480. Syair Sendu: Ketika Lahan Pemakaman Semakin Sempit

Penulis : Rosyid Bagus Ginanjar Habibi
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Jika tanah ini terlalu sempit untuk jasadmu
Tak berarti bumi menolak kebaikanmu
Sudah berapa juta manusia yang beranak-pinak
Dan ribuan gedung yang sudah dibangun
Sehingga tanah menjadi habis. Terkikis
Terdesak oleh beton-beton buatan manusia
Jasadmu pun seolah tak punya tempat berbaring dengan nyaman
Karena lahan bersemayam semakin sedikit
(Penyair Anonim, 2015)

Syair di atas adalah bentuk kerisauan sang penyair akan sempitnya lahan pemakaman. Seiring meningkatnya populasi penduduk dan proses pembangunan gedung-gedung yang semakit cepat, daerah terbuka hijau pun semakin sedikit. Tak terkecuali lahan pemakaman untuk rumah masa depan yang abadi juga semakin sempit. Seolah tak ada tempat jasad yang layak dan nyaman untuk berbaring dengan tentram.
Permasalahan seperti ini banyak sekali kita jumpai di kota-kota besar dengan populasi penduduk yang tidak diikuti bertambahnya luas wilayah. Keterbatasan lahan selalu menjadi masalah utama salah satunya adalah Belanda. Di negara bunga tulip ini jangan harap bisa menemukan makam seperti di Indonesia. Satu makam di sini bisa dihuni 2-3 jenazah dengan sistem kontrak! Terdengar agak aneh bukan?

image002
Sumber : www.cwgc.org
Pengelompokkan Lahan Pemakaman

Negara Johan Cruyff ini mengelompokkan tempat pemakaman menjadi 2 bagian berdasarkan jangka waktu sewa dan jumlah jenazah dalam satu liang kubur, pribadi dan umum. Jangka waktu sewa pemakaman pribadi pada kontrak pertama dapat ditentukan sendiri antara 20 sampai 25 tahun dengan opsi bisa diperpanjang untuk 10 tahun dan begitu seterusnya setiap 10 tahun bisa diperpanjang lagi. Sedangkan dalam pemakaman umum, waktu sewa maksimal saat kontrak pertama hanyalah 10 tahun dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Dari sisi jumlah dalam satu liang kubur, jumlah jenazah maksimal dalam pemakaman pribadi adalah 2-3 jenazah. Siapa saja yang akan menghuni makam pribadi dapat ditentukan sendiri oleh anggota keluarga atau berdasarkan surat Notaris. Di pemakaman umum juga berlaku ketentuan sama seperti pemakaman pribadi, maksimal berisi 2-3 jenazah dalam satu liang kubur. Perbedaannya adalah siapa yang menghuni makam tersebut hanya ditentukan oleh pemilik pemakaman. Biasanya terdiri dari kerk (gereja), overheid (pemerintah) dan stichting (organisasi). Bisa jadi dalam satu makam terdapat jenazah yang berbeda jenis kelamin dan tidak saling mengenal. Selain itu letak antara satu makam dengan makam lainnya sangat rapat, hampir tidak ada jarak. Batu nisan yang digunakan pun sudah ditentukan berapa ukurannya oleh pengelola/pemilik pemakaman. Belum lagi, ketika akhir masa 10 tahun kontrak berakhir, sanak keluarga harus mengurusi pemindahaan tulang sisa kerabatnya.

image004
Sumber : www.lionraw.com
Makam Abadi di Almere

Ada salah satu kota di propinsi Flevoland yang sangat unik terkait pengaturan makam. Di kota Almere, terdapat makam ‘abadi’ yang diperuntukkan khusus umat Islam yaitu Ar Raza. Makam ini tidak akan pernah ditumpuk lebih dari satu jenazah dan tak akan digusur. Jadi ketika satu jenazah sudah diproses pembayarannya untuk menempati makam, jenazah tersebut akan bersemayam di sana selamanya.

Undang-undang Belanda mengatakan bahwa pemakaman di Belanda baru bisa dilakukan paling cepat 36 jam setelah kematian. Namun ada celah pengecualian untuk alasan agama. Dalam anjuran Islam, jenazah lebih baik dikebumikan secepatnya agar kondisinya tidak rusak. Artinya, pemakaman dalam 24 jam bisa dilakukan untuk muslim di Belanda.

Adapun persoalan dalam permohonan izin mengurus jenazah dibutuhkan sebuah organisasi untuk melaksanakannya. Di Negara Kincir Angin ini ada banyak organisasi kepengurusan jenazah, namanya uitvaartonderneming. Organisasi ini menerapkan harga sesuai service yang diberikan dan jumlah undangan yang datang ke pemakaman.

Pada dasarnya makam abadi bukanlah hal baru di negeri van oranje ini. Dahulu umat Kristen dan Yahudi, memiliki dan mengelola sendiri makam yang tidak akan diganggu gugat. Umat Yahudi mempunyai 249 makam abadi di Belanda. Umat Islam, hanya mempunyai 60 makam yang menjadi bagian dari pemakaman umum. Namun karena keterbatasan lahan pemakaman milik pemerintah daerah (pemda), pemda membuat aturan baru. Kuburan mulai tahun tertentu harus digusur setelah 10, 20 atau 30 tahun untuk membuka tempat baru bagi jenazah baru. Puluhan makam muslim di berbagai kota yang bercampur dengan pemakaman umum sudah memenuhi persyaratan jenazah menghadap ke kiblat dan pesyaratan lainnya. Namun tidak semua pemda melakukan itu.

image006
Sumber : www.cwgc.org

Kisah Akhirnya
Ketika kontrak sewa lahan pemakaman umum setelah 10 tahun berakhir, pengurus pemakaman umum Belanda akan membakar sisa tulang jenazah jika tidak ada perpanjangan dari ahli waris keluarga. Jika sisanya tidak mau dibakar, Ar Raza di Almere menawarkan jasa untuk menampung sisa penguburan itu ke dalam sebuah lubang umum yang tidak akan digusur untuk selamanya.

Jika pihak keluarga atau pengelola makam membakar sisa dari penguburan, abu sisa kremasi dihaluskan dan dimasukkan dalam pot tersendiri. Sisa abu ini dalam bahasa Belanda dinamakan Urn. Urn yang diterima oleh para keluarga tidak boleh disebarkan di perairan yang berada di kompleks sekitar makam. Hal ini dikarenakan dalam sisa abu kremasi masih terdapat logam halus berbahaya yang dapat mencemari aliran air di sekitarnya.

Pada akhirnya hanya sebuah syair sendu yang bisa menggambarkan betapa berkurangnya lahan pemakaman di Belanda. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyiasati penghormatan terhadap jenazah di liang kubur di tengah terhimpitnya lahan. Keterpaksaan ini sedikit mengabaikan rasa duka keluarga yang telah ditinggalkan. Berharap ada sebuah kenangan yang bisa diingat dari sebongkah nisan namun apa daya kenyataan lebih tak memungkinkan.

“…Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan, kesedihan dalam perpisahan, harapan pada hari esok, kegembiraan di dalam hati. Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan. Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan…” (Quote).

Daftar Pustaka:
www.baltyra.com/2012/01/04/pemakaman-dan-makam-di-belanda/
www.berkuliah.com/2014/07/50-fakta-menarik-tentang-belanda.html
www.cwgc.org
www.lionraw.com
www.uitvaart.nl/
www.usgwarchives.net
www.serbalanda.com/2015/03/satu-satunya-makam-muslim-abadi-di.html