495. Daratan Buatan Belanda

Penulis : Gabriel Sebastian Butar-butar
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Netherland yang dalam Bahasa Indonesia berarti dataran rendah sebagian terletak di bawah permukaan laut. Sebab itu, air merupakan komponen yang paling penting dalam kelangsungan hidup penduduk Belanda. Selain memudahkan mobilitas dan transportasi lewat saluran air berupa kanal dan sungai, air juga merupakan ancaman dan tantangan bagi negeri Belanda tersendiri. Lalu, bagaimana cara mereka membangun kota yang dimana sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

image002

Luas wilayah daratan negeri Belanda sendiri tidaklah luas, hanya seluas 41.548 km², dan lokasinya berada di muara sungai-sungai di Eropa. Sekitar 60 persen penduduknya mendiami daerah pesisir yang disebut randstad dalam lingkaran segi empat kota Den Haag, Rotterdam, Utrecht dan Amsterdam. Di situlah tempat kebanyakan penduduk di Belanda.
Pembuatan daratan buatan :

Membangun Nederland atau dalam bahasa Belanda disebut Lage Landen merupakan tanah yang tergenang air menjadi daratan yang bisa dihuni oleh manusia dan telah dilakukan sejak zaman dahulu kala ketika nenek moyang mereka memulainya dengan membuat pematang raksasa (duinen). Tanah-tanah rendah itu dibentengi dengan bukit-bukit pasir buatan yang membentang dari arah selatan negara Belgia sekarang, sampai ke wilayah Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Pematang raksasa ini berbentuk bukit pasir yang ditanami berbagai jenis rumput , belukar, dan juga berbagai pohon kayu. Aneka macam tumbuhan tersebut lambat laun menguatkan bukit-bukit pasir, hingga tanahnya tidak longsor dan tidak terkikis ombak dan air pasang-surut akibat dari menjalarnya akar tumbuhan yang semakin kuat.

Seiring berjalannya waktu, daratan baru di sekitar lingkungan pematang (duinen) bermunculan yang sering disebut polders. Sisa-sisa air yang masih menggenang di sejumlah titik kemudian menciptakan danau-danau kecil yang sering disebut lagunes dan plassen. Kemudian dikeringkan dengan cara memompa airnya keluar. Tanah yang bisa dihuni pun bertambah luas seiring proses yang dilakukan seperti yang dijelaskan diatas .

Upaya mengeringkan lagunes dilakukan dengan menggunakan kincir angin yaitu dengan cara memompa air sampai kering. Namun, dari lagunes dan plassen yang sudah dikeringkan masih ada daratan bu2atan yang kelihatan rendah.Tanah terendah di Belanda dari bekas lagunes masih dapat dilihat di Prins Alexanderfolder, letaknya kira –kira lebih dari enam meter dari bawah permukaan laut. Selain itu, orang Belanda juga membuat tanggul-tanggul raksasa untuk melindungi wilayah yang tidak memiliki dunien untuk terhindar dari gelombang pasang-surut air laut.

Tanggul raksasa yang disebut dijken ini misalnya dibangun sepanjang pantai dari Belgia sampai Frisland dan Groningen. Dijken melindungi bagian rendah di pinggir laut dan pinggiran sungai, utamanya dua sungai besar Eropa yang bermuara di Belanda. Ini masih dapat disaksikan sampai sekarang di pinggir pantai provinsi Zeeland, Noord Holland, Frisland dan Groningen. Di sejumlah tempat, tanggul-tanggul itu tingginya sekitar empat meter. Menurut catatan dari berbagai sumber, tanggul yang pertama di Belanda dibangun sekitar seribu tahun lalu.

Selain itu, juga dibangun dam yang dibuat antara dua daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, karena sewaktu-waktu dapat terjadi topan dahsyat dan angin ribut serta air pasang besar.
Walaupun semua usaha orang Belanda menjadikan Lage Landen aman dari ancaman bahaya dan bencana air, tapi masih juga ada kekurangannya. Watersnoodramp adalah contoh yang tidak akan dilupakan. Pada tanggal 1 Februari 1953, lebih dari setengah abad yang lalu, dijken di pinggir pantai pesisir Zeeland pecah dan bobol. Tanggul raksasa setinggi 4,55 meter ini ternyata tidak kuat menahan ombak dan badai sehingga dibobol oleh air laut. Akibatnya, provinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air dan 1.800 orang meninggal dunia, belum lagi kerugian harta benda.Tapi pemerintah Belanda berjanji tidak akan melupakan bencana ini, dan akan mengamankan negerinya semaksimal mungkin. Setelah banjir besar itulah pemerintah Belanda mengadakan proyek delta.
Proyek delta adalah pembendungan air laut dengan meletakkan bendungan terbuka, satu tanggul raksasa yang diletakkan di provinsi yang pernah tertimpa bencana. Proyek delta ini menghubungkan antara daratan Zeeland dengan pulau-pulau di sebelahnya dengan bendungan raksasa bernama Oostterschelde vloegkering.

Muara sungai
Wilayah Belanda merupakan muara dari dua sungai utama di daratan Eropa yaitu sungai Rijn dan sungai Maas yang mengalir dari daratan tinggi Eropa. Di wilayah Belanda, air sungai besar tersebut terbagi menjadi sungai Maas, Waal, Rijn dan Ijssel. Ini membuat aliran air terpencar dan arusnya menjadi tidak deras.

Selain empat sungai di atas, masih banyak sungai buatan dan kanal yang sengaja dibangun untuk memudahkan hubungan dari satu sungai ke sungai lainnya, melalui kota-kota tertentu. Transportasi air pun menjadi modal utama bagi perekonomian setempat. Sebab, sekaligus bisa menghubungkan Belanda dengan Jerman dan negara-negara di belakangnya melalui sungai Rijn. Sedangkan sungai Maas menghubungkannya dengan Belgia dan Perancis.

Sepantasnya kita bersyukur sebagai negeri Indonesia , kita mempunyai wilayah yang sangat luas yang tersebar menjadi beribu-ribu pulau di seluruh pelosok nusantara. Dan sampai saat ini masih terjadi banjir dimana-mana khususnya daerah DKI Jakarta. Dengan begitu , kita harus banyak belajar dari pemerintah Belanda dalam mengatasi banjir dan kalau boleh kita menjalin kerjasama dengan mereka agar di kemudian hari kita bisa terbebas dari banjir khususnya daerah ibukota.

Referensi

http://emprorerfaisal.blogspot.com/2011/12/cara-belanda-membangun-daratan-buatan_31.html

alifamariani.wordpress.com