455. Kwartet Domino di Negeri Ratu Beatrix

Penulis : Fitria Mayasari
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Efek Domino lebih banyak dikenal sebagai dampak buruk berkelanjutan yang menimpa berbagai hal. Di Belanda terdapat kwartet (4 hal) yang saling mempengaruhi dan berkesinambungan satu sama lain. Adalah 4 unsur elemen kehidupan yaitu Tanah, Air, Api dan Udara yang merupaka sumber daya alam yang tak terbatas. Uniknya ke 4 elemen tersebut saling berhubungan sebagai efek domino yang memberikan kemajuan luar biasa untuk Belanda disertai dengan inovasi yang semakin maju di Negeri Ratu Beatrix tersebut. Belanda mengubah paradigma efek domino sebagai suatu hal negatif menjadi hal yang positif, sehingga mampu membuat Belanda menjadi salah satu negara yang paling inovatif didunia. Bahkan Belanda menjadi negara peringkat ke 2 sebagai negara pengekspor produk pertanian terbesar di dunia dengan nilai income pertanian mencapai 72,8 miliar euro.

Bagaimana bisa Belanda yang luas negaranya hanya sekitar sepertiga pulau Jawa menjadi negara pengekspor pertanian terbesar ke 2 di dunia?

Secara geografis, Belanda merupakan negara yang berada di bawah permukaan laut. Luas daratan di Belanda sangat kecil dibandingkan dengan luas lautannya. Oleh sebab itu Belanda berinovasi dengan mengeringkan laut menjadi daratan untuk tempat tinggal bahkan bercocok tanam. Sejak zaman dahulu kala, Belanda memperluas daratan dengan megeringkan lautannya menggunakan kincir angin dengan memanfaatkan energi angin. Kincir angin pada awal keberadaannya sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Kincir angin sendiri merupakan warisan dunia yang bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan, dengan cara kerja kincir angin yang menggunakan energi kinetik atau angin, maka kincir angin merupakan sebuah mesin yang ramah lingkungan. Kincir angin sendiri merupakan ikon negara Belanda, sehingga Belanda mendapat julukan Negeri Kincir Angin.

Tanah atau daratan yang terbetuk dari pengeringan air laut disebut dengan polder. Tanah polder sendiri bersifat asam, dan berlumpur. Tanah Polder banyak mengandung air. Pada elemen ini Belanda berinovasi dengan memanfaatkan tanah yang tidak begitu luas sebagai lahan pertanian. Sudah menjadi rahasia umum jika Belanda merupakan negara penghasil Bunga Tulip terbesar di dunia. Bahkan Belanda memiliki kebun bunga tulip yang disebut Keukenhof

image002
Figure 1 Keukenhof Garden (http://www.paxtravel.sk/zajazd/holandsko-vystava-kvetin-keukenhof)

Keukenhof adalah taman bunga Tulip yang memproduksi bunga Tulip dengan beragam jenis. Keukenhof juga menjadi obyek wisata terkenal di Belanda.

Pada dasarnya Tulip merupaka tanaman berumbi yang hidup di iklim subtropis. Kondisi tanah di Belanda yang merupakan tanah asam berair hasil dari sistem polder cocok untuk membudidayakan bunga Tulip. Tanaman berumbi seperti bunga Tulip mampu hidup di tanah dengan kadar air yang sangat tinggi, inilah yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Belanda. Bunga Tulip sendiri mampu menyumbang penghasilan pertanian non pangan Belanda sebanyak 3,6 trilyun dengan hanya 4% lahan untuk budidaya Tulip. Selain bunga Tulip, Belanda juga membudidayakan tanaman-tanaman bunga seperti anggrek,daffodil, lily sebagai hasil pertanian non pangan. Sedangkan hasil pertanian pangan di Belanda beasal dari tomat, cabai hijau, timun, terung.

Let’s Learn How Creative the Netherlands in Agriculture!
Kunci kesuksesan pertanian Belanda adalah Riset dan Teknologi. Belanda bertani dengan menggunakan teknologi, karena Belanda memiliki iklim subtropis yang sebenarnya kurang cocok untuk pertanian. Kondisi geografis dan astronomis Belanda membuat negeri Dam tersebut terus berinovasi di bidang pertanian dengan menggunakan teknologi. Salah satunya inovasi mereka adalah greenhouse. Contohnya pada budidaya tanaman-tanaman hias, pengisian media, penanaman benih, bahkan penyiraman dijalankan otomatis oleh mesin. Total greenhouse di Belanda mencapai 10.000 hektar, dengan tanaman yang diproduksi didalamnya sekitar 75% digunakan untuk keperluan ekspor. Greenhouse di Belanda memiliki sistem otomatis yang dikendalikan oleh komputer untuk proses penyiraman dan pemupukan. Sistem pertanian otomatis dengan menggunakan robot disebut agricultural robot, biasa disebut agro robot.

image003
Figure 2 Robot pertanian sedang memanen Paprika ( Doc.Wageningen University)

Ada juga sistem UV Crop Protection robot berguna untuk membunuh jamur dan virus yang terdapat pada tanaman. Sinar UV tidak mempunyai pengaruh terhadap tumbuhan, sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu dan tanaman tidak tercemar pestisida dan hama tanaman. Beberapa tanaman pertanian pangan maupun non pangan yang dibudidayakan menggunakan greenhouse dan sistem agrorobot adalah tomat, timun, cabai hijau, mawar, anggrek.

image005
Figure 3 Salah satu tanaman Greenhouse (Doc. Majalah Trubus Desember 2008)

Selain dengan agro robot, Belanda pun memanfaatkan energi panas untuk mendukung sistem pertanian dengan menggunakan greenhouse. Karena Belanda beriklim subtropis atau dingin, maka Iklim di Belanda terbagi 4 musim. Artinya waktu produksi tanaman lebih pendek dibandingkan di negara tropis seperti negara-negara di Asia Tenggara. Pada musim dingin, tanaman tidak berproduksi dan berfotosintesis karena tidak ada sinar matahari. Tanaman pun mengalami dormansi atau tidur. Untuk mengatasi hal tersebut, Belanda menciptakan inovasi dengan modifikasi iklim, biasa disebut modifikasi iklim-mikro. Pada musim dingin, atap greenhouse yang berisi tanaman akan tertutup agar tumbuhan tidak layu, sebaliknya ketika musim panas, dan suhu didalam greenhouse terasa sangat panas, maka atap greenhouse akan terbuka sehingga udara panas bisa keluar. Energi panas tersebt didapatkan dari mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan di simpan di tempat-tempat penyimpanan air dan sungai-sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka, ketika musim dingin tiba mesin-mesin agro robot akan memanen energi panas yang tersimpan dibawah tanah dan mensirkulasikan udara untuk memanipulasi iklim didalam ruangan greenhouse.

Pada musim dingin, proses fotosintesis dibantu dengan lampu buatan, atau LED. Seperti pada bunga mawar, campuran lampu LED warna merah dan biru digunakan untuk meningkatkan produksi bunga mawar.

image007
Figure 4 Lampu LED untuk membantu fotosintesis dan produksi tanaman ( http://www.plantlab.nl/)

Sungguh sebuah inovasi yang luar biasa dari negeri Belanda, mereka mampu mengsinergikan elemen-elemen alam secara berkesinambungan untuk memajukan pertanian mereka. How cool the Dutch are!

Sumber :
Agriculture in Netherlands http://www.mfa.nl/tok-en/agriculture_nature