519. Belanda : “Bangsa yang hidup, membangun masa depannya”

Penulis : Qurrotu A’ini Putri
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Membicarakan Belanda mau tak mau membawa ingatan 350 tahun silam, saat Belanda pernah ‘singgah’ di Indonesia. Ingatan yang ada memang membangkitkan kenangan buruk sebab pada masa itu status hubungan yang terjalin adalah penjajah dengan negara jajahan. Tak ubahnya seperti majikan dengan budaknya. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika negara-negara di dunia mulai bekerjasama membentuk simbiosis mutualisme, maka hubungan baru antara Indonesia dan Belanda pun kembali terjalin. Bukan sebagai majikan atau budak, melainkan sebagai rekan dalam pembangunan.

Marilah kita buka mata, melihat Belanda bukan sebagai penjajah tapi sebagai sebuah negara yang patut diteladani dengan segala pencapaiannya. Sebuah hal klasik ketika membicarakan Belanda dengan tulipnya, kincir anginnya, rekor sepedanya, hingga bendungannya. Namun perlu digarisbawahi, hal-hal klasik tersebut tidak terbentuk begitu saja sebagai trademark negara oranje ini. Bangsa Belanda pastilah lebih memahami pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” daripada bangsa Indonesia sebagai empunya pepatah tersebut. Mengingat Belanda tidak seberuntung Indonesia perihal letak geografis, bentang alam, hingga biodiversitas. Sehingga perlu kerja ekstra keras dalam ‘menghidupkan’ negara ini. Belanda tersohor sebagai negara yang sebagian besar daratannya berada di bawah permukaan laut. Dapat dibayangkan betapa rawannya negara tersebut terhempas gelombang, terkena badai, hingga hilang akibat abrasi. Namun, lihat Belanda sekarang. Namanya tetap tercantum di peta dunia, bahkan termasuk dalam daftar negara maju. Geliat Belanda perihal pembangunan negara dalam meloloskannya dari cekaman gelombang laut, menjadikannya dikenal sebegai negara penakluk air. Sebuah pencapaian yang luar biasa, yang tidak diperoleh dalam hitungan tahun, tapi ribuan tahun yang dilalui bersama kerja keras.

Pencapaian besar ini bermula di tahun 1287 oleh orang Frisian sebagai pionir. Mereka melakukan reklamasi pantai dan membangun apa yang disebut dengan Terpen, bendungan pertama yang dibangun untuk menghadang air laut utara. Namun pada tahun 1287, terjadi kebobolan Terpen yang menyebabkan banjir besar. Berangkat dari peristiwa tersebut, lahirlah proyek baru yang besar pada masanya, ialah proyek Zuiderzee (Zuiderzee works). Proyek inilah yang selanjutnya melahirkan Afsluitdijk, sebuah mahakarya besar bangsa Belanda

image002
Gambar 1. Proses Pembangunan Afsluitdijk

yang menjadi titik awal berkembangnya Belanda sebagai negara penakluk air. Afsluitdijk adalah sebuah bendungan yang besar pada masanya, dikerjakan pada tahun 1927 hingga 1933 dengan melakukan pembangunan tanggul sepanjang 30,5 km, lebar sekitar 90 meter dan tinggi mencapai 7,25 meter di atas permukaan laut. Teknik pembangunan yang digunakan dalam pembuatan bendungan Afsluitdijk adalah dengan melakukan pembangunan bendungan pada dua titik yang dipertemukan di tengah laut. Diantara kedua titik itu dibangun dua pulau untuk menimbun bahan bangunan. Fondasi bendungan diperkuat dengan batu-batu besar yang dibungkus tikar-tikar raksasa yang dianyam dari batang pohon. Material yang digunakan pada bangunannya adalah sebuah material yang keras dan ulet yang berasal dari tanah liat berbatu yang disebut kei-lem. Karena mengandung batu-batu raksasa, maka tanah liat itu tetap kokoh walaupun terkena arus pasang surut.

Dari sisi konstruksi dan material yang digunakan, Afsluitdijk merupakan proyek konstruksi bendungan yang luar biasa yang mampu membelah Laut Selatan, dan menghubungkan dua propinsi yaitu Noord Holland dan Friesland.

image004
Gambar 2. Afsluitdjik, menguhubungkan Noord Holland dengan Friesland

Lahirnya Afsluitdijk membuat Zuiderzee (Laut selatan Belanda) menjadi sebuah danau air tawar baru atau yang popular dengan IJsselmeer. Tahun-tahun selanjutnya dibangun bendungan lainnya sebagai bagian dari reklamasi daratan IJsselmeer. Daratan baru hasil dari reklamasi menghasilkan sebuah provinsi baru bernama Flevoland yang dulunya adalah lautan. Flevoland diresmikan pada tahun 1986.

image006
Gambar 3. Flevoland, daratan baru yang terbentuk dari reklamasi IJsselmeer

Saat ini Afsluitdijk tidak hanya berfungsi sebagai penangkal banjir bagi bangsa Belanda. Tetapi juga sebagai sarana transportasi umum yang digunakan lebih dari seribu orang setiap harinya. Tak hanya itu, perjalanan melintasi Afsluitdijk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebab panorama yang ditawarkan saat melintasi Afsluitdijk sangat mengesankan.

image007
Gambar 4. Pemandangan saat melintasi Afsluitdijk

Lahirnya Afsluitdijk merupakan titik awal pencapaian Belanda dalam pertarungannya dengar air yang tak bersahabat. Setelah proyek Zuiderzee, lahirlah proyek-proyek lain yang dimaksudkan untuk menstabilkan daratan Belanda agar tak tergilas oleh air, terutama air laut. Ialah Deltawerken, suatu pekerjaan konstruksi modern yang jauh lebih besar dari Afsluitdijk yaitu suatu proyek pembangunan bendungan berseri secara berturut-turut. Hal tersebut dipicu oleh bencana pada tahun 1953 yang menyebabkan wilayah Belanda tersapu oleh badai dan banjir besar hingga menelan banyak korban.

Deltawerken merupakan sebuah pencapaian tertinggi dalam konstruksi besar di lautan karena dibangun dengan menghadapi arus laut, gelombang dan karakter tanah yang bervariasi. Desain dan teknik yang digunakan khususnya di area persiapan fondasi menggambarkan inovasi dan kerjasama yang kuat antara para geologis dan insinyur yang memberikan penerapan penting dalam berbagai aspek dari konstruksi yang berhubungan dengan pantai dan lepas pantai. Penggunaan komponen yang telah dibentuk sebelumnya (prefabricated) untuk kemudian ditempatkan melalui metode penempatan material-materialnya mencerminkan sebuah terobosan dalam konstruksi di laut terbuka (open water construction). Aspek lingkungan dan sosial pun sangat diperhatikan agar ekologi sekitarnya tidak terganggu dan kehidupan nelayan serta kelancaran arus lalu lintas pelabuhan tidak terganggu.

Berkat pencapaian-pencapaian luar biasanya dalam masalah hidrologi, saat ini Belanda dijadikan kiblat teknologi pengelolaan air bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Sudah bukan berita baru lagi bila ibu kota Indonesia, yakni Jakarta adalah daerah langganan banjir. Tak hanya sampah yang bertanggung jawab atas banjir, tetapi faktor alami juga turut andil sebagai sebab banjir Jakarta. Peningkatan permukaan air laut dan penurunan muka tanah (land subsidence) telah terjadi di sebagian wilayah Jakarta. Dua gejala alam itu sering memicu terjadinya banjir rob. Menanggulagi hal tersebut, pada tahun 2011 pemerintah provinsi DKI Jakarta menggagas pembangunan bendungan raksasa (giant seawall) di pantai utara Jakarta. Proyek Giant Seawall merupakan proyek besar yang merupakan bagian dari agenda NCICD (National Capital Integrated Coastal Development). NCICD sendiri merupakan agenda kerja dari kementerian ekonomi yang dikoordinatori oleh Chairul Tanjung pada masanya. Proyek Giant Seawall ini ternyata mengadopsi sistem pengelolaan air yang telah diterapkan oleh Belanda. Giant Seawall sendiri merupakan usulan yang datang dari konsultan Belanda yang awalnya disebut dengan Sea Dike Plan Tahap III. Diharapkan dengan dibangunnya Giant Seawall kelak, tidak hanya berfungsi menangkal banjir Jakarta tapi juga berfungsi vital seperti pengembangan kawasan-kawasan potensial, pengembangan area industri, sarana pengelolaan sampah, wilayah hijau, sarana transportasi seperti bandara, dan reklamasi pulau. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses peninjauan ulang.

Itulah bangsa Belanda, sesuai kalimat yang dituliskan pada monumen bendungan Afsluitdijk : “Bangsa yang hidup, membangun masa depannya” dan tampaknya kalimat tersebut memang mencerminkan identitas bangsa Belanda. Bangsa yang gigih, ambisius, cerdas, dan inovatif.

Referensi :

http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/projects-in-indonesia-jakarta-s-giant-sea-wall-great-garuda-starts-soon/item2484

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/15/11072831/.Giant.Sea.Wall.Solusi.Bermasalah.bagi.Jakarta.

http://www.holland.com/global/tourism/article/afsluitdijk-10.htm

http://market-insight.blogspot.com/2010/04/dibalik-bendungan-belanda.html

http://metro.news.viva.co.id/news/read/201499-dki-percepat-proyek-bendungan-raksasa

https://tulisannda.wordpress.com/2013/05/08/belanda-sang-juuara-penakluk-air/

https://moniqblueprint.wordpress.com/2012/05/09/cara-kreatif-belanda-belajar-dari-alam-dan-bertahan-di-bawah-air/

Sumber Gambar :
gambar 1 http://uitdeoudedoos.kroniekvanenkhuizen.nl/aanleg-afsluitdijk-in-1927-1932
gambar 2 http://rabbel.nl/zuiderzee.html
gambar 3 https://verhaal140.wordpress.com/2012/11/
gambar 4 http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photos-afsluitdijk-holland-image7488868