456. BELANDA DAN KINCIR ANGIN

Penulis : Hady Irawan
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

image001

Negeri kincir angin, kata itu-lah yang sangat ku kenal tentang Nederland (Belanda), Nederland yang artinya negeri – negeri yang berdaratan rendah. Belanda secara geografis diperkirakan 20% wilayahnya merupakan berpermukaan rendah, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, serta 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Amsterdam adalah Ibu Kota Negara, sedangkan pusat pemerintahan berada di Den Haag.

Belanda secara keseluruhan seringkali disebut “Holland”, meskipun Holland Utara dan Holland Selatan hanyalah dua dari dua belas provinsinya, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 16 juta jiwa, dengan letak geografis yaitu wilayah utara yang berbatasan langsung dengan laut utara, barat
netsains.net

dan selatan yang berbatasan langsung dengan Belgia dan Jerman. Jumlah populasi penduduk Belanda merupakan urutan ke-10 di Eropa, dengan luas daerah mencapai 41.526 km² artinya Belanda merupakan negara yang cukup padat penduduknya.

Iklim angin yang ada di Belanda menjadikan negara ini memiliki potensi sumber tenaga angin yang dapat dimaksimalkan untuk menggerakan kincir di sektor pertanian dan industri. Sektor pertanian di Belanda hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% dari jumlah penduduk, namun Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor, bahkan menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika dan Perancis.

Kincir angin yang dapat dimaknai dalam bahasa Indonesia adalah baling baling yang berputar pada porosnya, dapat digerakan oleh energi air atau pun udara. Kincir angin adalah sebuah alat yang mampu memanfaatkan kekuatan angin untuk dirubah menjadi kekuatan mekanik. Dari proses itu memberikan kemudahan berbagai kegiatan manusia yang memerlukan tenaga yang besar seperti memompa air untuk mengairi sawah, atau pun menggiling biji-bijian. Kincir angin modern adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik, disebut juga dengan turbin angin.

Sejak kecil aku selalu membayangkan puluhan ribu kincir angin yang ada di Holland, kincir angin yang terhampar dari wilayah sebelah utara hingga selatan Holland berdiri kokoh di tengah – tengah ladang atau pun pesisir pantai. Dibenak kepalaku tentu kincir angin tersebut menjadi pemandangan yang khas dari Belanda, selain bunga Tulip-nya. Hingga aku berpikir bahwa Belanda adalah sebuah negeri yang seolah tak takut akan kekurangan sumber energi, karena udara yang bergerak (angin) merupakan sumber energi yang berabad abad telah dimanfaatkan oleh masyarakat Belanda.

Belanda negara yang terletak di benua Eropa telah menggunakan elemen udara dalam kehidupan masyarakatnya, elemen udara yang bergerak menjadi angin mampu menggerakan puluhan ribu kincir angin raksasa. Kincir angin yang awal mulanya digunakan para petani untuk memompa air di ladang pertanian karena permukaan daratan mereka yang rendah. Tetapi sebaliknya, mereka mampu memanfaatkan letak geografis dataran mereka tinggal, yang mana lebih rendah dari permukaan laut, serta adanya iklim angin barat daya, dan pada kenyataanya mereka mampu memanfaatkan itu semua dengan baik merubah udara menjadi energi.

Kincir angin yang telah digunakan berabad abad oleh masyarakat Belanda, saat ini telah berubah menjadi lebih bermanfaat yaitu menjadi sumber energi yang menggerakan turbin listrik, dan menjadi pasokan kebutuhan energi masyarakat di sektor pertanian dan industri di Belanda. Terdapat wisata Zaanse Schans yang letaknya tidak jauh dari Amsterdam, tempat wisata yang melihatkan pola kehidupan masyarakat Belanda pada abad ke 17 – 18, dengan menyajikan panorama pedesaan yang hijau dan indah, beserta ladang pertanian serta rumah tradisional asli Belanda. Zaanse Schans sendiri di kenal dengan istilah open air museum, yang menunjukan pengetahuan tentang kincir angin.

Energi terbarukan yang bersumber dari angin, yaitu udara yang bergerak dan memutarkan tiap baling – baling raksasa dari kincir, mampu mengaktifkan ekonomi industri yang ada di Belanda. Aktivitas ekonomi utama adalah industri pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Memerlukan pasokan energi yang besar dalam mendorong ekonomi industri di Belanda, tetapi pemerintah Belanda mampu memanfaatkan elemen udara yang ada menjadi sumber pasokan utama dari kebutuhan energi listrik mereka.

Bagaimana pemerintah dan masyarakat Belanda bisa menggunakan peluang dari energi udara, keadaan geografis dan sosiologis masyarakat Belanda mendorong untuk memanfaatkan seluruh kekuatan sumber daya alam-nya. Bumi, Air, Udara dan Api merupakan elemen yang dapat digunakan dengan tepat bagi faktor kehidupan umat manusia. Belanda sangat memahami elemen – elemen tersebut, dan telah mengetahui bagaimana menggunakan ke-4 elemen tersebut sejak empat abad yang lalu, dan terus dikembangkan hingga saat ini.

image002
www.bangazul.com

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kerajaan Belanda dalam Program CASINOO (Capacity development and strengthening for energy policy formulation and implementation of sustainable energy project in Indonesia). Merupakan kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk belajar bagaimana memanfaatkan energi dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui The Deputy Head of Mission of the Royal Netherlands, di bulan Oktober 2011.

Ketika masyarakat dunia di “era globalisasi” saat ini berbicara dalam banyak pertemuan tingkat tinggi, membahas energi terbarukan menggantikan energi yang usang seperti batu bara, minyak dan gas bumi. Pemerintah Kerajaan Belanda sudah mampu melakukan hal tersebut dalam agenda pemerintahannya, baik secara kebijakan, peningkatan sumber daya manusia dengan membangun basis akedemik untuk mengkaji konsep pemanfaatan sumber daya alam terbarukan.

Bagaimana belajar dari situasi dan kondisi alam yang dimiliki serta memanfaatkan elemen udara bagi kepentingan hajat hidup masyarakat di Belanda. Bangsa Indonesia sudah sepatutnya tidak hanya melirik peluang bagaimana membangun konsep energi terbarukan, tetapi bersungguh – sungguh untuk menjalankan konsep besar menciptakan energi terbarukan dan mengganti pola energi konvensional. Sumber daya mineral dan gas bumi yang ada juga akan habis, apa lagi dengan pola kehidupan masyarakat di Indonesia yang tingkat konsumtifnya sangat tinggi.

Mencontoh masyarakat Belanda yang terbiasa untuk menggunakan transportasi massal dan menggunakan sepeda dalam kehidupan sehari-harinya, merupakan proses yang harus di contoh oleh masyarakat Indonesia. Menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan kekuatan sumber daya terbarukan yang dimulai dari pelestarian lingkungan, hingga pengalihan teknologi tepat guna merupakan proses yang harus dimulai dari sekarang di Indonesia.

“Bumi, air, udara, dan kekayaan alam beserta isinya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat”, begitulah petikan dari Undang – Undang Dasar 1945 pada pasal 33. Maka sudah sepatunya Indonesia mampu menciptakan rencana dan kebijakan terhadap pemanfaatan sumber energi terbarukan, agar bangsa Indonesia tidak akan mengalami krisis energi yang akan menjadi masalah besar di phase 50 tahun yang akan datang.

Tuhan telah menciptakan segalanya untuk manusia di bumi ini, udara yang bergerak dan kita sebut angin, telah Tuhan ciptakan untuk dapat kita gunakan. Belanda telah mampu membuktikan dan melakukan hal tersebut, memanfaatkan apa yang telah Tuhan berikan bagi manusia yaitu udara untuk kelangsungan hidup masyarakat di Belanda.

Refrensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
2. http://destinasi.europewishlist.com/artikel/sejarah-negeri-kincir-angin
3. http://k3l0mp0k1.blogspot.com/
4. http://travel.kompas.com/read/2011/10/03/16484441/twitter.com
5. http://www.biru.or.id/index.php/stakeholder/3/the-embassy-of-the-kingdom-of-the-netherlands.html
6. http://pusdiklatkebtke.esdm.go.id/index.php/berita/47/260