533. KETERBATASAN AWAL DARI SEBUAH KEUNGGULAN

Penulis : Patriawati Narendra
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Keterbatasan adalah anugerah, keterbatasan adalah inspirasi, keterbatasan adalah ide cemerlang, keterbatasan adalah peningkatan kemampuan, keterbatasan adalah semangat untuk tetap maju melangkah, keterbatasan adalah optimisme peningkatan, keterbatasan adalah modal kesuksesan dan keterbatasan itulah yang menjadikan Belanda menjadi Negeri termasyhur karena kecanggihan teknologinya, komitmen yang kuat dari Pemerintah untuk menjaga kelestarian alam dan mereduksi efek global warming, dan melimitasi keadaan dan kondisi yang tidak beruntung karena faktor alam, suatu perpaduan antara kecanggihan teknologi, obsesi dan rasa nasionalisme yang tinggi dari warga negara dan Pemerintah Belanda untuk menjadikan negaranya menjadi negara yang kuat melawan tantangan alam dan sekaligus menjadi negara pioner dalam bidang teknologi dan aplikasi ilmu terapan, menjadi negeri yang maju dan modern yang dapat memberikan kenyamanan hidup bagi warga negaranya. Keterbatasan ini disikapi Belanda dengan positif dan membangun. Truly a Great Warrior!

image002
Gambar 1. Setelah Peristiwa Air Bah Tahun 1953
(https://www.google.co.id/search?tbm=isch&q=gambar++peristiwa+air+bah++Belanda1958&ei=Ez4-Vb7gLIKdugSwxAE#tbm=isph&q=nuffic+neso+kompetitif+blog+2013+ )

Negara dengan berpenduduk 16 juta jiwa dan luas wilayah hanya 41.526 km2,tentunya tidak berhenti dan menyerah begitu saja dengan ganasnya alam dimana dapat diketahui bahwa Belanda ¼ daerahnya berada dibawah permukaan laut, tapi hal inilah yang membuat Belanda terus berinovasi, pembuatan bendungan, pengeringan lahan, manipulasi iklim, dan pembuatan floating city adalah satu upaya Belanda dalam menyikapi perubahan iklim dan keterbatasan faktor alam, diharapkan dengan floating city technology dapat mengatasi masalah melonjaknya harga real estate dan kemacetan di perkotaan. It’s bright idea!

image004
Gambar 2. Prototype Rotterdam Floating Pavillion
(https://www.google.co.id/search?tbm=isch&q=gambar++peristiwa+air+bah++Belanda1958&ei=Ez4-Vb7gLIKdugSwxAE#tbm=isph&q=nuffic+neso+kompetitif+blog+2013+ )

Nah sekarang yang paling di nanti-nanti para Ibu-ibu nih, karena ide yang satu ini dapat memangkas biaya listrik karena pemakaian AC, wah menarik tuh..dan ide jenius tersebut adalah Greenhouse Village. Ide kejeniusan Belanda tersebut justru muncul dari fenomena yang dialami bumi akhir-akhir ini..Global Warming..pernah dengar tentunya bukan?baiklah sebelum membahas teknologi Belanda dalam inovasi Greenhouse Village, kita bahas dulu tentang global warming, pengertian Pemanasan global atau Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Apa itu Global Warming?yuk simak pada gambar sebagai berikut :

image006
Gambar 3. Skema Global Warming
(https://blog.djarumbeasiswaplus.org/zulfikasatria/2015/04/10/sejuknya-efek-rumah-kaca-di-belanda/ )

Nah salah satu dampak dari Global Warming itu adalah efek rumah kaca singkatnya gas karbon yang semakin lama semakin menumpuk di lapisan ozon ini membuat “perangkap” bagi panas matahari yang masuk ke bumi. Oleh karena itu, semakin lama bumi semakin panas. Efek industri rumah kaca pada sistem pertanian di Belanda tersebut ternyata menyerap radinasi panas serta menghasilkan emisi gas CO2 maka para ilmuwan Belanda menggunakan kesempatan ini untuk menciptakan teknologi baru yang bisa bermanfaat untuk mereduksi pemakaian energi dan sekaligus memangkas biaya energi rumah tangga yang dikeluarkan setiap hari. Wow cerdas sekali! Bukan hanya itu dalam bidang pertanian pun tetap unggul karena Belanda menjadi eksportir sayuran, buah, bunga, daging dan hasil peternakan terbesar kedua di dunia setelah AS. Very Intelligent and Perfect Thinking!

image008
Gambar 4. Rumah Kaca
(https://blog.djarumbeasiswaplus.org/zulfikasatria/2015/04/10/sejuknya-efek-rumah-kaca-di-belanda/)

Keterbatasan karena faktor alam ditangkap Belanda sebagai peluang, dan peluang tersebut adalah dengan memanfaatkan efek rumah kaca untuk mendapatkan cadangan energi baru yang bernama Greenhouse Village. Apa itu Greenhouse Village?sederhana sekali, dengan memanfaatkan panas berlebih dari sinar matahari pada musim panas atau semi yang tentunya tertangkap oleh dalam rumah kaca kemudian dialirkan dan disimpan ke dalam air tanah (aquifer) dan voila, sehingga suhu rumah menjadi sejuk. Panas yang ditangkap oleh air di Greenhouse dimasukkan kembali ke sumur hangat melalui penukar panas dan pompa panas. Pada musim dingin, air panas dipompa dan dialirkan melalui penukar panas, pompa panas, dan unit pemanas, lalu panas dibawa ke Greenhouse. Air hasil proses pemanasan itu dipompa kembali ke dalam sumur dingin melalui penukar panas dan pompa panas. Dua tiga pulau terlampui, bagimana tidak? Dari teknik tersebut bisa dua manfaat yang didapatkan yaitu bisa berfungsi sebagai AC (Air Conditioner) menyejukkan ruangan tanpa harus memasang AC dan tanpa harus kena tagihan bulanan yang membengkak! Wah pasti Ibu2 pada pengin nih…Nah manfaat yang kedua yaitu bisa menjadi pemanas ruangan, jadi kalau musim dingin tiba bisa mengambil energi panas yang tersimpan tadi, sebagai bahan masukan 2 Ha rumah kaca bisa memberikan energi panas hingga 200 rumah, selain bermanfaat untuk rumah tangga, Greenhouse Village ini juga bermanfaat untuk pertanian, kombinasi teknologi pemanas dan pendingin di dalam Greenhouse tak hanya menghasilkan suhu yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman, tapi juga mengontrol kelembapan. Teknologi tersebut dapat mengontrol kelembapan sehingga dapat menekan perkembangan penyakit akibat kelembapan yang tinggi. Pengontrolan tersebut dengan menggunakan teknik mengisap udara dengan silika gel, materi yang menyerap lembap. Teknik tersebut mengubah mindset yang semula pengguna energi menjadi penyedia energi sekaligus bisa menjawab dan menanggapi isu tentang penghematan energi dunia dengan memanfaatkan energi rumah kaca sebagai sumber energi rumah tangga dan pertanian. It’s a Genius!

image010
Gambar 5. Skema Cara Kerja Sirkulasi Energi Panas di Sistem Greenhouse Village
(https://blog.djarumbeasiswaplus.org/zulfikasatria/2015/04/10/sejuknya-efek-rumah-kaca-di-belanda/)

Keterbatasan itu untuk dihadapi, disikapi dan dicarikan solusi untuk dapat mengurai semua kesulitan, hambatan serta dampak atau limbah yang ditimbulkannya. Cukup cerdas, Belanda telah membuktikannya untuk itu, menjadikan keterbatasan yang dimiliki Belanda untuk kemudian dijadikannya sebagai komoditi unggulan yang bermanfaat bukan hanya untuk warga Belanda tetapi dapat menginspirasi warga penduduk dunia, wow it’s Amazing!

Negara yang cerdas adalah negara yang mampu menyikapi semua kekurangan dan keterbatasan yang ada, bahagia di masa sulit, berdamai dengan keadaaan sesuai dengan motto Belanda “ Je Maintiendrai” (Saya akan mempertahankan). Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mampu membawa kehidupan bangsa dan negaranya menjadi lebih baik dan lebih makmur dari kehidupan sebelumnya, mampu memberikan solusi, kesempatan dan ruang gerak bagi anak-anak bangsa dalam bermanuver meningkatkan ide kreatifitas sekaligus mengaktualisasikan dalam karya dan cipta. Mutiara tetaplah mutiara, sinar mutiara akan terpancar indah manakala mutiara telah diproses melewati berbagai langkah dan mutiara tersebut adalah segudang ide dan kreatifitas warga Belanda yang ingin kehidupannya lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya. Sinergitas antara rakyat dan Pemerintah Kerajaan Belanda terjadi sangat harmonis dan selaras sehingga menjadikan Belanda menjadi negara hebat termahsyur di segala bidang, dan menjadi negara pioner didunia dalam bidang teknologi.

“Your Limitation is Your Superiority”
“Manifestation of Love from Dutch Citizen for His Country”

Referensi :

1. http://www.alfalaval.com/solution-finder/customer-stories/Pages/Van-der-Weijden.aspx diakses tanggal 27 April 2015
2. http://www.foodurbanism.org/greenhouse-village/ diakses tanggal 27 April 2015
3. http://www.hydroponics.com.au/wageningen-leading-the-way/ diakses tanggal 27 April 2015
4. http://hollandfoodpartner.com/greenhouses-a-shiny-city-of-glass/ diakses tanggal 27 April 2015
5. https://www.google.co.id/search?tbm=isch&q=gambar++peristiwa+air+bah++Belanda1958&ei=Ez4-Vb7gLIKdugSwxAE#tbm=isph&q=nuffic+neso+kompetitif+blog+2013+ diakses tanggal 27 April 2015
6. https://www.google.co.id/search?tbm=isch&q=gambar++peristiwa+air+bah++Belanda1958&ei=Ez4-Vb7gLIKdugSwxAE#tbm=isph&q=nuffic+neso+kompetitif+blog+2013+ diakses tanggal 27 April 2015
7. http://www.trubus-online.co.id/kecanggihan-aquifers-di-rumah-kaca/ diakses tanggal 27 April 2015
8. https://blog.djarumbeasiswaplus.org/zulfikasatria/2015/04/10/sejuknya-efek-rumah-kaca-di-belanda/ diakses tanggal 27 April 2015
9. http://blogmilikneles.blogspot.com/2012/08/gambar-siklus-pemanasan-global.html diakses tanggal 27 April 2015