474. Lahan, Laut, dan Nutrisi untuk Masa Depan

Penulis : Fitri Ramadhani
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001
Gambar 1 Taman bunga Keukenhof di Lisse, Belanda

Siapa yang tidak tahu bunga khas yang tumbuh di negeri nan elok memesona dari benua Eropa ini? Ya, bunga tulip yang indah berwarna warni memang menjadi bunga nasional bagi Negara yang beribukota Amsterdam ini. Taman bunga Keukenhof di Lisse, Belanda menjadi yang terbesar dan bahkan terluas di dunia. Tulip yang tumbuh mendominasi keseluruhan jenis bunga di taman ini. Hampir seratus jenis warna-warni bunga tulip dihasilkan dari persilangan warna bunga yang ada. Selain bunga, tidak sedikit produk pertanian termasuk tanaman hortikultura yang dapat tumbuh dan dikembangkan dengan baik oleh Belanda.

Tidak hanya bunga, Belanda memikat turis mancanegara dari karakteristik lain berupa arsitektur lansekap yang menjadi simbol dari negeri nan elok ini yaitu kincir angin. Belanda memang terkenal sebagai negeri kincir angin. Angin yang begitu kuat berhembus ke seluruh penjuru mata angin negeri Belanda membuat Negara ini dapat memanfaatkannya juga sebagai pembangkit listrik. Inovasi pembangkit listrik tenaga angin ini berawal ketika dunia mulai mengalami krisis energi pada tahun 1970-an. Sebelumnya, kincir dibuat untuk mengatasi masalah banjir di Belanda karena sebagian besar wilayah daratan Belanda memang berada di bawah permukaan laut. Melalui kincir ini Belanda dapat mengatur sistem aliran airnya sehingga menjadi yang terbaik di dunia.

Selain sistem manajemen air dan pertanian yang sudah menjadi keunggulannya, Belanda kemudian mengembangkan pertanian di laut atau lebih dikenal sea farm. Sea farm yang dimaksud di sini bukan dalam konteks perikanan namun tanaman laut berupa berbagai alga atau rumput laut. Laut yang merupakan bagian luas di Negara maritim ini dimanfaatkan sebagai lahan tumbuhnya berbagai tanaman (sengaja ditanam) tidak hanya tumbuhan (tumbuh dengan sendirinya) laut. Hasil pertanian dari sea farm ini diteliti mengandung protein tertentu dengan kualitas yang lebih tinggi dari produk yang ditanam di tanah pertanian pada umumnya.

Mengapa harus menanam di laut? Belanda telah memikirkan nasib penghuni bumi dalam jangka panjang dimana populasi penduduk akan semakin bertambah sementara tanah pertanian terus menyempit. Akan ada sembilan milyar kepala yang membutuhkan makanan pada tahun 2050 mendatang. Hal ini menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh karena kebutuhan akan nutrisi dari makanan terus menjadi kebutuhan pokok untuk kehidupan. Dari sini, Belanda mencoba berinovasi dalam sektor pangan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein, untuk masa depan yang berasal dari komoditi hasil sea farm.

Dr. Willem Brandenburg, seorang ahli budidaya tanaman yang bekerja di Wageningen UR yang tertarik pada penelitian mengenai rumput laut, percaya bahwa dalam sepuluh tahun, lahan pertanian di laut akan bisa memenuhi kebutuhan protein manusia. Namun diperlukan pengetahuan baru agar budidaya tanaman di laut ini bisa berhasil karena penanaman rumput laut yang telah ada di wilayah Asia Tenggara masih berbahaya bagi lingkungan. Bahaya tersebut berasal dari petani yang masih membuang limbah pupuk ke laut. Sebanyak 30 juta ton fosfat mengalir ke laut di seluruh dunia per tahunnya bahkan jumlah fosfat ini lebih banyak dari hasil tambang. Padahal masih banyak nutrisi dari laut yang seharusnya bisa dimanfaatkan tetapi tidak dapat dipenuhi. Dengan adanya lahan pertanian di laut, secara tidak langsung Dr. Brandenburg ingin memutus siklus yang buruk dari pembuangan limbah tersebut sehingga dapat berdampak baik bagi ekosistem alam.

image002
Gambar 2 Rumput laut penelitian

Tidak hanya protein, rumput laut juga mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan manusia, seperti vitamin, mineral, mikronutrisi, serta antioksidan. Selain dari kandungan nutrisinya, budidaya rumput laut ini juga menguntungkan karena akan memberikan hasil yang lebih banyak dibandingkan tanaman darat. Dari berbagai macam spesies rumput laut yang ada, pancaran sinar matahari yang dibutuhkan masing-masing spesies ternyata berbeda-beda. Dengan membudidayakan berbagai jenis rumput laut ini, kita bisa memanfaatkan beragam intensitas pancaran sinar matahari sehingga menghasilkan biomassa yang lebih banyak per satuan luas permukaannya. Oleh karena itu, kita bisa mengoptimalkan penggunaan lahan perairan (laut), air, sumber daya alam, dan energi dari sinar matahari dengan baik secara maksimal.

image003
Gambar 3 Selada laut

Jadi, sudah tahu kan kalau di tahun-tahun mendatang nanti penduduk bumi akan mencapai jumlah yang sangat besar? Tentu kita juga tahu kan dengan semakin bertambahnya populasi penduduk di bumi, semakin banyak pula makanan dan nutrisi yang dibutuhkan? Selama ini, sadarkah kita laut yang memang punya proporsi lebih luas di bumi ini masih bisa dioptimalkan lagi? Mungkin kita harus berterima kasih pada Belanda atas ide dan inovasi terkait hal tersebut. Dengan adanya budidaya makhluk bernama rumput laut ini kita bisa mengatasi masalah kebutuhan nutrisi di masa yang akan datang. Tidak hanya untuk wilayah Belanda atau Eropa, tetapi juga untuk seluruh penghuni bumi.

Referensi:

http://www.listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_123.htm

http://vanzaakijn.blogspot.com/2014/11/taman-keukenhof.html

https://www.wageningenur.nl/en/show/Fields-at-sea.htm

http://oogstenzonderzaaien.nl/wiki/Zeewier

Daftar gambar:
Gambar 1 : vanzaakijn.blogspot.com
Gambar 2 : www.wageningenur.nl
Gambar 3 : www.wageningenur.nl