453. NEGERI KAYA AIR dengan SERIBU KINCIR

Penulis : Nancy Yuniar
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Pertama kali mendengar nama Negara ini pasti akan mengingatkan kita tentang pelajaran sejarah Indonesia. Salah satu Negara yang menorehkan kenangan sejarah sepanjang masa kepada rakyat Indonesia. Bangsa yang meninggalkan tanah air kita dengan peradaban bangunan airnya. Negara yang kita kenal memiliki fakta unik berdasarkan letak geografisnya karena berada di bawah permukaan laut. Teman-teman pasti akan mulai menebak, Negara apakah itu?

Yuup, itulah dia si Negara Belanda atau sangat popular dengan nama Negeri Kincir Angin. Negara yang mulai kita kenal namanya pada pelajaran geografi di bangku SMP ini memang membuat kita akan berimajinasi tinggi. Kala itu guru kita menjelaskan bahwa Negara ini berada di bawah permukaan laut dan dikelilingi oleh bendungan untuk menahan air. Dalam hati bertanya-tanya, bagaimana bisa yaa rakyatnya tidur dengan tenang setiap malam? Bagaimana bisa juga terdapat kehidupan di bawah permukaan air laut. Saya membayangkan jika tiba-tiba ombak tinggi datang dan menenggelamkan Negara itu. Duuh..Imajinasi saya berkembang “ngalor-ngidul” menggambarkan Negara Belanda.

Sejak SMA saya memang sangat tertarik dengan air, sehingga sampai kuliah pun bidang study saya masih berhubungan dengan air. Karena itulah Negara Belanda sangat menyenangkan bagi saya untuk diceritakan. Negeri etnik nan indah ini baru dapat saya lihat dari layar kaca. Negara yang dipenuhi oleh bunga-bunga tulip warna-warni dan menjadi ikon Negara Belanda. Negara yang sangat inovatif dalam “menaklukan dan berteman” dengan air. Negara yang sampai saat ini menjadi contoh negara lainnya yang masih “bermusuhan” dengan air dan banjir.

image002
Sumber : http://herosoftmedia.yolasite.com/blog-kami/12-fakta-menarik-tentang-bunga-tulip

Fakta unik dari negeri ini tergambarkan dalam namanya yaitu Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah yang berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”. Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Permukaan yang terendah ialah Nieuwerkerk aan den IJssel, yang berada 6.76 dibawah permukaan laut. Daerah tanah rendah di Negeri Kincir Angin ini dikelilingi oleh dijk dan dinding laut (bendungan air) dan sebagian daerah lagi seperti Flevoland merupakan daerah yang direklamasi.

Pada abad ke-11 Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk menghindari ancaman banjir dan air pasang. Polder adalah dataran rendah yang membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Polder meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan, dan instalasi air kotor terpisah. Untuk menjaga level ketinggian air dan melindungi daerah dari banjir (waterschappen), Belanda memiliki dewan yang khusus bertugas untuk fungsi tersebut.

image004
Sumber: http://www.iamexpat.nl/expat-page/the-netherlands/the-dutch-and-water-in-the-netherlands

Sistem polder ini terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Pada abad ke-13 sistem ini kemudian dilengkapi dengan penggunaan kincir angin yang digunakan untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan air laut. Sistem polder memiliki 5 tipe menurut asalnya, tujuannya, maupun bentuknya, diantaranya polder diperoleh dengan cara reklamasi suatu daerah rawa, air payau, dan tanah-tanah basah, polder yang dilindungi tanggul memanjang searah sungai, polder akibat pembendungan atau penanggulan pada muara sungai, polder akibat pengendapan sedimen pada muara, polder yang terbentuk dari proses land subsidence perlahan-lahan dari muka tanah menjadi tanah rendah di bawah muka air laut rata-rata.

image006
Sumber : https://kompetiblog2013.wordpress.com/2013/05/15/443-avatar-dunia/

Manfaat yang sangat penting dan membantu dalam pembuatan system polder ini yaitu dapat mengendalikan banjir dan genangan akibat aliran dari hulu, hujan setempat dari naiknya muka air (ROB), mengendalikan air, sebagai obyek wisata atau rekreasi, lahan pertanian, perikanan serta industri.

Jatuh bangun dalam pembuatan bendungan air pun telah banyak dirasakan oleh bangsa Belanda. Pada tahun 1953, sejarah bangsa Belanda mencatat telah terjadi musibah bah besar yang terjadi. Eropa Barat, termasuk Belanda dan sekitarnya dilanda badai dan air pasang. Bencana ini mengakibatkan bendungan setinggi sekitar 4,55 meter di pinggir pantai pesisir Zeeland jebol. Bendungan ini ternyata belum layak uji terhadap ombak laut dan badai. Sebagian propinsi ini pun tenggelam, sekitar 150 ribu hektar terendam, ribuan orang meninggal dunia, serta kerugian harta benda yang sangat banyak. Belajar dari bencana ini, bangsa Belanda berjanji akan terus membangun negerinya dan mengevaluasi bangunan yang ada agar musibah ini tidak terulang kembali. Usaha belanda dalam “berteman” dengan air pun ternyata memakan waktu yang tidak sebentar yaitu hampir satu Milenium.

Polder yang diaplikasikan di Belanda mencapai sekitar sepertiga dari total luas lahan Belanda. Sebuah proyek reklamasi besar besaran yang dilakukan oleh Negara Belanda salah satunya melibatkan Zuider Zee (Laut Selatan). Zuider Zee dilindungi dari laut oleh bendungan. Setelah proses hujan yang bertahun-tahun menghilangkan kadar garam dalam laut, kemudian laut ini berubah menjadi danau air tawar, yang sekarang disebut IJsselmeer (Danau Ijssel). Lima polder besar diciptakan di daerah ini. Daerah ini menjadi daerah pertanian makmur.

Belanda seolah-olah seperti Negara buatan, karena setiap hari nya mereka harus memompa banyak air agar daerahnya agar tetap kering dan terkendali. Berbagai bentuk bangunan di atas air dikembangkan di Negara ini. Bendungan dan kanal buatan yang cantik menghiasi negara ini. Salah satu konstruksi yang terkenal yaitu Afsluitdijk (penutup tanggul) yang memisahkan danau Ijssel dengan laut Wadden. Tanggul ini mempunyai panjang 32 km dan ebar 90 m. Segala bentuk pembangunan di Belanda dilakukan berbasis air.

Permasalahan yang dihadapi Negara ini untuk dapat terus bersahabat dengan air menjadikan Negara ini harus terus berinovasi. Inovasi yang bertujuan untuk membuat penduduknya dapat hidup nyaman dan aman. Belanda merupakan daerah rentan banjir dan rentan kekurangan air tanah, intrusi air laut, dan polusi. Namun, Belanda sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi kondisi tersebut yaitu dengan Teknologi Delta (Delta Technology) dan Teknologi Air (Water Technology). Teknologi Delta bertujuan untuk memastikan warga Belanda agar tetap dapat tinggal di bawah permukaan air laut. Sedangkan Teknologi Air bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Belanda.

Di bidang manajemen dan teknologi air, Belanda sangat diakui keunggulannya sehingga menjadi tempat belajar oleh Negara lain. Inovasi terus dikembangkan dengan seiringnya perubahan iklim, cuaca dan fenomena lain yang sering ditemui. Pengakuan dunia internasional tentang teknologi air dan manajemen air pun sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Belanda banyak mencetak ilmuwan-ilmuwan di bidang air.

Inilah dia si negeri seribu kincir, keterbatasan yang kemudian mampu diubah menjadi keunggulan. Hal yang bisa menjadi contoh untuk kita semua bahwa dibalik keterbatasan ternyata mampu menjadikannya bangsa yang unggul, reatif, inovatif, dan mandiri. Kesimpulan untuk kita semua, bangsa yang maju adalah bangsa yang mau bekerja keras. Bangsa yang berusaha menjadi inventor bukan hanya follower.

Referensi :
1. www. Belanda – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
2. www. anggun’s world BELAJAR DARI SISTEM POLDER NEGERA BELANDA.htm
3. www. Profil Lengkap Negara Belanda Kembang Pete.htm
4. www. Teknologi Zaman Keemasan Membangun di atas Air Arsitek Belanda Koen Olthuis – Bag.1_2 (Dalam Bahasa Belanda).htm
5. http://herosoftmedia.yolasite.com/blog-kami/12-fakta-menarik-tentang-bunga-tulip
6. http://www.iamexpat.nl/expat-page/the-netherlands/the-dutch-and-water-in-the-netherlands
7. https://kompetiblog2013.wordpress.com/2013/05/15/443-avatar-dunia/