503. Negeri Penjaring Matahari (FINALIST)

Penulis : Ana Falesthein Tahta Alfina
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Suka galau karena listrik tiba-tiba mati saat menjelang ujian? Saat tugas sekolah menuntut diselesaikan saat itu juga? Saat smartphone kesayangan mengalami sakaratul maut? Padahal tidak ada angin puting beliung maupun hujan badai.

image002

Greget ingin punya kekuatan bulan yang bisa menjaring energi matahari?
Kabar gembiranya, kalian tidak perlu menjadi anggota Sailormoon untuk mewujudkannya. Karena berkat kreativitas orang Belanda, kalian bisa menjaring matahari sambil selonjoran santai kayak di pantai.

Perkenalkan, alat penjaring Matahari itu bernama WakaWaka. Sebuah lampu LED portabel bertenaga surya yang juga berfungsi sebagai power bank. Dalam bahasa Swahili, WakaWaka berarti bersinar terang.

image004

Sejarah WakaWaka bermula pada tahun 2010.
Saat itu, Sang kreator, Camille van Gestel and Kim van der Leeuw sedang mengikuti green competition dengan menggunakan lampu LED di ajang piala dunia 2010. Setelah menyabet juara, Camilie dan Kim mulai merancang proyek tentang sumber penerangan yang bisa menjangkau seluruh keluarga dari kalangan menengah ke bawah.

Perlu diketahui, masih terdapat sekitar 1.2 miliar masyarakat di negara berkemban yangg masih menggunakan lampu minyak untuk sumber penerangan mereka. Selain rentan memicu kebakaran, kondisi tersebut juga memakan banyak biaya.

image006

Pada tahun 2012, WakaWaka Light mulai diproduksi. Camilie tak lupa mengajak Maurits Groen sahabatnya, yang saat ini menjadi salah satu pendiri WakaWaka.

Terinspirasi dari dengan ide Frans Biegstraaten tentang lampu LED energi surya dalam botol. WakaWaka Light dibuat dengan menggunakan teknologi chip energi surya. Hasilnya, sel surya yang berfungsi mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik bersifat lebih efisien sampai 200 %. Terutama ketika intensitas cahaya rendah. Biaya yang dibutuhkan pun relatif terjangkau, di bawah $ 25.

image008

Selain itu, WakaWaka didesain sedemikian rupa berbentuk compact mungil yang mudah dibawa ke mana saja. Bisa dijemur sesuka hati. Digeletakkan begitu saja, disematkan pada tutup botol, maupun digantung berjuntai.

image010

WakaWaka juga berhasil meraup dana dari situs crowdfunding Kickstarter. Proyek ini menarik banyak perhatian dan mendapat dukungan yang positi dari media, pembisnis, sampai LSM.
Pada tahun 2013, WakaWaka berinovasi menambah kemampuan mengisi daya batterai ponsel. Terciptalah WakaWaka Power dengan fungsi ganda, sebagai lampu penerang sekaligus sebagai power bank.

image012

Tahun 2014, WakaWaka kembali berinovasi menciptakan WakaWaka Base. Jenis ini memiliki kemampuan menyimpan energi matahari yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Jenis ini diciptakan dengan lebih efisien, bahkan bisa menjaring Matahari dalam keadaan mendung sekalipun. Bisa dimanfaatkan oleh para pecinta alam, pecinta jalan-jalan, maupun para tenaga medis dalam keadaan darurat.

image014

Cara penggunaan seluruh generasi WakaWaka ini terbilang sama. Dijemur sepanjang hari di bawah sinar matahari. Sehingga bisa langsung digunakan berdasarkan kebutuhan saat malam hari.
Eits, meskipun alat penolong sejuta umat ini hanya memanfaatkan energi matahari, namun performa baterainya cukup tinggi, loh! Bahkan dapat bertahan selama beberapa tahun dengan kapasitas pemakaian setiap hari.

Keren ya? Sudah hemat energi, hemat kantong, bisa menjaring sinar matahari pula.
Lebih kerennya lagi, proyek WakaWaka memadukan prinsip bisnis dan sosial. Sepak terjangnya di bidang kemanusiaan tidak main-main. Proyek yang mengusung kampanye penjualan ‘buy one, give one’ ini, dengan lihainya terus menjangkau beberapa negara berkembang yang tidak memiliki akses listrik.

Di Syria, WakaWaka digunakan kurang lebih sebanyak 56.550 oleh para korban perang dalam pengungsian. Di Afrika Barat, WakaWaka membantu menerangi pekerjaan para tenaga medis dalam proses penyembuhan korban terjangkit Ebola. Di Filipina, WakaWaka membantu para penduduk setempat menata kembali kota mereka setelah amukan topan Haiyan yang menyebabkan kerusakan di mana-mana.
Di Haiti, sebuah negara yang berada di kepulauan Karibia. WakaWaka membantu memasok penerangan untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk setempat dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari. Di Mali, WakaWaka bekerja sama dengan yayasan Dogon Woman untuk membantu memberdayakan perempuan dari segi finansial maupun pelatihan.

Meskipun nyaris tidak diberitakan, WakaWaka diam-diam telah menjangkau Indonesia. Tepatnya di desa kecil bernama Tambak, kawasan Borneo. Terdapat lima buah WakaWaka yang digunakan untuk memfasilitasi proses belajar anak-anak di malam hari. Desa Tambak yang terletak di kawasan hutan hujan tropis ini rupanya memiliki sedikit pasokan listrik. Sehingga para penduduknya harus rela bergantian menikmati listrik dengan tetangga kanan-kiri mereka.

Baru baru ini, WakaWaka dengan sigap akan mengirimkan bantuan penerangan pada penduduk Nepal setelah bencana alam gempa berkekuatan 7.8 SR menyerang. Mereka berencana mengirimkan 2000 WakaWaka Light untuk membantu penduduk setempat dengan kondisi 60 % wilayah gelap gulita tanpa akses listrik.

image016

Sepak terjang proyek WakaWaka ini akan semakin meluas menjangkau kawasan gelap gulita di seluruh penjuru dunia.

Berkat kesuksesannya dari segi bisnis maupun dari segi sosial. Tidak heran jika WakaWaka banyak menyabet beragam penghargaan bergengsi. Antara lain ialah :

image018

Dalam berinovasi, Bangsa Belanda sangat peka menangkap beragam ide. Mereka seringkali berhasil mengubah sebuah kegalauan akan persitiwa di sekitar mereka menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tidak hanya untuk kebaikan bangsa mereka sendiri, namun juga untuk kebaikan seluruh dunia. Sikap peka inilah yang patut ditiru oleh Bangsa Indonesia.

Proyek WakaWaka membuat bangsa Belanda mampu menjaring matahari dan membagikan cahayanya ke seluruh dunia. Lalu kita? Dengan cara apa kita membagikan sesuatu yang bermanfaat pada dunia? Mari bergandengan tangan untuk memikirkannya bersama-sama.

Referensi Tulisan

http://waka-waka.com

http://www.theguardian.com/sustainable-business/sustainability-consultant-entrepreneur-stories-sell?CMP=twt_gu

http://indonesianow.blogspot.com/2014/08/sunlight-at-night.html

http://gadget.gopego.com/2011/11/wakawaka-lampu-led-tenaga-surya-tahan-lama

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=DrG5Dlm_DWA#t=61

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=YlGK1cOwq2E#t=0

http://startupjuncture.com/2014/06/02/accenture-innovation-awards-2/

http://earthtechling.com/2012/12/wakawaka-solar-light-a-brilliant-idea-for-off-grid-communities/

http://www.theguardian.com/sustainable-business/sustainability-consultant-entrepreneur-stories-sell?CMP=twt_gu

http://www.un.org/africarenewal/magazine/october-2006/solar-power-cheap-energy-source-africa

http://www.accenture.com/nl-en/company/newsroom-netherlands/Pages/winnaars-accenture-innovation-awards-2012.aspx

http://www.conserve-energy-future.com/various-solar-energy-facts.php

http://www.digitaltrends.com/cool-tech/kickstarter-in-depth-qa-wakawaka-solar-led-light/

Referensi Gambar
www. agusgunawanlc.blogdetik.com
www.kaskus.co.id
www.waka-waka.com
www.digitaltrends.com