454. Belanda mengkonversi BBM ke BBU

Penulis : Fitria Mayasari
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“ Kita harus melihat urin sebagai sumber daya ketimbang limbah”

BBM sebagai bahan bakar memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia khusunya transportasi masa kini, terutama di Indonesia dimana jumlah pengendara motor dan mobil sangat banyak. Bahkan hampir setiap rumah di Indonesia pasti memiliki motor. Hal tersebut tentu membuat Indonesia harus memiliki persediaan BBM yang sangat banyak, sedangkan minyak bumi sebagai bahan dasar untuk membuat BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Ditengah kisruh tentang semakin langkanya BBM, Belanda mendobrak dunia dengan inovasi terbaru yang mampu mengatasi solusi kelangkaan BBM. Baru-baru ini para peneliti di negeri Tulip tersebut tengah meneliti kemungkinan urin manusia dapat digunakan sebagai Bahan Bakar kendaraan, energi listrik bahkan untuk bahan baku pupuk urea. Para peneliti yang berasal daru Universitas Delft telah berhasil memanfaatkan komposisi urin yang dapat diolah menjadi bahan bakar.

image002
Figure 1 Pengolahan urin menjadi bahan bakar (otosia.com)

Tentu saja hasil dari penelitian ini menjanjikan efisiensi untuk masa depan. Bahan bakar urin tidak hanya bisa dipakai untuk memasak, namun dapat pula sebagai bahan bakar alternatif untuk mengerakkan mesin mobil khususnya yang bertenaga listrik. Keseriusan Belanda dalam menciptakan energi alternatif berbahan dasar urin terlihat sejak 2006 ketika mereka mengembangkan teknologi yang dapat memisahkan air dan urin di toilet. Memang butuh modal yang besar karena untuk mengelola urin, dibutuhkan toilet dengan sistem yang mampu memisahkan antara urin murni dengan air. Belanda telah mengembangkan toilet yang mampu memisahkan komposisi urin dengan air, toilet tersebut disebut NoMix

image004
Figure 2 NoMix Toilet (http://wisbenbae.blogspot.com/2010_07_29_archive.html)

Sebagai limbah, urin mengandung 80% nitrogen, 50% fosfat, dan 70% potasium. Untuk memisahkan zat-zat tersebut dari air, maka diperlukan toilet pemisah khusus. Untuk mendapatkan bahan baku urin murni, maka badan penelitian CSIR Resources and Environment memasang NoMix ditempat-tempat umum seperti blok perkantoran, sekolah, mall, bandara, stasiun. Untuk membuat rumah dengan toilet khusus NoMix pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar, namun energi alternatif dari urin menjanjikan prospek masa depan yang sangat bagus dan mampu menjadi solusi terbaik terkait kekhawatiran kelangkaan minyak bumi di masa mendatang.

Urin juga mampu dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk membangkitkan listrik. Di Belanda, dalam suatu uji coba, ternyata urin mampu memasok energi setara 110 megawatt untuk 30.000 rumah. Proses pengolahan urin menjadi energi alternatif cukup sederhana. Urin mengandung senyawa amonia yang jika dipanaskan perlahan akan menjadi gas amonia. Setelah itu gas amonia dimasukkan kedalam generator untuk membangkitkan sel bahan bakar (fuel cell) yang dignakan untuk memproduksi energi listrik. Keuntungan lain dari pengolahan urin adalah asam fosfat yang merupakan bahan sisa setelah pemrosesan urin menjadi gas amonia. Asam fosfat dapat digunakan untuk membuat pupuk urea yang tidak berbahaya karena tidak mengandung bahan kimia. Bahan Bakar Urin (BBU) merupakan sumber daya yang sangat efisien dan menjanjikan, karena BBU tidak bergantung pada kondisi alam, selain itu urin juga merupakan sumber daya alam yang melimpah dan dapat dipastikan bahwa urin tidak akan mengalami kelangkaan. Jika diasumsikan bahwa setiap hari orang mengeluarkan urin sebanyak 0,9 sampai 1,5 liter per hari, maka jika dikalikan dengan jumlah penduduk bumi sekitar 7 miliar orang, maka setiap hari akan tersedia sekitar 7 miliar liter urin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan manusia akan listrik, bahan bakar mobil dan masih banyak lagi. Dengan begini sekali dayung, dua, tiga pulau terlewati.

Sumber :
VIVA.co.id