521. Terobosan Belanda di Bidang Air Bersih

Penulis : TAUFIK AL MUBARAK
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Sebagai negara yang akrab dengan banjir dan letaknya lebih rendah dari laut, diyakini dua pertiga wilayah sudah sejak lama tenggelam. Namun, Belanda mampu bertahan dari bencana ekologis tersebut karena memiliki struktur perlindungan banjir, pembangunan pesisir terpadu dan pengelolaan DAS yang lebih baik, bahkan lebih inovatif di banding negara lain. Letak geografis yang tidak menguntungkan tersebut membuat Belanda jadi spesialis dalam hal pengelolan air.

Diakui atau tidak, pengalaman yang dimiliki oleh Belanda selama berabad-abad ini mendapat pengakuan dari seluruh dunia. Bahkan, teknisi pengelolaan air dari Belanda ikut membantu rekonstruksi tanggul di New Orleans, Amerika dan pembangunan sistem perlindungan banjir di London, Venice dan St Petersburg.

Sekarang ini, di Belanda ada sekitar 2000 perusahaan yang aktif di sektor air. Sebanyak 1500 di antaranya bergerak di bidang teknologi air dan 500 lainnya dalam teknologi delta. Pada tahun 2008, omset sektor air Belanda (domestik dan ekspor) sebesar 16,4 miliar euro, di mana 57 persen di antaranya diperoleh oleh perusahaan-perusahaan teknologi air.

Sekitar 2.000 perusahaan yang aktif di sektor air Belanda, yang 1.500 dalam teknologi air dan 500 dalam teknologi delta. Omset sektor air Belanda (pasar domestik dan ekspor) 16,4 miliar euro pada 2008, dari yang 57 persen itu diperoleh oleh perusahaan-perusahaan teknologi air. Pada tahun yang sama, nilai ekspornya mencapai 6,5 miliar euro. Sekadar diketahui, Delta Works sebagai proyek perlindungan banjir terbesar di dunia, menyelesaikan lebih dari 16.500 kilometer tanggul dan 300 strukturnya.

Tapi, yang lebih mencengangkan adalah teknologi inovasi yang dikembangkan Dutch Rainmaker, yaitu memisahkan air tawar dan air asin melalui layar udara. Kok bisa? Ya…mereka memang punya keahlian menyulap air dari udara. Mereka dengan teknologi turbin angin mengawinkan produksi air dan keahlian pemurnian secara berkelanjutan mengekstraksi air dari udara. Ide memanfaatkan tenaga angin untuk mengambil uap air dari udara memang bukan hal baru bagi banyak perusahaan di Belanda. Namun, mereka terus menyempurnakan teknik yang boleh dibilang unik ini, yaitu memanen air tanpa menggunakan pasokan energi eksternal.

Pendekatan inovatif ini bahkan mengundang perhatian di Forum Eco-inovasi Eropa ke-5, European Committee of Environmental Technology Suppliers Associations (EUCETSA). Selain itu, proyek ini didukung oleh Ashok Bhalotra, arsitek Heerhugowaard’s City of the Sun, daerah perumahaan CO2 terbesar di dunia. Menurut Gerard Schouten dari Belanda Rainmaker, sistem yang dikembangkan mereka sama sekali tidak bergantung pada listrik. “Turbin angin menggerakkan pompa pemanas yang mendinginkan udara dari bawah, mirip cara kerja dalam sistem AC,” katanya.

Sebagai daerah dengan kondisi kelembaban di atas rata-rata, Belanda memang cocok memanfaatkan sistem tersebut. Apalagi, sifat udara memang selalu mengandung air. Bayangkan saja, 1 kg udara pada 20°C dengan kelembaban relatif (RH) 50% mengandung sekitar 7 g air, sementara pada 30°C dan 50% RH, mengandung hampir 14 g. Jadi sangat wajar, jika sistem dari Belanda Rainmaker ini cocok untuk daerah kurang hujan atau memiliki jumlah air asin cukup besar.

“Sistem ini menghasilkan 10 sampai 20 kali lebih kecil dari kincir angin rata-rata di Belanda dan memiliki produksi harian 7 000 liter,” kata Schouten. Melalui sistem ini, mereka mengekstraksi air minum dari air asin atau air yang tercemar. Pun begitu, sistem ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai instalasi pemurnian, melainkan menghilangkan kandungan garam.

Di Belanda boleh saja memiliki air di mana-mana, dalam bentuk danau, sungai atau kanal. Tapi, dengan sistem Rainmaker tersebut, Belanda mampu mengubah air yang tak layak konsumsi tersebut menjadi aman untuk dikonsumsi. Selain itu, sistem yang mampu bertahan 20 tahun itu juga sangat ramah lingkungan. Nah, luar biasa bukan?

Referensi

http://ec.europa.eu/environment/ecoap/about-eco-innovation/good-practices/netherlands/560_en.htm

http://www.government.nl/documents-and-publications/leaflets/2014/03/01/water-innovations-in-the-netherlands.html

http://www.hollandtrade.com/sector-information/water/?bstnum=4887

http://www.hollandtrade.com/sector%2Dinformation/water/water%2Dtechnologies/?bstnum=4931