484. Power Window, Solusi Efisiensi Listrik

Penulis : Angelica Bunafi
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Pernahkah Anda menyadari sekarang ini banyak gedung bertingkat yang diselimuti dengan jendela kaca? Ya, kaca menjadi tren desain arsitektur rumah serta gedung perkantoran. Jendela kaca membuat ruangan terlihat lebih luas dan elegan. Namun, yang jarang terlintas di pikiran kita adalah dampaknya bagi lingkungan. “Ah, kaca cuma bisa menyumbang pemanasan global! Tidak ada fungsinya sama sekali, paling-paling biar terlihat keren saja ruangannya.” Begitu anggapan kebanyakan orang, termasuk saya.

Pemikiran saya mulai berubah sejak saya menemukan salah satu penemuan hasil karya lulusan TU Delft, Jan Willem Wiegman. Bersama dengan supervisornya di TU Delft, Erik van der Kolk, mereka menambah sisi positif dari jendela kaca yang tadinya dianggap sebelah mata. Jendela kaca yang bisa menghasilkan listrik! Membanggakan bukan?
Berlatar belakang dari pembentukan Energy Efficiency Directive (EED) oleh Uni Eropa yang mengharuskan negara anggota Uni Eropa untuk melakukan efisiensi energi sebanyak 20%, Jan Willem Wiegman, Erik van der Kolk bekerja sama membuat inovasi pada kaca jendela yang biasanya menjadi hiasan dengan menyisipkan sel surya. Penemuan ini lalu dikembangkan oleh Ferdinand Grapperhaus dan Willem Kesteloo yang juga tergabung dalam penelitian ini. Mereka menamakannya Power Window.

image002
Sumber : www.powerwindow.nl

Bagaimana cara kerja jendela ajaib ini? Pertama-tama, kaca jendela dilapisi dengan lapisan film tipis. Kaca ini akan menyerap partikel cahaya matahari baik langsung maupun tidak langsung dan meneruskannya ke pinggiran kaca (frame kaca) yang di dalamnya terdapat sel surya CIGS PV yang bentuknya sudah disesuaikan dengan bentuk dan ukuran frame. Sel surya ini yang nanti mengkonversi cahaya menjadi listrik.

image004
Sumber : www.yesdelft.nl

Adapun jenis lapisan film yang digunakan bisa mempengaruhi jumlah listrik yang dihasilkan. Lapisan film dibedakan berdasarkan kemampuan menyerap spektrum warna. Lapisan film transparan bisa menghasilkan listrik sebesar 20 watt per meter persegi (efisiensi sekitar 2%). Lapisan film yang bisa menyerap semua spektrum warna dapat menghasilkan listrik lebih banyak tentunya, menambah efisiensi sekitar 9%.

Jika Power Window diaplikasikan secara luas, bayangkan biaya listrik yang dapat dihemat! Selain itu, laju pemanasan global juga berkurang, mengingat sebagian besar listrik di dunia ini masih berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Power Window juga menawarkan kepraktisan, karena tidak memerlukan tempat yang luas seperti panel surya yang biasa terpasang di atap.
Berkat penemuan yang luar biasa ini, mereka berhasil memenangi CleanTech Challenge 2013, kontes bergengsi yang diikuti negara-negara maju di dunia. Power Window membuktikan bahwa teknologi yang dikomersialkan tidak selalu berdampak negatif, khususnya bagi lingkungan. Power Window menunjukkan begitu banyak cara kreatif untuk melakukan efisiensi, dan tentu saja dengan tetap melestarikan bumi.

Referensi:

http://www.tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/tu-delft-student-biedt-uitzicht-op-stroomraam/

http://www.robaid.com/tech/luminescent-solar-concentrators-power-generating-windows.htm

http://www.powerwindow.nl/#product

https://cleantechchallenge.wordpress.com/2013/05/01/and-the-winner-is-powerwindow/

LINK BLOG : http://angiethebestest.blogspot.com/2015/04/power-window-holland-writing_27.html