502. PIPISPUN HARUS HEMAT AIR

Penulis : Bekti Sawiji
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Begitulah, Belanda yang sudah termasyhur akan kehebatan teknologinya pun masih harus mengatur hal-hal yang kecil. Akan tetapi hal yang remeh temeh tersebut memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam bidang pelestarian lingkungan khususnya penghematan air. Salah satunya adalah anjuran agar orang pipis (kencing) sambil mandi. Terkesan lucu ya. Tapi itulah kenyataannya. Air adalah salah satu elemen kehidupan yang maha penting. Orang tidak bisa hidup tanpa air.

Perihal pipis sambil mandi ini memberi dampak nyata yaitu jumlah air yang dihemat. Bert Wassink, anggota dewan di Kota Madya Drenthe, mengatakan jika anda menggabung aktifitas mandi menggunakan shower dengan pipis, maka anda menghemat banyak air dan uang. “Jadi, mengapa tidak” katanya. Seorang anggota dewan yang memberi solusi-solusi cerdas seperti ini langka dijumpai di negeri kita. Menurut surat kabar Algeemen Dagblad, orang Belanda menggunakan air rata-rata 39 liter untuk mandi dan 36 liter untuk menyiram toilet. Tentu ini pemborosan air. Wassink telah memraktikkan idenya. Jadi tidak pintar ngomong saja. (http://www.dutchnews.nl/ news/archives/2013/01/pee_under_the_shower_to_save_w/).

image001
Bert Wassink
(Sumber: http://arbroath.blogspot.com/2013/01/dutch-council-official-recommends.html)

Kalau soal teknologi Belanda tidak kalah dengan negara lain. Dalam hal menghemat air, ada satu teknologi yang sangat bagus dan menginspirasi negara lain yaitu Vacuum Toilets and Urine Purification. Alat ini menggunakan udara sebagai ganti (banyak air) untuk menyiram atau membilas toilet. Proses ini menghasilkan air kotor yang mudah di murnikan. Pemurnian air seni dilakukan dengan menggunakan sel bahan bakar mikroba. Alhasil fosfat, amonia, dan kotoran terpisahkan.

image002
Gambar 1: Vacuum Toilets
(Sumber: http://vacuum.jetsgroup.com/en/sanitary-systems/how-does-it-work.aspx)

Adapun prinsip kerja dari alat ini adalah memanfaatkan perbedaan tekanan udara untuk mengangkut kotoran dari toilet. Saat toilet di siram, katup di dalamnya membuka. Sekitar 60 liter udara dengan 1 liter air tersedot di dalam pipa. Air dan kotoran membentuk sebuah “bulatan” yang kemudian disalurkan melalui pipa akibat perbedaan level tekanan udara di depan dan di belakang “bulatan” tersebut. Selama perjalanan dalam pipa, “bulatan” itu dipengaruhi oleh gravitasi dan lama-lama merata. Oleh karena itu bulatan harus dibuat lagi dalam pipa dengan cara memasang titik rendah yang di namakan kantung perjalanan (transport). Karena air kotor menumpuk di kantung tersebut maka terbentuklah bulatan baru. Pada siraman berikutnya bulatan tersebut berpindah dan terbentuk lagi bulatan-bulatan begitu seterusnya yang akhirnya masuk ke dalam pompa. Nah… di dalam pompa inilah sang kotoran “dicincang” lembut dan kemudian disalurkan ke selokan atau tangki penampung limbah.

image003
Gambar 2: Perjalanan kotoran pada sistem pipa vacuum toilets
(Sumber: http://vacuum.jetsgroup.com/en/sanitary-systems/how-does-it-work.aspx)

Ada lagi inovasi soal air di Belanda. Kali ini memurnikan air. Di provinsi Friesland, air minum sebenarnya baik untuk diminum tetapi meliliki warna. Bila dimasukkan bak mandi baru air terlihat berwarna. Oleh karena itu Viten NV sebuah perusahaan yang termasuk di salah satu dari 49 proyek air di Belanda memiliki teknologi untuk mengatasi hal ini. Menurut Viten NV air tersebut bisa ditingkatkan kualitas warnanya (dibeningkan). Teknik yang digunakan untuk menghilangkan warna dalam air cukup unik. Proses penghilangan warna ini terjadi dengan pertukaran ion; sedangkan pelembutan air diperoleh dari reaksi kalsium dengan larutan sodium hidroksida. Waduh… ada ada saja di Belanda.

Inovasi yang lain tak terhitung jumlahnya. Sebab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) inovasi adalah penemu-an baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat); jadi bukan sebatas alat melainkan juga gagasan. Misalnya gagasan untuk memperbaiki kran yang menetes, melaporkan kebocoran pipa di jalan-jalan kepada petugas perusahaan air, mematikan semua kran dan mengecek jalannya meter untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran pipa di dalam rumah, dan puluhan lagi ide-ide yang dibudayakan demi menghemat air.
Sudahkah kita melakukannya?

Sumber:
• http://kbbi.web.id/inovasi
• (http://www.dutchnews.nl/news/archives/2013/01/pee_under_the_shower_to_save_w/).
• Ministry of Infrastructure and the Environment: Water innovations in the Netherlands: A brief overview
• Senter Novem:Living with water, 49 water projects in the Netherlands within the context of LIFE Environment (1992-2006)
• http://vacuum.jetsgroup.com/en/sanitary-systems/how-does-it-work.aspx
• http://arbroath.blogspot.com/2013/01/dutch-council-official-recommends.html