476. Robirds, Sang Pengusir Burung

Penulis : Caesilia Aristasari
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Burung adalah makhluk yang sangat indah, kepakan sayapnya di udara seolah menandakan bahwa mereka adalah penguasa langit. Namun pernahkah anda merasa terganggu dengan kehadiran “sang penguasa langit” ini? Bagi orang-orang yang bekerja di bidang pertanian, perkebunan, atau penerbangan, burung adalah salah satu hambatan karena dapat mengancam keselamatan penerbangan, menyebarkan virus atau penyakit, hingga mengancam keberhasilan panen.

image002
Ilustrasi Masalah Burung dan Penerbangan.
Sumber: https://www.facebook.com/ClearFlightSolutions/

Selama ini upaya manusia dalam mengontrol aktivitas burung menghabiskan biaya yang banyak dan justru seringkali menyakiti burung, seperti memasang perangkap hingga menembak. Manusia memang tidak bisa berkompromi secara langsung dengan para burung, namun bagaimana bila manusia ‘mendelegasikan’ burung yang lain untuk berkompromi? Sebuah perusahaan asal Belanda, the Clear Flight Solution, menyediakan solusi untuk masalah tersebut, yaitu dengan menghadirkan ‘Robirds’ (Robot Birds).

Robirds adalah solusi yang sangat efektif, mudah digunakan, dan memberikan efek jangka panjang yang alami dalam mengontrol aktivitas dan kebiasaan burung. Burung biasanya merasa terintimidasi dengan kepakan serta bayangan sayap dari burung predator, oleh karena itu Robirds didesain untuk dapat terbang dan bergerak sempurna seperti burung, termasuk kepakan sayapnya, sehinnga dapat berperan sebagai burung predator.

Nico Nijenhuis adalah orang dibalik penciptaan Robirds. Ide membuat Robirds muncul pertama kali saat ia sedang mengerjakan thesis untuk gelar Master of Applied Physics and Fluid Dynamics di Technical University of Twente. Nijenhuis menyatakan bahwa dalam mebuat sebuah robot berbentuk burung yang dapat memiliki gerakan sempurna sangatlah rumit, terutama membuat pola dari kepakan sayap yang sangat natural.

image004

image006
Nico Nijenhuis dan Robirds. Sumber:http://www.wired.com/2014/08/realistic-robo-hawks-designed-to-fly-around-and-terrorize-real-birds/

Robirds dikendalikan menggunakan remote control secara manual, sehingga dapat menghalau semua burung termasuk burung-burung yang biasanya tidak dapat dihalau menggunakan perangkap manual. Robirds akan mengejar burung-burung pengganggu dan memaksa mereka keluar dari zona yang seharusnya bebas dari burung, seperti landasan pacu bandara atau ladang pertanian.
Robirdsterbuat dari glass-filled polyamide dan memiliki beberapa model. Salah satu model Robirds adalah peregrine falcon yang memiliki panjang tubuh 58 cm dan sayap 120 cm dengan berat 3kg serta kecepatan terbang hingga 80 km/jam. Yang tidak kalah hebat adalah model elang, dengan bentangan sayap mencapai 220cm, Robirds model elang diyakini mampu ‘mengintimidasi’ burung lainnya dan mungkin akan menakuti manusia yang tidak tahu bahwa itu adalah sebuah robot.

image008

image012

image010
Sumber: https://www.facebook.com/ClearFlightSolutions/

Robirds sendiri sudah diujicobakan di pengelolaan limbah Twence Waste and Energy di Belanda. Hasilnya menunjukan bahwa jumlah burung di wilayah operasi Robirds telah menurun lebih dari 50 persen. Hal ini bukan hanya menguntungkan bagi manusia, tetapi juga baik untuk populasi burung karena burung-burung yang ada di wilayah pengelolaan limbah tersebut terbiasa untuk memakan limbah, sementara sistem pencernaan burung tidak dapat mengolah sampah plastik dan material limbah lainnya. Pencipta Robirds juga mengklaim bahwa kehadiran robirds telah mengurangi kemungkinan adanya pembentukan habitat burung di sekitar wilayah operasi Robirds dalam jangka panjang karena burung-burung tersebut akan berpikir bahwa wilayah tersebut tidak aman dan mereka akan menjadi sasaran mangsa para predator.

Hingga saat ini, Clear Flight Solutions berfokus pada tiga aspek dalam pengoperasian Robirds, yaitu pada bandar udara, penggelolaan limbah, dan ladang agriculture. Dengan menggunakan robirds, manajemen perusahaan yang memiliki masalah dengan populasi burung di wilayah operasinya dapat menghemat biaya untuk mengontrol aktivitas burung. Kedepannya, the Clear Flight Solution akan mengujicobakan Robirds di Bandara Internasional Schipol, Amsterdam, sebelum akhirnya diperjualbelikan secara komersil.

Konsep Robirds telah memenangkan The 2011 UVS-Innovation Award. Robirds memang merupakan inovasi yang luar biasa untuk menjembatani manusia dan para burung. Efek yang diberikan robirds pun tidak hanya berpengaruh bagi wilayah di sekitar operasional robirds, namun juga memberikan dampak baik yang masif untuk kehidupan burung dan manusia. Semoga pengembangan dari Robirds ini akan berguna bagi cakupan yang lebih luas seperti konservasi burung dan dapat dimanfaatkan di seluruh dunia.

Well, good luck Robirds! Keep on flying!

Sumber:
1. http://www.wired.com/2014/08/realistic-robo-hawks-designed-to-fly-around-and-terrorize-real-birds/
2. http://clearflightsolutions.com/
3. https://www.facebook.com/ClearFlightSolutions