459. Berjalan Menuju Gerbang Air Musa

Penulis : Aryani Praba Ningrum
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

image002
Apakah ini jembatan? Hmmm, tampak tidak terlihat orang itu sedang menyeberang

Ketika melewati jembatan ini pastilah orang tidak bisa menahan diri untuk mengambil foto ataupun ber-selfie ria. Jembatan yang dulunya merupakan jalan rahasia menuju parit pertahanan saat perang di abad ke-17 letaknya di Provinsi Nurt Barabant. Belanda bertahun-tahun telah menelantarkannya hingga hampir hancur, namun setelah diperbaiki bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, tujuan traveling dan menjadi objek jepretan kamera yang menarik.

image004
Jembatan pun dapat menjadi objek jepretan kamera yang ciamik

image006
Jika dilihat dari kejauhan, jembatan tersebut tidak terlihat karena berada di air

Pembangunannya kembali sendiri dilakukan dengan cara kontes yang dibuat oleh pemerintah lokal. Salah satu ide terbaik muncul dari biro arsitektur RO dan AD dari Belanda – Belgia. Jembatan dengan panjang 50 meter ini berhasil menjadi Winner Building of The Year Awards 2011 kategori public facilities.

image008
Kil & Ro Koster duo arsitek dari biro Ro&Ad-Architects

Arsitek jembatan di Belanda tak pernah kehilangan kreativitas dan tak henti-hentinya melakukan inovasi. Dikenal dengan Jembatan Musa (Moses Bridge), jembatan ini terinspirasi dari cerita Musa yang menyelamatkan bangsanya dengan membelah Laut Merah maka jembatan ini dirancang menyerupai terowongan terbuka yang panjang dan tampak membelah sungai bahkan orang yang melewatinya bisa menyentuh air di sisinya.

image010
Jembatan terlihat seolah membelah sungai menjadi dua bagian

Jembatan berada di tengah-tengah sungai dan terendam air, meski tidak seluruhnya. Jadi, dari kejauhan, jembatan ini terlihat seolah membelah sungai jadi dua bagian. Ketika melewati jembatan ini akan merasa semacam berjalan di parit yang menjadi jembatan. Dinding jembatan ini berfungsi layaknya bendungan untuk menjaga keluarnya air.

image012
Merasakan sensasi menyeberangi gerbang air seperti dalam cerita Musa

image014
Seperti jalan tersembunyi dalam lorong rahasia

image016
Jembatan terbentang seperti selokan yang dibangun untuk terlihat menyatu dengan gambaran lanskapnya

Jembatan Musa didesain ramah lingkungan karena dibuat dengan kayu Accoya khusus yang dirawat agar tahan air. Konstruksi jembatan yang terbuat dari kayu tahan air dilapisi dengan kertas timah.

image018
Penggunaan material yang ramah lingkungan

Hampir tidak ada tumpahan air dalam jembatan, karena ketinggian air dikendalikan oleh dua “bendungan keci” dengan ketinggian yang telah disesuaikan dan diletakkan pada ke dua sisi parit. Ketika ketinggian air bertambah , tumpahan air tidak akan masuk kedalam jembatan melainkan akan mengalir ke “bendungan kecil” tersebut. Untuk mencegah tidak dimasuki air ketika curah hujan tinggi, RO&AD melengkapi jembatan itu dengan pompa khusus untuk mengalirkan air ke “bendungan kecil” sehingga dapat mengontrol ketinggiannya. Pembangunan jembatan diawali dengan pengerukan tanah di sekitar lokasi yang memakan waktu sampai dua bulan. Setelah jembatan terbangun , tumpukan tanah dikembalikan kedalam sungai untuk menjaga ekosistem sungai.

image020

image022

image024
Gambar kerja Jembatan Moses

Sungguh sebuah mahakarya yang unik. Jadi, apakah kamu ingin mengalami berjalan ditengah gerbang air? Segera ambil tongkatmu dan hetakkan ketanah seolah kamu akan membelah sungai kemudian berjalanlah menuju gerbang benteng di dalam air seperti layaknya Musa.

Referensi :

http://www.archdaily.com/building-of-the-year/2011/

http://www.toxel.com/inspiration/2011/11/16/moses-bridge/

http://www.smartplanet.com/blog/design-architecture/ro-ad-architects-how-the-moses-bridge-works/388

http://powradhwani.blogspot.com/2013/01/the-moses-bridge-is-invisible-to-eye.html

http://www.decohubs.com/moses-bridge/1392