481. Nyala ‘Api’ Abadi Belanda

Penulis : ZULKIFLI
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Menurut kalian apa yang lebih dulu ada di antara ketiga senyawa ini: api, gas, atau asap? Mungkin menjawab pertanyaan ini akan sama membingungkannya dengan menjawab perdebatan klasik mana yang lebih dulu antara ayam dengan telur. Makin rumit lagi karena kata Bapak Kimia modern, Antoine Lavoisier “nothing is lost, nothing is created, everything is transformed!” Tapi tenang tidak perlu bingung karena di Belanda kita bisa menelusuri jawaban tentang dunia ‘perapian’ ini. Mari kita simak cerita berikut:

Tahukah kalian pada masa keemasaan Belanda di abad ke-17 ada seorang pelukis yang namanya sangat tenar dalam dunia “pemadaman-kebakaran” padahal nyatanya dia adalah seorang pelukis. Sosok ini tidak lain adalah Jan van der Heyden. Heyden adalah sosok yang berhasil memperbaiki design mesin pemadam kebakaran dan menemukan selang karet (fire hose). Dahulu sebelum benda-benda ini ditemukan upaya untuk memadamkan kebakaran dilakukan secara konvensional dengan hanya menggunakan wadah/ember yang diisi air untuk memadamkan kebakaran. Bisa dibayangkan betapa tidak efisien dan berapa banyak kerugian material serta korban jiwa yang ditimbulkan jika tidak ada benda-benda tersebut, kan? Selain berkontribusi bagi dunia firefighting Heyden juga sosok yang berkontribusi terhadap penerangan di jalan (street lighting). Berkat inisiatifnya yang menggantikan penerangan jalan dari cahaya lilin menjadi lampu minyak dari beet oil Heyden berhasil ditunjuk menjadi director of city street lighting oleh Pemerintah Kota Amsterdam pada saat itu. Hingga sampai Heyden menjabat posisi tersebut sudah terdapat 2.815 lamp posts di Amsterdam dan sekitarnya. Hasil karya Heyden ini juga diadopsi di kota-kota seperti Berlin, Leipzig, Dresden, dan Paris.

Selanjutnya mari kita bahas mengenai gas. Terminologi gas yang kita gunakan sekarang baik dalam Bahasa Inggris ataupun Bahasa Indonesia merupakan sumbangsih dari Jan Baptist van Helmont yang berhasil melakukan percobaan kimia dan menemukan senyawa yang lebih halus dari uap dan lebih tipis dari air—yaitu gas. Walhasil berkat temuan Helmont ini terminologi gas dipakai menjadi standar acuan kimia sampai sekarang. Dalam Bahasa Belanda sendiri gas disebut geest yang berarti ghost (hantu) atau spirit (arwah). Yeap tidak mengherankan mengapa berarti hantu atau arwah karena gas ini merupakan senyawa berbahaya yang dapat menimbulkan korban tewas dalam kebakaran. Berdasarkan Dinas Damkar Jakarta jika terjadi kebakaran yang membuat korban tewas lebih awal bukanlah api melainkan asap yang merupakan senyawa gas berbahaya terdiri dari karbondioksida yang mengganggu peredaran udara yang dihirup oleh korban dalam ruang atau tempat yang terbakar. Wow…ternyata gas memiliki makna harfiah dan simbolis yang seram sekali, bukan?!

Lanjut mari kita simak bahasan mengenai asap. Tahu kan kalau maestro seniman lukis Belanda ada banyak? Tapi mungkin pasti hanya ada satu seniman lukis Belanda yang karyanya keliru ditafsirkan oleh penikmat seni dan masyarakat umum dan kekeliruan tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Hasil karya tersebut adalah lukisan yang oleh maestronya, Rembrandt Harmenszoon van Rijn, diberi judul Company of Captain Frans Banning Cocq and Lieutenant Willem van Ruytenhurch yang bertarikh 1642. Namun judul asli yang begitu patriotrik tersebut ditafsirkan sangat keliru dan lucu oleh penikmat seni dan masyarakat umum sebagai The Night Watch alias jaga malam atau ronda malam.

image001
Company of Captain Frans Banning Cocq and Lieutenant Willem van Ruytenhurch alias The Night Watch

Apa sebab lukisan bergaya Baroque yang agung itu dipelintir menjadi ronda malam? Bingung? Begini penjelasannya: Alkisah pada masa kejayaannya sebagai maestro lukis kenamaan Belanda Rembrandt memang suka melukis menggunakan teknik melukis Chiaroscuro; teknik melukis yang memadukan dan memanipulasi elemen cahaya dan bayangan secara bersamaan sehingga menghasilkan dramatisasi gambar yang sangat kontras. Rembrandt bukanlah sosok yang menemukan teknik ini melainkan Leonardo da Vinci. Namun berkat ketekunan Rembrandt-lah teknik melukis Chiaroscuro ini berhasil dikembangkan lebih inovatif dan menghasilkan tiga gaya lukisan era Baroque yang menjadi ciri khas karyanya yaitu dramatic intensity, rhythmic visual harmony, dan psychological depth. Nah pada suatu ketika di tahun 1715 The Night Watch ini dipajang di Balai Kota Amsterdam si asap akibat polusi dari perapian untuk menghangatkan ruangan di musim dingin membuat lukisan yang semula tidak terlalu gelap menjadi lebih gelap. Untuk menghilangkan kotoran dari asap yang membuat lukisan ini usang maka para picture restorer¬ memberikan pernis. Tak disangka pernis yang diberikan oleh picture restorer ini justru membuat lukisan ini menjadi tampak lebih coklat dan semakin gelap yang memang mirip suasana malam. Sebab karena lebih gelap inilah maka lukisan ini melenceng disebut sebagai The Night Watch alias ronda malam padahal sama sekali lukisan ini tidak dilukis dengan tema malam hari atau orang-orang dalam lukisan itu akan pergi ronda malam. Kenyataannya Kapten Frans Banning Cocq dan rombongannya dalam lukisan tersebut akan pergi ikut parade di Amsterdam. Hmmm…sebuah fakta yang unik sekali ya!

Apa bukti di atas masih belum cukup inovatif buat kalian? Masih ragu dan perlu bukti yang lebih inovatif lainnya dari Rembrandt? Coba perhatikan foto Keanu Reeves dan Adele di bawah ini.

image002
Rembrandt Lighting dalam dunia fotografi memberikan efek foto dramatis emosional yang dalam

Setelah mengamati foto di atas harap perhatian kita tidak terfokus pada ketampanan dan kecantikan dua figure di atas yah! Baiklah mari perhatikan segitiga bergaris merah yang ada di bawah mata kanan Mas Keanu dan segitiga terang di bawah mata kanan Mbak Adele. Itulah yang dinamakan sebagai Rembrandt Lighting karena terinspirasi dari karya lukisan Rembrandt yang mengkontraskan antara sisi terang (cahaya) dan gelap (bayangan) secara bersamaan. Rembrandt lighting sendiri adalah metode pencahayaan studio dimana wajah subjek di satu sisi terekspos cahaya dengan hanya segitiga kecil cahaya muncul di pipi berlawanan. Sekarang dalam dunia fotografi modern Rembrandt Lighting ini berhasil bertransformasi dari sekedar teknis melukis zaman lama menjadi teknik fotografi yang digandrungi banyak orang terutama seleb-seleb Hollywood.

Bangsa Belanda memang dikenal sangat inovatif. Mereka tidak hanya tahu untuk berinovasi dan menjaganya namun yang paling penting adalah mentransformasikan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga inovasi tersebut dapat menjadi solusi untuk multi-masalah yang menghadang. Terbukti fakta-fakta di atas adalah penjelmaan nyala ‘api’ abadi Belanda yang terus berpijar hingga sekarang di dunia. Makanya tidak heran jika ada pernyataan dalam promosi turisme Belanda yang berbunyi “Don’t just keep up with the innovative styles, live them!” Jadi sekarang untuk menjawab pertanyaan di awal menurut saya jawabannya adalah yang lebih dahulu API kemudian GAS dan yang terkahir adalah ASAP. Hmmm…menurut kalian sendiri, bagaimana?

Referensi

http://edition.cnn.com/2013/04/11/world/europe/rijksmuseum-rembrandt-nightwatch-interactive/#index

http://www.picturecorrect.com/tips/rembrandt-lighting-in-photography/

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/260549/Jan-Baptista-van-Helmont

Wheelock, Arthur K, The Public and Private in Dutch Culture of the Golden Age (Newark: University of Delaware Press, 2000), 20