535. Inovasi Belanda dalam Keterbatasan Lahan

Penulis : Siti Rahayu
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Semangat pagi teman-teman !

Belanda adalah negara yang yang secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabakan oleh ekstrasi gambut yang meluas, dan kurang kontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir ekstrasi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan.

Namun, itu semua tak menjadi hambatan bagi negara Belanda untuk berkembang dan menciptakan kreativitas dan inovasi bagi dirinya sendiri maupun negara lainnya. Memang dalam hal industrial Belanda bisa dikatakan lamban dari negara lain. Namun ia mampu menjadi negara pengekspor pangan terbesar ketiga di dunia. Walupun begitu, tantangan yang harus dihadapi Belanda saat ini adalah menjaga lahan pertanian yang telah lama dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan dari masalah pemanasan global. Maka dari itu Belanda harus berupaya membuat inovasi baru untuk menjaga lahan yang telah ditanami tumbuhan agar tetap subur dan terus bermanfaat bagi khalayak banyak.

Tanah gambut adalah tanah yang kaya akan zat organik namun belum bisa dijadikan makanan oleh tumbuhan karena belum terurai dan pHnya rendah atau asam. Sirkulasi udara yang kurang baik sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal. Pada tanah yang seperti ini hanya beberapa jenis tanaman saja yang dapat hidup seperti karet.
Cara mengatasi jenis tanah yang seperti ini :
a. Memberikan kompos dari pupuk kandang, arang atau bokashi pupuk kandang arang.
b. Membuat tali parit atau parit sebanyak mungkin.
c. Memberikan kultur campuran mikroorganisme yang menguntungkan.
d. Memberikan bakteri yang berasal dari limbah yang mengandung banyak protein, seperti: limbah tahu, darah atau ikan busuk.

Namun pada dasarnya upaya untuk menyuburkan tanah tidak hanya terfokus pada aspek tanahnya saja. Tapi aspek-aspek yang lainnya juga agar kelestariannya tetap terjaga dan dapat berkembang untuk dimanfaatkan sebagai lahan usaha yang menguntungkan 2 hal yaitu alam dan manusianya itu sendiri.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut adalah dengan teknik ameliorant. Namun upaya peningkatan produktivitas lahan gambut melalui teknologi pencampuran dengan tanah mineral telah lama dipraktekkan di lahan gambut. Tanah mineral yang sesuai sebagai bahan amelioran untuk menekan aktivitas asam-asam fenolat tergantung kandungan asam-asam fenolat dominan pada gambut. Disamping itu kita juga harus memperhatikan pengolahan air di lahan tersebut.

Pengelolaan air di lahan gambut bertujuan untuk mengatur pemanfaatan sumber daya air secara optimal sehingga didapatkan hasil/produktivitas lahan yang maksimal, serta sekaligus mempertahankan kelestarian sumber daya lahan tersebut. Salah satu teknik pengelolaan air di lahan gambut dapat dilakukan dengan membuat parit/saluran, dengan tujuan:
1. Mengendalikan keberadaan air tanah di lahan gambut sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan. Artinya: gambut tidak menjadi kering di musim kemarau, tapi juga tidak tergenang di musim hujan. Hal demikian dapat dicapai dengan membuat pintu air (flapgate) yang dapat mengatur tinggi muka air tanah gambut sekaligus menahan air yang keluar dari lahan;
2. Mencuci asam-asam organik dan anorganik serta senyawa lainnya yang bersifat racun terhadap tanaman dan memasukan (suplai) air segar untuk memberikan oksigen;
3. Memanfaatkan keberadaan air di dalam saluran sebagai media budidaya ikan, baik budidaya aktif (dimana benih ikan ditebarkan di dalam saluran) maupun budidaya pasif (dimana parit/saluran digunaan sebagai perangkap ikan ketika sungai di sekitarnya meluap).

Selain itu keberadaan air di dalam parit akan berfungsi sebagai sekat bakar yang dapat mencegah terjadinya kebakaran di lahan gambut; sebagai sarana transportasi hasil panen.Lahan gambut merupakan salah satu jenis lahan rawa yang selalu jenuh air atau tergenang, kondisi demikian menjadikan lahan gambut sulit untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian. Salah satu faktor kunci keberhasilan pengembangan pertanian di lahan gambut, selain meningkatkan kesuburannya adalah mengendalikan tinggi muka air di dalamnya sehingga gambut tetap basah tapi tidak tergenang dimusim hujan dan tidak kering di musim kemarau. Pengaturan tinggi muka air yang tepat juga dimaksudkan agar proses pencucian bahan beracun berjalan dengan lancar sehingga tercipta media tumbuh yang baik bagi tanaman.

Untuk membuat parit, lebar parit/handil berukuran 5 meter ( untuk lahan gambut maksimal 1 meter ) dan semakin menyempit ke arah hulu parit. Pada kanan dan kiri parit dibuat tanggul/pematang untuk ditanami buah-buah yang berfungsi sebagai penguat tanggul agar tidak longsor. Di atas pematang ini, juga dapat dibuat pondok-pondok, dan pada setiap jarak 500 meter dibuat parit cacing yang berfungsi untuk memasukan dan mengeluarkan air pada petakan pertanaman. Untuk mencegah agar parit tidak tersumbat oleh endapan lumpur, maka perlu dilakukan pengangkatan/pembuangan lumpur secara rutin setiap bulan sekali.

Walaupun demikian hal penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan adalah :
- Berhubungan baik antara manusia dengan Tuhannya.
- Berhubungan baik antara sesama manusia
- Dan berhubungan baik antara manusia dengan lingkungannya atau alam.

Ketiga aspek ini harus seimbang agar kesejahteraan hidup yang sebenarnya tercapai karena adanya keseimbangan antara Tuhan, manusia juga alam. Semoga artikel ini dapat menjadi satu upaya baru untuk melestarikan alam ciptaan Tuhan supaya menjadi simbiosis mutualisme untuk semuanya baik itu manusianya, alamnya dan juga pencipta-Nya, Aamiin.

Pranala
- id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda
- http://tantoklik.blogspot.com/2009/01/teknik-penyuburan-tanah.html
- http://ktipertanian.blogspot.com/2013/04/pengelolaan-unsur-hara-pada-lahan-gambut.html
- http;//dasar2ilmutanah.blogspot.com/2009/06/pengelolaan-kesuburan-tanah-pada-lahan_4838.html