489. Dy(e)ing With CO2

Penulis : Maria Yosefina Bengan Korohama
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image002

Pernahkah kamu membayangkan Bumi kita yang 70% bagiannya adalah air, yang harusnya menjadi sumber hidup bagi kita, justru memiliki potensi untuk membunuh kita? Setelah dilansir oleh World Economic pada Januari 2015 lalu, ketersediaan air bersih merupakan masalah terbesar saat ini yang harus segera ditanggulangi.

Survey memperkirakan setiap satu dari sembilan orang di dunia tidak dapat mengakses air bersih. Bahkan disinyalir pada tahun 2050 mendatang, jika tidak ada upaya penghematan ditambah dengan permintaan air bersih yang meningkat, maka populasi dunia akan mengalami kelangkaan air bersih. Betapa masalah ini menjadi sangat vital bukan saja bagi kehidupan manusia namun bagi keberlanjutan lingkungan hidup.

Industri tekstil adalah industri dengan tingkat konsumsi air yang paling banyak. Air digunakan sebagai pelarut dalam proses persiapan pewarnaan hingga proses finishing industri tekstil, seperti pencucian dan pemutihan. Industri tekstil memerlukan pasokan air bersih rata-rata sebanyak 100-150 liter untuk mewarnai satu kilogram tekstil. Dalam satu tahun, ada sekitar 28 Miliar kilogram tekstil yang harus diwarnai. Ya, kalau dikalkulasikan dengan Matematika, jelas lama kelamaan industri tekstil akan menyedot pasokan air bersih yang bumi miliki.

image004
Reinier Mommaal, CEO DyeCoo

Kekhawatiran akan ketersediaan air bersih tidak luput dari perhatian Reinier Mommaal, seorang pengusaha industri tekstil asal Negara Kincir Angin, Belanda. Ia bersama rekan-rekannya berusaha mencari jalan keluar bagaimana agar pewarnaan di industri tekstil sebisa mungkin menggunakan air dalam kapasitas serendah-rendahnya.

Setelah melalui perjalanan penelitian yang panjang, pada Tahun 2008, Reinier berhasil mengembangkan ide inovatif yang ramah lingkungan melalui DyeCoo. DyeCoo yang berbasis di Belanda adalah perusahaan dengan teknologi unggulan mereka yaitu waterfree dyeing atau pewarnaan dengan penggunaan air seminim mungkin.

Nama DyeCoo berasal dari dua kata yaitu Dye dan Coo. Dye yang berarti pewarnaan dan Coo yang merupakan nama lain dari Karbon Dioksida (CO2). Keunikan DyeCoo terletak pada keunggulan peralatan yang digunakan sehingga dapat memanfaatkan Karbon Dioksida untuk menggantikan air dalam proses pewarnaan tekstil. DyeCoo mampu menghemat penggunaan energi hingga 60% dan menghemat waktu pengerjaan dua kali lebih cepat.

image006
Mesin Pewarna DyeCoo dengan Sistem Waterfree

Inovasi waterfree dyeing yang diusung oleh DyeCoo telah menjadi pionir dalam industri tekstil. Lalu bagaimana sebenarnya pewarnaan tekstil ini dikerjakan? Langkah awal dalam proses pewarnaan tekstil dimulai saat memanaskan Karbon dioksida di atas suhu 31°Celcius dan dengan tekanan mesin di atas 74 bar, kondisi ini dinamakan keadaan supercritical, kondisi dimana Karbon Dioksida telah terkompresi Supercritical Carbon Dioxide (scCo2). Secara singkat, ketika berada di atas titik kritis, Karbon Dioksida memiliki dua sifat massa sekaligus yaitu cairan dan gas. ScCo2 akan menembus serat tekstil dan memberikan warna pada serat tekstil. Penyerapan warna scCo2 melalui pori-pori serat dengan tekanan tinggi ini juga mempersingkat proses pewarnaan dibandingkan menggunakan air, karena tidak membutuhkan garam dan deterjen untuk melarutkan zat pewarna. Pewarnaan dengan air memerlukan percampuran minyak dan zat pewarna kimia agar warna melekat pada serat tekstil. Kemudian setelahnya masih diperlukan pencucian untuk menghapus sisa-sisa kelebihan zat pewarnawarna.

Teknologi DyeCoo dapat merangkum seluruh proses dalam satu kali proses pewarnaan hanya dengan mengkombinasikan Karbon Dioksida dengan suhu panas dan tekanan mesin yang tinggi. Karena seluruh proses berada di dalam mesin dengan suhu tinggi, maka proses pengeringan tidak lagi diperlukan. Pada akhir proses pewarnaan, pembuangan limbah dikembalikan ke dalam bentuk Karbon Dioksida. Karbon Dioksida dapat didaur ulang dengan mudah untuk digunakan dalam proses pewarnaan berikutnya.

Saat ini teknik DyeCoo memang baru dapat diterapkan hanya pada kain polister. DyeCoo terus berupaya untuk mengembangkan inovasinya agar teknik ini dapat diterapkan pada lebih banyak jenis kain.

image008
DyeCoo dalam Sirkulasi Perekonomian

Tidak mengkonsumsi air, tidak menggunakan bahan kimia, tidak ada proses pengeringan dan waktu pengerjaan yang dua kali lebih cepat dari proses pewarnaan biasa. Hal ini menjadikan DyeCoo sebagai salah satu perusahaan yang dilirik oleh sejumlah perusahaan ternama untuk digandeng dalam bisnis mereka. Sejumlah perusahaan ternama itu seperti Nike, Adidas, IKEA, dan Hunstman telah menggaet DyeCoo sebagai rekanan proses produksi mereka mulai dari perlengkapan olahraga hingga peralatan rumah tangga.

Tidak hanya mendapat kebanggan untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan besar, DyeCoo juga berhasil menyabet beberapa penghargaan atas inovasi dan kontribusinya dalam mengupayakan industri yang ramah lingkungan. DyeCoo memenangkan Herman Wijffels Innovationprice 2009 atas penemuan dan pengembangan mesin industri tekstil yang ramah lingkungan. Pada tahun 2012, DyeCoo juga mendapatkan penghargaan Material ConneXion MEDIUM Award atas penggunaan Karbon Dioksida yang inovatif dalam pewarnaan tekstil.

Industri tekstil sesungguhnya merupakan industri yang tidak membutuhkan teknologi hebat. Mereka hanya perlu bersaing dengan harga. Namun, DyeCoo memilih jalan lain untuk bersaing dengan ‘pisau tajamnya’, dengan inovasi unggulan, mereka menciptakan pasar tersendiri.

Inovasi baru terus lahir dari Negeri Belanda. Kelangkaan dan keterbatasan tidak seharusnya membuat kita mati kutu, kita seharusnya dapat belajar dari mereka.
So, are you ready dy(e)ing with DyeCoo? Save water for our life, DyeCoo tidak hanya menghadirkan solusi waterless dyeing namun keberlanjutan lingkungan.

Referensi:

http://www.DyeCoo.com/

http://www.huntsman.com/corporate/a/Innovation/DyeCoo%20delivers%20sustainable%20textiles

http://www.between-us.com/1066/breakthrough-innovation-for-the-fashion.htm

http://www.interfacecutthefluff.com/tag/DyeCoo/

http://www.b2bweesp.nl/lees/13974/dit-wordt-het-jaar-dat-DyeCoo-zich-moet-bewijzen