471. Blue Energy – Energi Yang Tak Ada Matinya

Penulis : Adi Gangga
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

~~ Belanda negeri kincir (katanya…katanya…)
Keju penghasilannya (katanya…katanya…)
Tulip nama bunganya (wow…wow…)
Dan nama bendungannya ~~

Siapa yang tak tahu lagu Trio Kwek-Kwek berjudul Katanya Katanya ini? Lagu yang sangat populer di era bangku sekolah dasar ini langsung terlintas di benak ketika berbicara tentang Belanda. Terima kasih kepada sang pencipta yang telah menciptakan lagu sederhana tetapi sangat mendidik. Itu jawaban dari para anak muda, lain halnya bagi para kakek nenek yang merasakan masa penjajahan yang mana mereka pasti akan menjawab Belanda adalah bangsa penjajah. Tetapi, dari negeri penjajah itulah lahir seorang Soekarno yang berhasil membuat Indonesia menjadi seperti sekarang ini. Dan jika kita bicara tentang dunia modern yang penuh dengan teknologi canggih, Belanda mempunyai banyak hal yang patut kita acungi jempol.

Saat ini, sangat penting untuk masa depan bumi, sebuah teknologi yang dibuat haruslah merupakan teknologi yang ramah lingkungan yang diupayakan dapat menjadi sumber tenaga yang bersih dan berkelanjutan. Secara letak geografis, Belanda dikelilingi oleh lautan yang menjadi kekurangan sekaligus kelebihan dari negara Belanda. Kondisi dikelilingi oleh lautan dan berada di bawah permukaan air laut membuat bangsa Belanda harus memutar otak untuk mencari jalan keluar demi keamanan dan keselamatan mereka. Hal ini yang memicu Belanda menjadi salah satu negara yang memiliki teknologi ramah lingkungan super canggih yang menjadi anutan banyak negara lain. Lokasi yang awalnya dianggap tidak strategis itu malah menjadi sumber daya yang sangat diandalkan untuk menjaga kelestarian bumi. Seperti julukannya, Belanda membangun banyak kincir angin untuk menyiasati jumlah air yang terlalu berlimpah. Teknologi yang membutuhkan angin untuk bekerja ini yang kemudian menjadi salah satu inovasi sumber energi paling terkenal dan diakui dunia. Ketika berbicara tentang energi yang berasal dari air, Belanda juga telah mencoba membangun pembangkit tenaga dari pasang surut dan ombak laut. Tetapi, masih ada satu lagi sumber energi yang berasal dari air yang kalian dan dunia harus ketahui. Berbeda dengan kincir angin yang masih harus menggunakan angin untuk menggerakan sistem ini, ada satu sistem pembangkit tenaga listrik yang hanya mengandalkan air mengalir. Apa kalian tahu? Apa dunia tahu? Ayo kita cari tahu!

image002

Ada yang mengerti arti dan cara kerja gambar di atas? Bingo!! Dapat dilihat dari gambar di atas, Blue Energy merupakan sistem yang dapat menghasilkan listrik dengan menggunakan perbedaan salinitas antara air asin dan air tawar. Para ilmuan berusaha menghasilkan energi dari sumber daya laut lainnya yang sangat berlimpah yaitu garam. Pertemuan air laut dan air sungai menyebabkan konsentrasi air menjadi encer hingga mencapai konsentrasi sama. Saat membran atau filter sebagai perantara diletakkan diantara air tawar dan asin, pengenceran air dapat dikontrol dan energi potensial akan diperoleh. Belanda dikelilingi oleh banyak persimpangan sungai-laut dan hal ini membuat Belanda tanpa diragukan merupakan lokasi yang sangat tepat untuk teknologi ini. Belanda berusaha membangun pembangkit tenaga listrik dari sumber air tersebut dalam skala besar yang nantinya mampu memenuhi kebutuhan energi seluruh dunia.

image005

Cara mengeluarkan energi tersebut dapat dilakukan dengan proses Reversed Electro Dialysis (RED). RED menggunakan dua filter untuk memisahkan air asin dari air segar. Salah satu filter akan membiarkan hanya ion sodium positif mengalir masuk menuju air tawar, sedangkan filter satunya membiarkan ion klorin negatif masuk melewati arah lain. Melalui proses ini, sebuah filter akan memproduksi sekitar 1 watt tenaga dan sejauh ini filter dapat ditumpuk hingga 100 fiter yang dapat menghasilkan tenaga 100 kali lipat.

Blue energy menghasilkan listrik dari sumber air yang mengalir selama 24 jam setiap hari tanpa polusi yang dikeluarkan dari proses ini. Pada 26 November 2014, Raja Willem-Alexander telah menempatkan pembangkit Blue energy pertama di dunia di Afsluitdijk yang merupakan tanggul sepanjang 32 km dengan lebih dari 3,300 m3 air tawar per detik mengalir ke laut. Jumlah listrik yang dihasilkan di Afsluitdijk setara dengan 1200 miliar baterei AA dalam setahun yang cukup untuk kebutuhan listrik 500000 rumah tangga. Lokasi lain yang berpotensi besar untuk pembangkit tenaga ini ada di wilayah Rotterdam dimana terdapat dua sungai besar yaitu Sungai Rhine dan Meuse mengalir masuk ke Belanda dan bermuara di lautan utara.

image008

Tekonologi RED sendiri masih sangat mahal untuk diimplementasikan yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar 600 juta USD untuk membangun sebuah teknologi penghasil 200 MW. Biaya produksi ini dua kali lipat lebih besar daripada yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Namun, pembangunan dan pengembangan pembangkit tenaga ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah dan swasta. Dukungan yang besar dari pemerintah Belanda ditunjukkan dengan komitmennya untuk menjadikan 10% tenaga terbaharukan ini dalam produksi energi total di tahun 2020. Perusahaan the Dutch REDstack BV yang akan menjalankan pembangunan pembangkit ini yang merupakan perusahaan spesialis pengembangan dan komersialisasi teknologi RED. Selain itu, para peneliti dari berbagai pusat penelitian seperti Wetsus, MESA+ Universitas Twente, dan Universitas Wageningen juga memperkuat teknologi ini dengan mencari solusi untuk mengurangi biaya produksi tenaga tersebut. Bahkan sejak tahun 2007, Belanda yang merupakan fore-runners dalam teknologi ini, Universitas Twente menjadi satu-satunya universitas di Eropa yang mempunyai jurusan tentang teknologi ini. Hal ini membuktikan bahwa keahlian Belanda dalam manajemen dan teknologi air tercipta atas dukungan penuh dari bangsa Belanda itu sendiri.

Luar biasa bukan bangsa Belanda itu. Bangsa yang berhasil keluar dari citra penjajah menjadi pencetak sejarah di bidang teknologi. Disaat negara kita masih menggunakan air laut untuk membuat garam, Belanda telah beberapa langkah bahkan mungkin banyak langkah lebih maju dalam memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah itu. Rasa syukur yang mereka punya mereka salurkan dengan membuat inovasi-inovasi yang hebat. Seperti sepenggal lagu Gesang yang berjudul Bengawan Solo, “Air mengalir sampai jauh..Akhirnya ke laut”, juga menggambarkan teknologi Blue energy yang tak terbatas oleh cuaca mampu menjadi sumber energi yang tak ada matinya. Banyak hal yang harus kita tiru dari bangsa Belanda.

~~ Hari ini adalah hasil dari hari kemarin. Tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. ~~

Referensi:

http://www.greenoptimistic.com/new-dutch-power-plant-produce-energy-sea-water-20141127/#.VT3fs0Yn4wt

http://www.greenoptimistic.com/osmosis-power-plant-netherlands-20100720/#.VT3izEYn4wt

http://www.cbsnews.com/news/dutch-plant-turns-river-and-sea-into-electricity/

http://www.newscientist.com/article/dn19191-green-machine-a-salty-solution-for-power-generation.html?full=true&print=true#.VT31cUYn4wt

http://www.energyacademy.org/article/5/blue-energy

http://www.utwente.nl/en/newsevents/!/2014/11/349878/first-blue-energy-power-plant-opened-ut-made-large-contribution

Referensi gambar:

http://www.leonardo-energy.org/