504. BELANDA: DARATAN YANG TERBENTUK DARI LAUT

Penulis : Titan Tahyudin Suwandi
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“Tuhan menciptakan dunia,
namun Bangsa Belanda menciptakan Negeri Belanda.”

Sepenggal pepatah lama orang Belanda ini, telah memberikan insipirasi bagi setiap negara-negara di dunia. Bagaimana tidak, selama hampir 2000 tahun mereka telah berjuang perang dan belajar menjinakkan keganasan laut yang selalu mengancam dengan menggenangi dan menghancurkan negeri mereka. Negeri ini luasnya kecil. Negeri Belanda juga merupakan salah satu negara yang paling tebal penduduknya di dunia. Untuk menciptakan lebih banyak ruang, mengharuskan orang-orang Belanda membangun daratan dari laut dan sungai.

Negeri Belanda berbatasan langsung dengan Laut Utara. Di bagian barat Negeri Belanda, di mana sebagian besar orang hidup, terletak di bawah permukaan laut. Jika semua tanggul dan bendungan dibuka sekaligus, maka hampir setengah daratan Negeri Belanda akan berada di bawah air.

Hektar demi hektar dan mil demi mil, mereka telah menahan gelombang dan badai Laut Utara. Tugas “menjaga tanggul” telah mengambil keberanian, tekad, dan kerja sama tim. Hal ini dikarenakan Negeri Belanda memiliki prinsip bahwa dengan bekerja sama antar satu sama lain, bisa merebut kembali tanah mereka dari laut dan membuatnya menjadi bagian daratan yang berguna bagi bangsa mereka. Lebih dari sepertiga dari Negeri Belanda ada di bawah air, dan hampir setengah dari masyarakat Belanda sekarang, hidup di tanah reklamasi.

Perjuangan Untuk Menciptakan Lahan Baru
Banyak daratan di Negeri Belanda yang direnggut oleh laut selama Perang Dunia II berlangsung. Belanda adalah salah satu negara yang ditaklukkan dan diduduki oleh Jerman. Banyak tanggul dan bendungan hancur oleh bom Sekutu dan artileri Jerman. Sehingga ribuan daratan dan tanah subur ditutupi oleh air laut, serta banyak kota-kota yang hancur.

Cerita Negeri Belanda secara luas telah menjadi cerita tentang orang Belanda dan reaksinya atas laut yang ada di mana-mana. Pertahanan terhadap laut dimulai di suatu daerah bukit pasir yang berawa yang disebut Friesland, disebelah timur laut. Penduduk daerah itu tinggal di daerah peternakan dan permukiman nelayan di pesisir berbagai danau yang memenuhi daerah pedalaman itu.

image002
Sumber: http://www.en.m.wikipedia.org/wiki/Netherlands
Gambar 1.1 Friesland

Penduduk Friesland, yang terancam oleh laut yang menyapu daerah pantai yang tak terlindung, membangun bukit raksasa buatan itu dihubungkan dengan tembok-tembok untuk perlindungan tambahan, dan dengan demikian, tanggul pematang pertama sudah didirikan. Selama bertahun-tahun, tanggul-tanggul itu berubah dari tembok laut yang sederhana menjadi sistem penghalang yang kompleks dengan pintu gerbang yang dapat dibuka untuk menyesuaikan tekanan air laut terhadap pematang-pematang itu.

image004
Sumber: http://www.heardutchhere.net
Gambar 1.2 Rancangan Polder sistem yang sudah diterapkan di Belanda

Sehubungan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan lahan yang lebih banyak untuk bercocok tanam pun meningkat. Untuk itu, daerah bawah laut ditambak dengan pematang dan kemudian air di dalamnya dipompa ke luar. Lahan yang dipulihkan dengan cara ini menjadi lahan yang disebut polder. Penggunaan kincir angin untuk mengeringkan lahan disempurnakan selama abad ke-15.

image005
Sumber: http://www.en.m.wikipedia.org/wiki/Cornelis_Lely
Gambar 1.3 Cornelis Lely pada tahun 1913

Tokoh besar dalam perjuangan lahan adalah Cornelis Lely. Pada tahun 1886 dia lebih dahulu menerbitkan rencana besar untuk pemulihan lahan polder yang merupakan awal proyek Zuideer Zee. Peta Negeri Belanda yang dibuat pada permulaan abad ke-20 menunjukkan adanya anak Laut Utara dalam Negeri Belanda. Sebuah bendungan atau dam raksasa yang melingkar dibangun, mulai dari Friesland di timur laut ke Belanda Utara di sebelah barat, menutup teluk, yang disebut Zuider Zee, dari laut. Pada tahun 1932 dam penghalang ini telah rampung dan secara bertahap Zuider Zee menjadi sebuah danau air segar yang disebut Ijsselmeer (danau Ijssel).

image006
Sumber: http://www.id.m.wikipedia.org/wiki/IJsselmeer
Gambar 1.4 Peta Lokasi IJsselmeer

Sebagian danau baru ini dikosongkan, sehingga tebentuklah lima polder baru. Di sekitar polder yang sudah rampung, mulai didirikan banyak rumah petani dan lumbung desa, dipelihara tanaman panen dan ternak perah, dan dibangunlah berbagai jalan besar melintasi lahan untuk mengangkut orang dan hasil yang mereka peroleh. Di jantung lahan baru itu, berkembanglah sebuah kota yang kelak memiliki populasi lebih dari 100.000 jiwa. Kota ini mirip kota perintis Belanda abad ke-20 yang dilengkapi dengan pusat perumahan, pusat perdagangan, dan pusat perbelanjaan. Kota ini dinamai Lelystad, sebagai penghoramatan bagi orang yang rencananya telah menjadi kenyataaan.

image008
Sumber: http://www.m.kompasiana.com/post/read/587904/1/kota-provinsi-lelystad-yang-terbuat-dari-lumpur-di-belanda.html
Gambar 1.5 Keramaian kota Lelystad

Pada bulan Februari 1953, meskipun telah ada beribu-ribu mil tanggul yang melindungi pesisir pantai, orang Belanda sadar bahwa laut ternyata tetap merupakan musuh yang amat tangguh. Badai Laut Utara di musim dingin itu telah menjadi amat ganas dan topan yang hebat menghempas air dengan dahsyatnya ke pantai-pantai. Akhirnya, bendungan di baratdaya roboh. Banyak rumah, mobil, ternak, dan pohon lenyap dari pandangan, ditelan gelombang murka yang melanglang lahan-lahan dan bergabung dengan air bah dari sungai yang meluap. Seribu delapan ratus orang meninggal karena banjir dan lebih dari 70.000 orang kehilangan tempat tinggal.

image010
Sumber: http://www.ms.wikipedia.org/wiki/Fail:Watersnoodramp_1953.jpg
Gambar 1.6 Selepas banjir di Oude-Tonge, Goeree-Overflakkee Laut Utara 1953 Belanda

Rencana Delta Sebagai Solusi Badai Laut Utara
Para insinyur perairan langsung bekerja segera setelah badai reda dan banjir mulai surut. Lahirlah segera Rencana Delta. Proyek yang bernilai jutaan dolar ini memperkuat lindungan pantai dengan menempatkan dam-dam semen raksasa di laut antara pulau-pulau di provinsi Zeeland di baratdaya, tempat terjadinya bencana pada tahun 1953. Rencana Delta ini juga memotong anak-anak Sungai Meuse dan Scheldt sehingga polder-polder barunya menambah jumlah lahan bagi Negeri Belanda.

image012
Sumber: http://www.en.m.wikipedia.org/wiki/Delta_Works
Gambar 1.7 Oosterscheldekering, Delta terbesar dari tiga belas Delta yang bekerja sebagai bendungan

Secara konsep, proyek Delta ini akan mengurangi resiko banjir dari Laut Utara dan Zeeland untuk sekali per 10.000 tahun. Meski proyek Delta telah selesai pada tahun 1997, namun masih ada ancaman kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim dan pemanasan global yang mendorong Belanda untuk terus menerus menyempurnakan sistem poldernya. Dengan tembok setinggi 13 meter dari permukaan laut, total panjang 16.500 km, yang terdiri dari 2.420 km bendungan utama dan 14.080 km bendungan sekunder, jumlah totalnya adalah 300 struktur raksasa, sistem ini diyakini mampu menahan badai besar yang terjadi di Negeri Belanda.

image014
Sumber: http://www.en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works
Gambar 1.8 Delta Works Maeslantkering-Rotterdam-Belanda

Dengan demikian, kini Negeri Belanda membelanjakan sebagian besar pendapatan negaranya untuk perlindungan terhadap laut dan untuk reklamasi lahan, tetapi sebanding dengan pengeluaran yang besar ini adalah fakta bahwa separuh penduduknya tinggal di lahan yang semestinya kena banjir dan di rumah yang seharusnya tersapu air. Rencana Delta adalah kemajuan yang mutakhir di Negeri Belanda, negeri yang terus berjuang melawan laut, sebuah perjuangan yang oleh orang Belanda telah dialami selama berabad-abad.

DAFTAR REFERENSI
Company & F. E. Compton. 1960. Compton’s Pictured Encyclopedia and Fact-Index Volume 10. Amerika Serikat: F. E. Compton & Company.
Depdikbud. 1999. Negara dan Bangsa Eropa. Jakarta: PT. Widyadara.
Incorporated, Grolier. 1980. The New Book of Knowledge N Volume 13. Kanada: Grolier Incorporated.