461. Mari Bersulang untuk Bumi!

Penulis : Sanita Deselia
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image002

Film memang bisa memberi kesan yang membekas. Itu juga yang terjadi ketika menonton Kidnapping Mr Heineken. Bukan cuma pesona Jim Sturgess yang jadi Cor Van Hout si ketua geng penculikan yang tertinggal lama di benak setelah film lama usai, tetapi juga sosok Freddy Heineken yang sesungguhnya.

Saya memang jarang membaca sinopsis sebelum menonton. Biar surprise saja pas nonton nanti. Awalnya saya mengira film ini cuma cerita lucu-lucuan tentang penculikan orang yang tergila-gila dengan sekaleng Heineken. Itu lho bir kalengan yang sering kita lihat di supermarket atau resto-resto. Tapi ternyata film ini berdasarkan kisah nyata. Saya jadi penasaran akan sosok di balik nama besar Heineken. Apalagi dalam film itu dikisahkan pihak Freddy Heineken bersedia membayar tebusan sebanyak 35 juta gulden atau 16 juta euro, di mana pada tahun 1983 jumlah tersebut tentu sangatlah besar. Wow bir di sana ternyata komoditi yang sangat menguntungkan ya. Lebih dalam lagi saya jadi mencari tahu juga akan kultur minum bir di Belanda.

Bir di Belanda memiliki sejarah yang panjang. Sejak abad pertengahan orang Belanda gemar mengonsumsi bir. Mereka minum bir seperti kita minum air putih. Bukan apa-apa, konon dahulu air bersih sulit didapatkan. Tetapi dahulu kandungan alkohol dalam bir tidak seperti sekarang. Menurut catatan statistik, saat ini orang Belanda rata-rata mengonsumsi 74 liter bir setahun per orang. Belanda memang bukan negara dengan peminum bir terbanyak, tetapi Belanda dikenal sebagai eksportir bir terbesar di dunia. Produksi bir setahun di Belanda bisa mencapai 1.200.000.000 liter. Sebanyak 2/3 di antaranya diperuntukkan untuk ekspor. Konon untuk memproduksi bir dari menumbuhkan biji hingga membersihkan instalasi bir dibutuhkan hingga 98 liter air untuk setiap gelas bir Belanda (0.33 l). Terlihat boros? Tapi bandingkan saja dengan wine yang memerlukan 3 kali air lebih banyak. Situs Waterfootprint.org menyebutkan untuk memproduksi 1 liter wine diperlukan air sebanyak 870 liter. Sementara untuk satu liter bir hanya diperlukan air sebanyak 298 liter.

Bagi masyarakat Belanda, bir bukan sekadar pelepas dahaga atau penyemarak suasana. Tetapi minum bir adalah tradisi yang dekat dengan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, industri bir juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Meski penggunaan air diklaim tiga kali lebih hemat dari produksi wine, namun inovasi di industri bir tidak puas begitu saja. Belanda memang terkenal sebagai negeri penuh inovasi. Belanda menempati urutan 5 Most Innovative EU Country tahun 2013 atau negara paling inovatif nomer lima sewilayah Eropa.
Industri bir yang mendunia tentu membutuhkan kemasan yang berkualitas agar bir yang diproduksi sampai ke tangan konsumen tanpa berubah rasa. Secara konvensional bir dibawa dalam tong baja yang beratnya bisa mencapai 8-10 kg. Cara ini tentu memakan tempat, transportasi, dan mengonsumsi banyak air untuk membersihkannya setelah dipakai. Beruntung inovasi KeyKeg mengatasi permasalahan ini. Dengan menciptakan kemasan disposable yang ringan, kini bir tak perlu lagi didistribusikan dengan tong-tong baja. Inovasi One Way Keg breweries dari Keykeg memungkinkan distribusi bir menjadi lebih praktis dan ramah lingkungan. Desain yang compact atau padat membuat Keykegs memiliki kapasitas angkut lebih yakni hingga 25-30% lebih tinggi dibanding tong baja. Beban transportasi dapat dihemat hingga 65%. Emisi CO2 juga tentu berkurang signifikan. Selain lebih ringan, (Keykeg Slimline series 20 misalnya, dengan berat kasar hanya 1 kg) kemasan juga dapat dibuang setelah pemakaian begitu saja ke tempat sampah konvensional, dan jangan takut, kemasan ini bisa didaur ulang untuk memproduksi kemasan bir yang baru. Mengingat Keykeg Slimline dibuat dari jenis plastik PET yang mudah didaur ulang. Efeknya lebih jauh, tentu penjual bir tidak perlu lagi membuang-buang air dan menggunakan bahan kimia yang keras untuk membersihkan tong baja secara intensif.

image004

Inovasi kemasan bir dari KeyKeg ini mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Sudah banyak penghargaan yang didapat. Salah satunya dari Ameristar Packaging Award, sebuah kompetisi bergengsi bagi industri kemasan di Amerika Utara. KeyKeg memenangkan kategori minuman beralkohol di tahun 2013. Selain ramah lingkungan kualitas bir pun tetap terjaga. Munich University di Jerman, satu-satunya universitas dengan mata kuliah Master Brewer di dunia menyatakan kualitas bir tetap sama seperti yang dikemas dalam tong baja.

Inovasi yang disebut prinsip Bag-in-Ball membuat bir dijamin kualitasnya oleh Keykeg dari pengisian, distribusi, hingga penyimpanan. Revolusi sistem dua kompartemen memungkinkan bir terlindungi dari oksidasi dan terhindar dari ekspos gas propellant. Bir Belanda terkenal dengan buihnya yang melimpah. Buih ini melindungi bir dari oksigen. Oksigen mempengaruhi rasa bir lho. Jadi katanya ketika buih hilang, rasa bir pun tidak senikmat sebelumnya. Itu sebabnya bir Belanda biasanya disajikan dalam gelas kecil. KeyKeg menjaga rasa itu tetap ada. Selain revolusi kompartemen, teknologi Double Wall yang sudah dipatenkan juga menjaga isi tetap aman meski kemasan rusak. Keykegs sudah diuji hingga tekanan 7 bar (102psi) saat diproduksi. Bir yang disimpan dalam kemasan Keykegs ini pun lebih awet sehingga tak ada lagi bir yang terbuang karena lama tak dikonsumsi. Penggunaan air untuk produksi bir pun menjadi lebih efisien.
Inovasi memang bisa di berbagai bidang, dari industri hingga tradisi. Dalam hal ini Belanda nampaknya sukses menggabungkan keduanya. Kewl!
Mari bersulang untuk inovasi dan bumi!

Referensi:

http://www.keykeg.com/

http://www.holland.com/us/tourism/article/dutch-and-their-beer.htm

http://www.hollandtrade.com/media/news/news-archive/index.asp?bstnum=5269&PageIndex=18

http://whatsupwithamsterdam.com/10-facts-about-dutch-beer/

www.dutchdailynews.com/netherlands-ranks-5th-most-innovative-country-in-the-european-union/

http://waterfootprint.org/en/resources/interactive-tools/product-gallery/

Sumber Foto: Keykeg.com
Imdb.com
Dok. Pribadi