh-pictogrammen.nl/index.php/brady-producten/veiligheidspictogrammen/pictogrammen-op-rol/geen-drinkwater-sticker-25-x-25-mm-250-st.html

Dengan populasi sebanyak±16.318.199 penduduk, Belanda memliki ±2000 perusahaan yang bergelut dengan air dan mempekerjakan ±88.000 pekerja. Proses biasa yang digunakan untuk mengolah air kotor sangat lama, dan alat-alat yang dibutuhkan pun sangat memakan tempat, tapi Belanda telah mengembangkan alat yang mengolah air buangan menjadi lebih cepat, lebih bersih, dan lebih murah .
Gambar disamping merupakan contoh penyaringan air secara tradisional,yang bisa menyaring air beberapa liter untuk waktu sekitar 30 – 60 menit. Cukup lama bukan?

image002
Gambar 2.Proses Penyaringan Air SecaraTradisional
Sumber: http://ponorogoweblog.blogspot.com/2012/07/teknologi-sederhana-penjernih-air.html

Salah satu teknologi yang dikembangkan Belanda dalam mengolah air adalah “The Nereda technology” dikembangkan oleh Delft University of Technology. Proses Nereda sendiri berdasarkan pada sekelompok mikro-organisme yang membentuk biji kotoran padat yang cepat mengendap kebawah. Hal ini menyebabkan pemilik rumah untuk mempurifikasi air 4x lebih cepat dari Teknologi Tradisional, dan menghemat lebih dari 20% dengan proses yang lebih cepat dan tidak memakan tempat.

image003
Gambar.3
Sumber:http://www.consultancy.uk/news/1000/haskoningdhv-signs-wastewater-treatment-partnership

image004
Gambar 4. The Nereda Technology
Sumber: http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/projects/nereda-the-natural-way-of-treating-wastewater/106

Meskipun sebagian dari tanah Belanda memiliki ketinggian kurang dari 1 meter dibawah permukaan laut,dan Belanda pernah dilanda bencana banjir pada tahun 1953 yang menewaskan lebih dari 1.800 jiwa, memicu Negeri Kincir Angin ini untuk lebih memanfaatkan air dan mengembangkan sistem tanggul paling rumit dan canggih di dunia.

Bisa dikatakan bahwa Belanda sudah berteman dengan Air,karena tidak ada tempat selain Belanda yang telah memenangkan pertarungan dengan Air seperti yang belanda lakukan.

Sejak tahun 1400an, Belanda telah membangun tanggul untuk perlindungan melawan ombak dan badai. Selama beberapa abad,secara khusus, Belanda telah melawan balik badai yang berhembus dari Lautan Utara dengan memperkeras garis pantai mereka, membangun tanggul yang ditutupi beton dan batu, dan metal pelindung yang dapat menutup muara.

“The Netherlands has traditionally defended itself against the sea with concrete and metal structures, such as the storm-surge barrier Maeslantkering, near Rotterdam.”
JOS VAN ALPHEN

image005
Gambar 4.
Sumber: http://www.nature.com/climate/2010/1004/full/climate.2010.28.html

Tidak hanya masalah tanggul menanggul, Belanda juga merupakan negara terhebat dengan Bendungannya,dan Belanda juga bisa disebut dengan Negeri Bendungan. Sekedar untuk pengetahuan saja, titik daratan terdendah Belanda adalah 6,76 meter di bawah permukaan laut, menakjubkan bukan? Semenjak Abad ke-10 Belanda sudah mulai membangun tanggul dan bendungan, hal ini bertujuan untuk menghindari banjir, menyelamatkan pulau agar tak terendam air laut, dan memperbaiki saluran air. Karena banyaknya daerah datar yang berdiri dibawah permukaan laut yang sebenarnya.
Belanda tidak pernah memusuhi air, walaupun “musuh” alaminya adalah “Air” tetapi belanda memanfaatkan air dan menjadikannya sebagai teman yang bermanfaat untuk kehidupan.

Referensi :

http://www.worldlistmania.com/top-10-largest-dams-world/

http://www.nature.com/climate/2010/1004/full/climate.2010.28.html

http://ttersembunyi.blogspot.com/2014/09/10-bencana-banjir-terbesar-di-dunia.html

http://www.hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4889

http://waterandthedutch.com/water/

http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/projects/nereda-the-natural-way-of-treating-wastewater/106

http://reskychatriana.blogspot.com/2010/04/belanda-negara-pembendung.html

http://en.wikipedia.org