482. “HUKUM KERAJAAN TANAH : MELEKAT DI LUBUNG DUNIA”

Penulis : Maulana Ghiffahri Jainuri
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Belanda , atau yang disebut dengan Koninkrijk der Nederlanden, dengan arti harfiah Kerajaan Tanah mempunyai sesuatu yang unik dalam perkembangannya terhadap Dunia.
Berbicara mengenai inovasi Belanda , tak lepas pandangan masyarakat meneliti sejauh mana Belanda dalam hal kemajuan teknologinya. Padahal , inovasi belanda tidak hanya terbatas teknologi saja melainkan pembaharuan segala aspek pun , Belanda memperhatikan.

Hukum dan belanda seringkali orang menafsirkan sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan mengingat salah satu kota di belanda , Den Haag adalah ibu kota Hukum di Dunia . sebanyak 33 lembaga hukum Internasional berkedudukan di belanda dan itu merupakan suatu penjelmaan belanda dalam pengimplementasian terhadap undang-undang dasarnya bahwa pemerintah harus mendukung kewajiban Internasional . sebut saja Organisasi Luar Angkasa Eropa ( ESA ) , Europol , Pengadilan Yugoslavia , Tribunal klaim Iran-Amerika , serta yang paling terkenal adalah International Court Of Justice atau Mahkamah Internasional bermarkas di Kota Den Haag.

Penamaan Koninkrijk der Nederlanden, dengan arti harfiah Kerajaan Tanah bagi Belanda mempunyai makna yang akan luas jika ditinjau dari berbagai aspek. Dalam sudut geografis , penamaan nederland adalah tanah – tanah yang rendah , yang umumnya dunia sudah mengetahui bahwa sebagian tanah di belanda tepatnya 20% wilayahnya dengan 21% penduduknya berada di bawah permukaan laut.

image003
“Penyebaran tradisi hukum utama di dunia”/ sumber : wikipedia.

Tanah , sesuai simbol perwujudannya adalah tenang , tegas dan kokoh , yang dimana mempertegas keyakinan akan suatu kebenaran yang hakiki. Belanda dalam hal pengkodifikasian hukumnya tidak serta secara langsung tanpa melalui filterisasi. Sebagai negara penganut civil law system, yakni suatu sistem hukum dengan karakteristik tertulis dengan bertumpu pada corpus iuris civilis, percaya bahwa karya tersebut merupakan pencerminan perkembangan kehidupan sosial yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang maju secara ekonomi dan budaya. corpus iuris civilis berisi hukum yang menyelesaikan berbagai masalah masyarakat terutama masalah ekonomi khususnya dalam penggunaan tanah sehingga didapatinya suatu kebenaran yang ditegakkan seadil-adilnya.

Inovasi Belanda akan produk hukumnya dapat diakomodir dari suatu kebiasan yang dirumuskan secara tertulis di dalam suatu undang- undang. Sebut saja ketentuan pasal 131 IS Jo 163 IS (Indische Staatsregeling) yang membagi golongan penduduk di Indonesia pada Jaman Kolonial memberikan dampak sistemik bagi Indonesia, yang dimana latar belakang ide tersebut tercetus sesuai dengan realita kehidupan masyarakat Indonesia dengan aturan keadatan yang tidak mempunyai kekuatan hukum yang kuat, menghasilkan penggolongan penduduk terbagi menjadi golongan barat , golongan timur asing dan golongan bumiputera.

Dewasa ini , produk hukum belanda selalu mengadakan pembaharuan hukum dengan maksud melindungi segala kepentingan sebagai wujud dalam perlindungan hukum di Belanda. sumber hukum belanda sebagai penganut civil law system dalam arti formiil adalah peraturan perundang-undangan , hukum kebiasaan, serta yurisprudensi putusan.

Untuk hal ini saya mencontohkan putusan Mahkamah Agung Belanda tanggal 25 Januari 1929 yang terkenal sebagai Bierbrouwerij Arrest. Dari kasus ini diperkenalkan suatu produk hukum jaminan baru yang disebut Fiduciaire Eigendom Overdracht atau dikenal sebagai Jaminan Fidusia. Hal yang dipermasalahkan adalah bahwa debitor tidak mempunyai kuasa atas benda bergerak yang dijaminkan , sehingga tentu saja hal ini akan menghambat kegiatan bisnis karena debitor tidak dapat berbuat apa-apa dengan benda yang dijaminkan tersebut. Oleh karena itu , Pengadilan akhirnya berpendapat bahwa penyerahan kepemilikan cukup membuat kreditor mempunyai kepastian akan pengembalian karena apabila debitor merusak barang yang dijaminkan , ia wajib mengganti kerugian itu.ketentuan mengenai putusan MA Belanda ini melahirkan suatu penemuan hukum yang selanjutnya Undang Undang Indonesia mengkodifikasi ketentuan ini yang terdapat di dalam UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Dapat dikatakan penemuan hukum bisa juga tanpa perlu bertentangan dengan Undang Undang (ius pr ter legem.)

Belanda pun melegalkan pernikahan sesama jenis sebagai yang pertama di dunia tertanggal 01 April 2001 . latar belakang pun dikarenakan sejarah kelam pembunuhan massal dan tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh Hitler (rezim Nazi). Pada masa itu, bukan hanya Yahudi, saksiYehoba, Gipsy yang ditahan dan dibunuh tetapi juga kelompok homoseksual. Peristiwa kelam itulah menjadi tonggak sejarah perjuangan anti-diskriminasi di Belanda, termasuk didalamnya hak-hak homoseksual.

Sistem pemerintahan Belanda untuk urusan perkawinan, secara tegas dipisahkan antara negara dan agama. Pencatatan perkawinan yang dilakukan oleh negara tidak ada urusannya dengan institusi agama. Artinya, jika ingin menikah secara agama dipersilahkan, tetapi tidak menjadi syarat pernikahan yang diakui oleh negara. Kedua lembaga itu (negara dan agama) mempunyai aturan dan ketentuan berbeda di dalam hal-hal yang berhubungan dengan masalah perkawinan.

Sekarang ini pemerintah Belanda secara sistematis terus mengingatkan sejarah Nazi bagi generasi muda akan pentingnya toleransi. Untuk itu pemerintah Belanda memberikan pendidikan khusus tentang sejarah Nazi, yang di dalamnya juga diajarkan betapa pentingnya menghormati hak-hak LGBT maupun kelompok minoritas lainnya. Hal ini pun juga mengingatkan akan masyarakat belanda yang terbuka apa adanya serta kebebasan yang dijunjung tinggi . “semua orang setara , termasuk anggota keluarga kerajaan” konsep inilah yang mendasari pola pikir penduduk belanda akan kebenaran tersebut.

Penemuan hukum Belanda lainnya yang kontroversial adalah , praktik euthanasia. Adalah proses membantu orang yang sakit parah atau selalu dalam kondisi kesakitan untuk mati.

image004
Sumber : www. Euthanasia.com

Persetujuan Parlemen Belanda atas usulan legalisasi kegiatan dokter-dokter Belanda untuk membantu pasien-pasien penderita penyakit parah yang memilih untuk mengakhiri hidupnya ini diperoleh setelah dilakukan pemungutan suara (voting). Dukungan 104 suara berbanding 40 suara yang menolak telah membuktikan keberpihakan parlemen untuk segera memberlakukan UU legalisasi euthanasia.
Hal ini tentu saja mendapatkan kecaman dari berbagai pihak , vatikan misalnya menganggap bahwa keputusan ini adalah sama saja memabntu orang untuk bunuh diri dan tidak sesuai dengan perbuatan moral.

Seperti yang dijelaskan bahwa suatu kebenaran tersebut akan bisa dapat dipertegas dengan adanya suatu ketentuan yang mengikat kuat menyebabkan ketaatan dan kedisplinan yang kuat. Hal ini pula yang terjadi pada warga belanda yang terkenal akan ketaatanya pada hukum dan sangat disiplin akan waktu.

Inilah Negara dengan julukan Koninkrijk der Nederlanden , dengan tindakan yang dilakukan berulang-ulang dan pengakuan bahwa tindakan itu merupakan aturan hukum dapat dikatakan bahwa hukum kebiasaan yang berlaku di negara dengan tulip sebagai bunga nasional merupakan sesuatu yang berbeda yang membuat masyarakat dunia bertanya – tanya akan fenomena yang terjadi di dalamnya.

DAFTAR REFERENSI :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Elemen_klasik
2. http://www.fimadani.com/ketika-empat-elemen-bicara/
3. http://www.beritaunik.net/unik-aneh/api-air-bumi-udara-4-elemen-utama-keseimbangan.html
4. http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol1338/pertama-di-dunia-parlemen-belanda-legalisasi-euthanasia
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_LGBT_di_Belanda
6. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_hukum_di_dunia
7. http://jimly.com/makalah/namafile/57/Konsep_Negara_Hukum_Indonesia.pdf
8. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
9. http://www.bimbie.com/sistem-pemerintahan-belanda.htm
10. http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/webmk/public/content/infoumum/ejurnal/pdf/ejurnal_Vol%207%20nomer%204%20Agustus.pdf#page=10

BUKU :

1. Prof. Dr. Mahmud Marzuki, Peter , S.H ,M.S .,LL.M Pengantar Ilmu Hukum , Kencana , Jakarta , 2008

Leave a Reply