493. USAHA-USAHA DALAM MENCEGAH KEBAKARAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH BELANDA

Penulis : Conni Valinda
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Belanda merupakan salah satu negara yang memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mengelola sumber daya alamnya untuk membangun negaranya. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan tenaga angin untuk menghasilkan listrik dengan memasang kincir angin, penimbunan laut untuk memperluas daratan serta pembentukan dam-dam agar menjaga air laut tidak membanjiri daratan. Kemajuan teknologi yang sedang dikembangkan oleh Belanda pada saat ini adalah inovasi teknologi dalam menanggulangi kebakaran yang akan terjadi di Belanda.
Api merupakan salah satu elemen alam yang membutuhkan perhatian khusus ketika ingin memanfaatkan fungsinya. Hal ini karena api memiliki daya rusak yang sangat tinggi. Telah banyak kasus yang disebabkan oleh api karena kelalaian manusia dalam memanfaatkannya. Kejadian ini juga tidak luput di Belanda. Kasus kebakaran juga banyak terjadi di Belanda, contohnya kebakaran besar di Shell plant (2014), kebakaran sebuah bar di Volendam (2001), dan kebakaran pabrik kembang api di Enschede (2000).

image002
Gambar 1. Kebakaran Shell Plant di Belanda 2014
Source: BBC News; 2014: Explosion and Fire at Dutch Shell chemical Plant, BBC News, Jun 2014, Web.

Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan banyaknya kebakaran yang terjadi di Belanda mulai tahun 2009 – 2013:
Tabel 1 Data Kebakaran yang Terjadi di Belanda Mulai Tahun 2009 – 2013
image004
Source: Central Bureau Statistics Curaçao; 2014: Turn Outs Fire-Brigade by Category, Central Bureau Statistics Curaçao, Jun 2014, Web, Data.

Dari tabel 1, diketahui bahwa kebakaran yang terjadi di Belanda cukup tinggi. Namun, telah terjadi penurunan total kebakaran yang terjadi di Belanda, dimana pada tahun 2013 jumlah kebakaran yang terjadi sebesar 1048. Jumlah kebakaran ini merupakan jumlah terkecil dari jumlah kebakaran yang terjadi dari tahun 2009 sampai dengan 2013. Masih tingginya angka terjadinya kebakaran di Belanda membuat beberapa pihak mengambil langkah serius dalam menanggapi kebakaran yang mungkin terjadi.

Telah banyak organisasi maupun institusi yang melakukan penelitian dan juga inovasi dalam mencegah kebakaran yang mungkin terjadi di Belanda. The Raad van Regionaal Commandanten (RRC) atau yang disebut juga dengan Regional Association of Dutch Fire Officers membentuk Wetenschappelijk Raad Brandweer (WRB) atau disebut juga dengan Scientific Research Council of the Fire Brigade in the Netherlands. WRB ini merupakan sebuah plaftorm khusus untuk melakukan penelitian serta mengembangkan pengetahuan mengenai kebakaran dan inovasi-inovasi yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Hasil diskusi dan penelitian pihak-pihak yang termasuk dalam WRB telah memfokuskan program penelitiannya ke dalam lima fokus pembelajaran, yaitu fire propagation (penyebaran api), alternative development of volunteers or new volunteers (pengembangan alternatif sukarelawan maupun sukarelawan baru), stimulating (fire-)safe behaviour, self-sufficiency in the first phase of a (large-scale) CBRN incident, dan the application of modern technologies.

Jika WRB berfokus pada penelitian, maka Dutch Fire Service adalah organisasi yang terjun langsung ke lapangan untuk memadamkan kebakaran, maupun mencegah kebakaran. Dutch Fire Service merupakan organisasi afiliasi pemadam kebakaran yang ada di Belanda. Organisasi ini terdiri atas 450 pemadam di kotamadya dan 25 pasukan pemadam api regional. Organisasi ini memiliki tugas utama untuk menyediakan bantuan teknis ketika terjadi kecelakaan, bencana, atau krisis. Namun, tugas organisasi ini secara lebih spesifik adalah pro-action, prevention, preparation, repression, dan aftercare. Dari gambar 1 di bawah, terlihat bahwa tugas-tugas Dutch Fire Service tersebut merupakan tugas yang selalu berkesinambungan. Hal ini menandakan bahwa tugas-tugas tersebut tidak akan berhenti meskipun kecelakaan atau bencana telah selesai ditangani oleh petugas.

image006
Gambar 2. Tugas Spesifik Dutch Fire Service
Source: Brandweer; (2014): Emergency Respone by Fire Brigade and Medical Services in the Netherlands, Brandweer.

Pro-action merupakan kegiatan dimana petugas pemadam kebakaran menjauhkan benda-benda yang dapat membahayakan masyarakat sekitar dan mencegah terjadinya bahaya. Prevention merupakan kegiatan dimana petugas mencegah terjadinya kebakaran dengan cara menghilangkan penyebab terjadinya kebakaran, kecelakaan dan bencana, dan meminimasi konsekuensi yang mungkin terjadi. Contoh dari kegiatan ini yaitu melakukan pengecekan pada saaat pembangunan apakah sudah sesuai dengan peraturan keselamatan. Preparation merupakan kegiatan dimana petugas pemadam kebakaran dibekali dengan training agar petugas mampu melaksanakan tugasnya dengan benar tanpa ada masalah ketika terjadi kebakaran maupun bencana aktual. Selain training, petugas juga dibekali dengan informasi mengenai bangunan, area industri, mapumun area perumahan yang menjadi kawasan perlindungan organisasinya. Informasi ini diberikan agar petugas mampu membuat rencana dan strategi keselamatan ketika terjadi bencana atau kecelakaan. Repression merupakan kegiatan dimana petugas menjalankan tugasnya ketika bencana atau kecelakaan terjadi. Sekarang ini, fokus petugas kebakaran tidak hanya pada kejadian kebakaran saja. Tapi juga sudah mencakup pemberian pertolongan pada bencana atau kecelakaan lainnya. Kegiatan terakhir adalah aftercare yang merupakan kegiatan membantu korban-korban yang terkena bencana. Kegiatan ini dapat berupa memberi pertolongan kesehatan.

Salah satu institut lainnya di Belanda adalah Nederlands Instituut Fysieke Veiligheid-NIFV (Dutch Institut of Physical Security). NIFV merupakan institut independen yang bertujuan untuk mengembangkan skill sumber dayanya menjadi ahli dalam menanggulangi masalah kebakaran, pertolongan medis pada kecelakaan maupun bencana, dan juga dalam hal manajemen krisis. NIFV juga bekerja sama dengan beberapa institut lain seperti universitas-universitas, kepolisian, dan medis. Hal ini bertujuan agar tindakan penyelamatan dan pertolongan di tempat kejadian lebih kondusif. Di dalam NIFV terdapat akademi khusus tentang fire service yang disebut dengan Fire Sevice Academy (FSA). Meskipun FSA memfokuskan petugasnya untuk menangani kebakaran, namun petugas juga dapat menangani kecelakaan atau bencana lain, seperti di kecelakaan lalu lintas, kecelakaan berbahaya, penyelamatan dalam air, dan juga bencana. Pada akademi ini, petugas diberi pengetahuan mengenai kecelakaan atau bencana dan juga strategi-strategi yang harus dilakukan jika menghadapi kecelakaan sebenarnya. Pengetahuan juga dibekali dengan training agar petugas semakin memahami kondisi nyata sebuah kecelakaan atau bencana.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa banyak masyarakat Belanda yang serius menanggapi masalah kebakaran. Banyaknya institut-institut maupun organisasi yang bergerak dalam jasa pemadam kebakaran menjadi salah satu bukti. Selain itu, setiap kota di Belanda memiliki paling sedikit satu fire station (Amsterdam memiliki 16 fire station). Berdasarkan hasil statistik, diketahui bahwa total petugas pemadam kebakaran di Belanda mencapai 26500 petugas (2010), dengan petugas profesional sebanyak 4000 petugas, sukarelawan sebanyak 21000, lainnya sebanyak 1000 petugas, dan pasukan militer sebanyak 500 petugas. Terlihat bahwa sukarelawan merupakan petugas terbanyak di Belanda. Bentuk usaha-usaha ini tentunya sangat bermanfaat tidak hanya bagi masyarakat Belanda, tapi juga kepada pemerintah Belanda. Keinginan untuk mencegah terjadinya kebakaran tidak hanya datang dari pemerintah, tapi datang dari masyarakat juga.

REFERENSI
(2014, June, 4) Explosion and Fire at Dutch Shell Chemical Plant. BBC News. Retrieved from http://www.bbc.com/news/world-europe-27691421
(2014) Emergency Respone by Fire Brigade and Medical Services in the Netherlands. Brandweer. Retrieved from http://www.rizoomes.com/wp-content/uploads/2014/01/Dutch-Fire-Service.pdf
Central Bureau Statistics Curaçao. (2014). Turn Outs Fire-Brigade by Category [Data File]. Retrieved from

http://www.cbs.cw/cbs/themes/Security%20and%20Justice/Data/Security%20%26%20Justice-2014060931944.pdf

European Federation of Public Service Unions. (2010). Number of Fire Fighters by Country and Category [Data File]. Retrieved from http://www.epsu.org/a/6651
Heijman, M. J. G. W. Fire Brigade 2012-2016: Long-term Strategic Research and Innoation Progamme. Brandweer. Retrieved from

http://www.brandweernederland.nl/publish/pages/16584/mjo_pengelse_vertaling.pdf

Heijndijk, Marianne. (2008). Fire Service Organisation and Education in the Netherlands [Powerpoint Slide]. Retrieved from http://www.nifv.nl/web/show/file/id=231658/filename=The_fire_service_in_The_Netherlands_-_november_2008.pdf/page=118404