505. Don’t Touch The Plant or You’ll Be Electrocuted

Penulis : Annisa Cahyani Putri
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Listrik kini bukan menjadi suatu hal yang mengagumkan bagi manusia. Terlebih lagi kemajuan teknologi sudah menghasilkan berbagai macam gadget canggih yang sering kali menutup mata manusia akan peningkatan kebutuhan listrik yang semakin besar. Banyak dari kita beranggapan bahwa listrik itu sudah dihasilkan dari banyak sumber, jadi santai lah pasti masih mudah kok untuk mendapatkannya. Tapi tidak seperti itu faktanya kawan, banyak saudara kita yang masih merasakan hidup kelam di malam yang gelap. Jadi, kita tetap masih butuh solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di dunia ! Tapi, gimana dong caranya ?

Plant Electricity ! Solusinya ……
Coba dijawab Plant Electricity itu apa sih ?
Energi listrik yang ramah lingkungan ? Yaa, benar.
Bentuknya mirip tanaman ? Yaa pasti lah.
Atau jangan-jangan sumber listrik yang kabel sama colokannya warna hijau semua ?
Iiiih bukan itu maksudnya …
Nggak tau lagi jawabannya ya ?

Plant electricity disini maksudnya adalah energi listrik yang dihasilkan oleh tanaman. Meskipun kita semua tidak pernah tersengat listrik jika menyentuh tanaman, tapi sebenarnya tanaman bisa menghasilkan listrik untuk kita semua. Tanaman yang selama ini sudah memberikan seluruh manfaatnya untuk makhluk hidup lainnya, ternyata masih memiliki kekuatan yang tersembunyi, yaitu menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan manusia. Penasaran ? Mari, kita simak pembahasannya !

image002

Kabar gembira mengenai hal ini datang dari kota Wageningen di Belanda yang terkenal akan universitas dengan riset agrikultural terbaik di dunia, yaitu Wageningen University and Research Centre. Prinsip energi listrik tanaman ini pertama kali dikembangkan oleh Dr. Bert Hamelers pada tahun 2008. Kemudian, penelitian lanjut mengenai hal ini dilaksanakan oleh David Strik dan Marjolein Helder pada masa studi jenjang doktoralnya. Menariknya, penelitian tersebut baru pertama kali dilakukan saat studi doktoral mereka. Penelitian yang dilaksanakan tidak hanya sekedar untuk memenuhi tugas riset saja, tetapi untuk meningkatkan skala pembangkit listrik dari tanaman hidup. Setelah penelitian ini dinyatakan berhasil, Helder dan Strik akhirnya menggandeng beberapa temannya membangun perusahaan startup di tahun 2009, yang diberi nama Plant-e.

image003

Plant-e merupakan perusahaan teknologi yang mampu memproduksi energi listrik untuk berbagai keperluan sederhana tanpa harus menghancurkan wujud tanaman yang digunakan. Produk yang dipasarkan sejak 2014 lalu ini memiliki sistem kerja yang sederhana. Hanya dengan menambahkan elektroda ke dalam tanah, maka akan diperoleh elektron-elektron dari aktivitas bakteri pemecah unsur gula yang dikeluarkan oleh akar tanaman. Unsur gula ini ternyata hanyalah merupakan residu karena sebagian gula yang diproduksi dari hasil fotosintesis telah digunakan tanaman untuk tumbuh. Proses ini alami banget kan ? Jadi jangan pernah khawatir kalau kita bakal kesetrum dengan tanaman yang dipakai proses ini.

image005

image007
Cara Kerja Plant-e

Hingga saat ini sudah ada dua instalasi Plant-e yang berfungsi di Belanda, yaitu di Hembrug dan Wageningen. Pada awal rilisnya, instalasi tersebut hanya mampu menghidupkan sebidang lampu LED. Ini masih merupakan langkah awal untuk kesuksesan Plant-e di masa depan. Helder sangat meyakini bahwa Plant-e dapat menjadi solusi yang evolusioner. Hanya dengan menggunakan tanaman, manusia kini mendapatkan energi listrik dengan cara yang mudah dan jauh lebih menyenangkan. Produksi listrik yang sebelumnya 67 mW per meter persegi, kini sudah mencapai 222mW per meter persegi.

image008
David Strik dan Marjolein Helder

Plant-e sendiri memiliki tujuan utama mewujudkan agar teknologi ini dapat digunakan di seluruh dunia. Kedepannya, Plant-e akan akan melakukan pengembangan untuk menghasilkan energi listrik pada lahan basah, sawah padi, daerah mangrove, dan delta. Untuk pemakaian pada area yang luas, Plant-e membuat sistem tabular yang memungkinkan produksi listrik dalam jumlah yang jauh lebih besar. Tentu saja hal ini akan membantu masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih dikelilingi oleh lahan pertanian hijau ataupun daerah perairan pesisir yang luas.
Setelah menyimak penjelasan di atas, apakah kamu tertarik untuk membuat energi listrik alternatif lainnya ? Matikan laptopmu, langkahkan kakimu, buka pintu rumahmu, dan pandangi halaman rumahmu sekarang juga ! Siapa tau kamu bisa menemukan inspirasi dari tanah pekaranganmu dan ciptakan teknologi Plant-e lainnya untuk Indonesia.

Referensi :

http://www.wageningenur.nl/en/About-Wageningen-UR/Scientific-prominence-Wageningen-UR.htm

http://gajitz.com/power-plants-dutch-generating-energy-with-live-greenery/

http://techxplore.com/news/2015-01-plant-e-street-alive.html

http://www.mnn.com/earth-matters/energy/stories/could-we-power-our-streetlights-with-living-plants

http://www.wageningenur.nl/nl/show/Plants-create-energy.htm

http://www.zmescience.com/ecology/green-living/plants-electricity-company-15012015/

http://www.climate-kic.org/start-ups/plant-e/

Sumber Gambar :

http://www.generalife.it/wp-content/uploads/2014/12/chi-siamo_re.jpg

http://www.wanttoknow.nl/wp-content/uploads/Plant-e.jpg

http://plant-e.com/onewebstatic/7214b1386c-001%20met%20%C2%A9.jpg

http://www.greenoptimistic.com/wp-content/uploads/2012/11/NewsImage_17631.jpg

http://www.wageningenur.nl/nl/show/Alumni-David-and-Marjolein-MSc-Environmental-Sciences-1.htm