501. LG Sonic: Alga mati, Air Jernih, Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Penulis : Novi Puspitasari
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda yang tersohor sebagai negeri dam atau bendungan ini, tidak diragukan lagi kecanggihan teknologi yang dimiliki dalam menangani permasalahan Belanda yang berada di dataran yang lebih rendah dari permukaan laut. Namun selain teknologi tersebut, teknologi yang menangani permasalahan air yang menarik bagi saya adalah teknologi LG Sonic. LG Sonic adalah teknologi yang dapat menjernihkan air keruh akibat alga dengan menggunakan resonansi gelombang ultrasonik. Pada awalnya di tahun 2007, para ilmuwan meragukan kemampuan LG Sonic dalam membunuh alga dengan teknologi yang hemat energy dan ramah lingkungan melalui gelombang suara ultrasonik. Namun berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, teknologi LG Sonic ini bekerja dengan prinsip resonansi yang hanya membutuhkan 5 watt untuk bekerja pada permukaan air seluas 200 meter. Gelombang ultrasonic tersebut menghancurkan dinding sel ganggang. Berdasarkan pembuktian secara ilmiah, frekuensi yang dihasilkan dapat mengurangi banyak jenis alga mulai dari alga biru-hijau beracun (cyanobacteria) dan pembentukan biofilm yang dapat menyebabkan permasalahan pada air minum dalam sistem pengolahan air. Teknologi ultrasonic ini dapat efektif merawat air dengan ramah lingkungan dan mengurangi kandungan kimia pada air. LG Sonic ini umumnya digunakan pada sistem air industri seperti pengeolaan air minum, irigasi, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) atau untuk air menggenang seperti danau, kolam dan kolam renang.

Berikut penjelasan mengenai penggunaan LG Sonic pada berbagai instalasi:
1. Pengelolaan untuk Air Minum
Pada jaringan pengelolaan air minum, LG Sonic dapat mengontrol alga, cyanobacteria dan jamur. LG Sonic dapat secara efisien mengurangi rasa dan bau dari jaringan pengelolaan tersebut.

image001

2. Irigasi
Air yang digunakan untuk irigasi mengandung kandungan nutrisi yang tinggi, beberapa dari nutrisi tersebut berguna untuk mengairi tanaman, namun juga dapat mempercepat pertumbuhan alga. Alga dalam saluran irigasi dapat menyumbat sistem dan memperluas area irigasi. Selain itu, pada irigasi juga terdapat jamur yang berbahaya untuk pertumbuhan tanaman. LG Sonic dapat mengontrol pertumbuhan alga dan mencegah penyumbatan filter dengan harga yang efisien dan meningkatkan produktivitas pertanian.

image002

3. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
IPAL digunakan untuk mengolah air untuk meningkatkan pasokan air irigasi serta mengendalikan debit sungai. Permasalahan yang ditimbulkan oleh alga pada jaringan IPAL adalah alga dapat menyumbat filter dan meningkatkan pH air sehingga air sulit untuk digunakan kembali.

image003

4. Danau
LG Sonic merupakan solusi terdepan yang ramah lingkungan untuk mengontrol alga dalam permukaan air luas. Berkurangnya alga dapat mengurangi bau dan rasa yang buruk dari air sehingga kesehatan tumbuhan dan ikan terpelihara.

image004

5. Kolam
LG Sonic merupakan metode yang aman dalam pengendalian kolam besar untuk mengontrol alga tanpa membahayakan keseimbangan ekologi dalam kolam. Pada kolam, kejernihan air merupakan unsur estetika suatu kolam. Keberadaan alga tentu mengganggu unsur estetika tersebut. Selain itu, keberadaam alga juga menyebabkan penurunan tingkat oksigen terlarut dan dapat meningkatkan tingkat racun dalam air hingga berdampak pada penurunan biologis dari keragaman hayati (kematian ikan)

image005

image006

6. Kolam Renang
Sebagian besar kolam renang di dunia ini mengandung dosis klorin untuk menjaga air tetap jernih dan bebas dari alga dan bakteri, selain itu dosis klorin yang tinggi dapat berbahaya bagi manusia. LG Sonic dapat dengan efektif mengurangi penggunaan klorin dan meningkatkan estetika tampilan keseluruhan dari kolam renang.

Saat ini sebanyak lebih dari 10.000 LG Sonic telah digunakan di seluruh dunia. Kolam renang Chili beach resort San Alfonso del Mar dan pengelolaan limbah oleh Hotel Crystal Lagoons Corp. Untuk mempertahankan existence penggunaan teknologi ini dalam pasar pengontrolan alga internasional, Belanda bekerja sama dengan University of Applied Sciences in Leiden dan lembaga penelitian di Slovenia, Jepang dan Inggris.

image008

image009

image007

Sumber Referensi:
http://www.dutchwaterauthorities.com/ diakses pada 23 Maret 2015 pukul 20.55 WIB
Velt, Hans Huis in’t. 2014. Dutch Water Sector 2014-2015. NijghPeriodieken. Netherlands
Innovation@Work Document, Innovative Water Technologie Holland 2011