470. Kincir Pembawa Kabar

Penulis : Retno Heny Purwanti
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda. Sebuah negara penuh warna yang akan memanjakan mata siapa saja. Aneka warna bunga tulip selalu menarik banyak wisatawan mendekat. Pada musim semi di bulan April hingga pertengahan Mei, bunga-bunga Tulip dan Hyacinths bermekaran. Warna-warna cerah yang membuat pemandangan di kota penuh warna dan mempesona.
Belanda laksana negeri taman bunga yang luar biasa. Sepanjang tahun selalu ada bunga yang dapat dinikmati, bahkan ketika musim semi telah berakhir. Wisatawan yang datang ke taman-taman bunga di Anna Paulowna akan melihat keindahan bunga-bunga khas negeri Belanda.

Namun tak hanya tulip saja yang menarik. Hal lain yang menarik dari Belanda adalah pemanfaatan energi angin. Ya, Belanda memang disebut-sebut sebagai negeri kincir angin. Salah satu desa kincir angin yakni Zaanse Schans di Provinsi Belanda Utara (Province North Holland) dan Kinderdijk di Provinsi Belanda Selatan (Province South Holland). Di tahun 2013, total ada delapan kincir angin yang masih berfungsi.

image002
Sumber : http://www.grayline.com/tours/amsterdam/alkmaar-cheese-market-and-windmills-5914_15/

Fungsinya sendiri sebagai penggiling biji-bijian seperti jagung, tapi beberapa kincir berfungsi sebagai pompa untuk menguras polder—tanah yang digenangi air dan dikelilingi tanggul. Kincir harus memompa pada siang dan malam hari. Karena berada di padang rumput yang terbuka, kincir menangkap banyak sekali angin—sehingga bagian dalam kincir menjadi berangin dan dingin. Orang yang menghuni kincir angin memiliki kehidupan yang berat saat terjadi kencang dan badai guntur.

image003
Sumber : http://www.let.rug.nl/polders/boekje/tradition.htm

Kincir angin juga dimanfaatkan sebagai kode untuk mengirimkan berita atau kabar. Saat pemilik kincir tengah rehat sejenak (gambar kincir atas, sebelah kiri), baling-baling akan ditempatkan secara horizontal dan vertikal . Bilah-bilah kincir yang diposisikan diagonal menandakan bahwa pemilik kincir sedang beristirahat untuk waktu yang lama (gambar kincir atas, sebelah kanan). Saat pemilik kincir mengunci bilah-bilah kincir yang sedang naik dan belum mencapai titik tertinggi, berarti sang pemilik sedang mengungkapkan sukacita dan harapan (gambar kincir bawah, sebelah kiri). Bilah kincir dikunci saat melewati titik tertinggi menandakan dukacita atau berkabung (gambar kincir bawah, sebelah kanan).

Ada banyak kebiasaan di Amsterdam sebelah utara, yakni menghias kincir untuk acara-acara yang membahagiakan, seperti pesta pernikahan. Pada saat itu bilah-bilah kincir ditempatkan pada posisi diagonal, tidak sedang digunakan, dengan berbagai hiasan. Selama Perang Dunia II berlangsung, saat Belanda di duduki tentara Jerman, penduduk setempat menggunakan posisi bilah kincir untuk memberitahu orang yang bersembunyi sebab tentara akan menyerang sebentar lagi.

Refrensi :

http://travel.kompas.com/read/2011/10/03/16484441/twitter.com

http://www.bimbingan.org/kincir-angin-belanda.htm

http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102003735

http://www.let.rug.nl/polders/boekje/tradition.htm