518. NEDERLAND TEGEN WATER: WATER IS ALS DE BESTE VRIEND VAN NEDERLAND

Penulis : Hilda Fazlia
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Apa yang terlintas dibenak teman-teman ketika mendengar kata Belanda disebut? Masa Kolonial? Penjajahan? Tiga ratus lima puluh tahun? Kincir angin? Tulip? Klompen, sepatu kayu khas Belanda? Emm..aardapelen, kentang mungkin? Iyaaa, benar sekali! Benar semua!

Belanda sudah tidak asing lagi ditelinga kita, masyarakat Indonesia. Terang saja, tiga ratus lima puluh tahun lamanya, Belanda telah berhasil mengukir namanya dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Begitu dalam, dahsyat dan mempesona. Tapi, apa sih yang membuat Belanda begitu hebat namanya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia?

image001
sumber foto: archieve.kaskus.co.id

Selain kemampuannya menguasai Indonesia selama berabad-abad lamanya, atau karena tim sepak bola kebanggaannya: Oranje, salah satunya alasan lainnya adalah karena kemampuannya dalam hal menjinakkan air, atau lebih tepatnya, manajemen air. Kok bisaa?

Di sebuah negara yang dua per tiganya terletak di bawah permukaan laut, pengelolaan air merupakan kepedulian yang wajib bagi Belanda. Proyek Delta, yang disebut-sebut sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Modern Dunia oleh American Society of Civil Engineers, adalah sebuah sistem pertahanan laut yang melindungi Belanda dari tingginya air laut. Bertolak dari tahun 1953: 31 Januari malam hari. Bencana besar melanda Belanda. Banjir hebat. Sebagian besar propinsi Zeeland, Brabant dan Belanda Selatan tergenang air, 1.800 orang tenggelam. Belanda seakan-akan gelap. Tiga minggu setelah kejadian ini komisi Delta pun dibentuk, dan sejak itu Belanda bekerja keras membangun sistem pertahanan laut di Oosterschelde untuk melindungi Belanda dari air laut. sumber

image012
foto: bendunganairbelanda.com

Namun sebenarnya bukanlah laut yang menjadi ancaman terbesar bagi masyarakat Belanda, melainkan tiga sungai besar utama yang menjadi momok bagi Belanda selama berabad-abad: Rijn, Maas, dan Waal. Banjir merupakan masalah yang berulang kali terjadi, tetapi terakhir kali sebuah bendungan sungai jebol di Belanda pada tahun 1926.
Pada tahun 1995 pun keadaan sempat mencekam: 250.000 orang terpaksa dievakuasi, tetapi bendungan yang ada akhirnya tetap bertahan. Tindakan tegas langsung diambil dengan memberi ruang yang lebih pada sungai-sungai yang ada. Pada saat yang bersamaan, solusi-solusi yang inovatif mulai diperkenalkan. Contohnya, dengan membangun penahan ombak yang unik yang mempermudah pembuangan air di saat air tinggi dan membuat sungai-sungai lebih mudah dilayari di saat air rendah.

image003
sumber foto: youtube.com

Belajar dari pengalaman, Belanda berkembang menjadi juara dunia dalam bidang pengelolaan air. Tidak terelakkan, tidak terkalahkan, tiada tandingannya. Manajemen air Belanda menjadi inspirasi bagi negara-negara diseluruh dunia.

Inovasi-inovasi lainnya dalam manajemen air di Belanda pun dapat terlihat dari kepiawaian Belanda dalam menciptakan daratan. Dari dulu Belanda selalu berurusan dengan air, air dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini menuntut banyak perjuangan, waktu, tenaga dan sumber daya lainnya. Tapi Belanda selalu mampu mengatasi semua itu. Tangguh dan ulet. Dulu Belanda berjuang dengan sangat keras, membuat gundukan, bendungan-bendungan, dan sistem pertahanan laut seperti Proyek Delta, bahkan sebagian dari Laut Selatan dibendung untuk menciptakan daratan atau polder baru. Dan usaha ini sukses besar. Tanpa usaha keras ini mungkin 40% dari Belanda sudah terendam air, menghilang dari daratan, lalu punah. Tapi tidak, semuanya terbukti, daratan masih dapat bertahan hingga saat ini.

image004
sumber foto: klaasanton.mulder.wordpress.com

Disamping itu, airpun malah menjadi hal yang menyenangkan di Belanda. Kali dan sungai dibebaskan untuk mengalir dan orang-orang Belanda yang menyesuaikan diri. Belanda mengikuti arus dan membangun rumah-rumah disekelilingnya, atau diatasnya. Semakin banyak daerah-daerah perumahan yang kebun belakangnya berujung disebuah dermaga kecil di mana berlabuh sebuah kapal kecil. Dan banyak orang Belanda memilih tempat tinggal di atas air, selain rumah kapal, ada rumah yang dibangun di atas pilar maupun mengapung di atas air. Bagaimana? Pemandangan yang menyenangkan, bukan?

image005
Sumber foto: forum.kompas.com

image006
sumber foto: merdeka.com

Dan sekarang Belanda juga mengenal beberapa perumahan di atas air yang sesungguhnya. ‘Steigereiland’ di daerah Ijburg di Amsterdam, adalah salah satu dari perumahan air yang pertama, yang dengan 110 rumah yang dibangun di atas air juga menjadi salah satu perumahan air yang tebesar. Di propinsi Groningen bahkan mulai dibangun sebuah kota air yang lengkap: Blauwestad (Kota Biru), dengan 1.500 hunian di dekat atau di atas air. Luar biasa, kan? Belanda mampu merubah kelemahan menjadi kelebihan, dimana setiap inci dari wilayah Belanda selalu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

image007
sumber foto: aerophotostock.com

Masih berbicara tentang air, tentunya tidak akan terlepas dari jasa kincir angin Belanda, bagaimanapun juga baik itu kincir angin maupun kincir air keduanya sama-sama berperan penting dalam hal menajemen air di Belanda. Dari sekitar 10.000 kincir angin yang berasal dari masa jayanya pada abad ke-19, saat ini hanya tersisa 1.200 saja yang masih berfungsi dan tersebar diseluruh penjuru negeri Belanda. Itulah mengapa Negeri belanda mempunyai julukan ‘Negeri Kincir Angin’, karena banyak sekali kincir angin di Belanda. Kincir angin tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemompa air untuk mengeringkan danau, tapi juga bermanfaat dalam hal peternakan, pertanian, dan pariwisata.

image008
sumber foto: commons.wikimedia.org

Selain itu, dampak yang menguntungkan dari sering terjadinya banjir di Belanda pada tempo dulu adalah justru menjadikan tanah semakin subur, yang kemudian dimanfaatkan oleh Belanda untuk membudidayakan bunga tulip. Selama berabad-abad, bunga tulip masih tetap menjadi kebanggaan, dengan andil sebesar 83% membuat Belanda manjadi pengekspor bibit bunga terbesar di dunia, dimana 33% nya adalah bibit bunga tulip. Tidak heran kan, jika Belanda menjadi negara makmur seperti saat ini? Jika berkunjung ke Belanda akan banyak sekali tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan eksotis seperti Taman Bunga Tulip di Keukonhof dimana akan banyak dijumpai bunga tulip yang berwarna-warni dan beragam. Tempat yang cocok untuk menyatakan cinta pada sang pujaan hati.

image009
sumber foto: holland.com

Satu hal lagi, jika kita berkunjung ke Belanda khususnya ke Amsterdam, jangan lupa untuk ikut berwisata menyusuri kanal Amsterdam dengan perahu. Hal ini akan sangat menyenangkan terlebih lagi
kalau sambil menyanyikan lagu Aan de Amsterdamse Grachten dari Pieter Goemans pada bait pertama:

“Aan de amsterdamse grachten
heb ik heel mijn hart voor altijd verpand
Amsterdam voelt mijn gedachten
Als de mooiste stad in ons land…”

image010
sumber foto: psaoffshore2015.au

Itulah sederetan inovasi-inovasi yang dilakukan Belanda pada elemen air yang awalnya menjadi musuh besar untuk Belanda, yang kemudian justru menjadi teman baik bagi Belanda. Semoga Indonesia mampu meneladani sikap dari Negeri Belanda, dengan menjadikan ‘musuh-musuh’ Indonesia menjadi teman bagi Indonesia. Karena sejatinya musuh terbesar dari suatu bangsa adalah bangsa itu sendiri. Kalau belanda bisa, Indonesia pasti juga bisa.

NETHERLANDS VERSUS WATER:
JUST MAKE YOUR ENEMY BECOMES YOUR BEST FRIEND

Sumber referensi:
Hello Holland Magazine, Ministry of Foreign Affairs, The Netherlands
www.archieve.kaskus.co.id
www.bendunganairbelanda.com
www.youtube.com
www.klaasanton.mulder.wordpress.com
www.forum.kompas.com
www.merdeka.com
www.aerophotostock.com
www.commons.wikimedia.org
www.holland.com
psaoffshore2015.com.au