536. Dutch Bucket System, Narasi Hidup Sebuah Bangsa

Penulis : Irpanudin
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Yang suka bercocok tanam pasti tahu, atau minimal pernah mendengarnya.

Yup,… Dutch Bucket System (DBS) adalah salah satu teknik hidroponik yang paling dikenal di dunia. Teknik hidroponik yang dikenal juga sebagai Bato Bucket System tersebut populer karena relatif sederhana, tetapi dengan hasil panen sangat memuaskan.

Dari namanya mudah ditebak, sistem hidroponik ini merupakan kreasi Bangsa Belanda (1).

Selama berabad-abad Bangsa Belanda sangat menghargai setiap tetes air bersih, begitu pun dalam praktik pertaniannya. Di ladang-ladang pertanian dan rumah-rumah kaca, para petani Belanda bercocok tanam dengan penggunaan air yang efisien. Termasuk metode pertanian yang dikembangkan adalah teknik hidroponik DBS.

image002
Pertanian Tomat skala industri dengan DBS di sebuah rumah kaca di Belanda (sumber gambar (2) http://eytanuliel.com/2013/05/03/a-weekend-in-amsterdam-part-i/ )

Penasaran seperti apa sih teknik DBS itu? Yuk kita tengok sekilas.

Secara umum teknik hidroponik DBS terdiri dari 5 bagian utama. Pertama, semacam ember atau wadah tempat bercocok tanam. Wadah ini memiliki lubang di bagian bawah, letaknya sedikit di atas dasar ember dan disambungkan ke pipa. Guna lubang ini adalah agar air pada wadah tersedia dalam batas tertentu untuk menjaga tanaman selalu mendapat pasokan air dan nutrisi. Bagian atas wadah ini bisa diisi Rock Wool, Batu Apung, Perlite, Canna Coco, atau bahan lain sebagai media tanam.

Bagian keduanya adalah wadah penampungan air. Pada wadah ini ditampung air untuk menyiram sekaligus memberi tanaman nutrisi, karena air tersebut dicampur bahan nutrien yang dibutuhkan tanaman.

Air dari wadah penampungan tadi disalurkan menuju wadah tempat tanaman melalui pipa penyalur, yaitu bagian ketiga DBS.

Bagian berikutnya adalah pipa-pipa pembuangan. Ingat lubang di bagian bawah wadah tempat tanaman? Dari pipa di lubang itu kelebihan air penyiraman akan disalurkan kembali ke wadah penampungan air.

Terakhir adalah pompa. Pompa ini bisa diatur untuk penyiraman tetes, atau penyiraman mengalir yang menggunakan sistem elektronik, agar menyala secara periodik selama waktu tertentu. Hasilnya sama, sebuah metode hidroponik dengan penggunaan air yang sangat efisien. Air mengalir dari penampungannya melalui pipa-pipa menuju wadah tanaman, lalu kembali ke wadah pengampungan dalam sebuah siklus tertutup. Tidak ada air yang terbuang percuma.

image004
Ilustrasi DBS 1 (sumber gambar: (3) http://www.authorstream.com/Presentation/recon110-1899324-dutch-bucket/ )

image006
Ilustrasi DBS 2 (sumber gambar: (4) http://backroadsrebellion.com/intro-to-hydroponics/ )

Hampir semua jenis tanaman pangan sesungguhnya bisa ditanam menggunakan DBS, tetapi jenis tanaman yang umum ditanam di DBS adalah tanaman sedang atau merambat seperti Tomat, Cabai, Mentimun, Anggur, Melon, hingga Semangka.

Tidak mengherankan bukan, jika Belanda merupakan eksportir terbesar dunia untuk komoditas Bunga, (5) Tomat, dan Cabai?(6) Ekspor tahun 2014 Belanda untuk bunga dan sayuran bernilai lebih dari 14 Billion Euros (7). Padahal dengan kepadatan 406,97 orang per km2, Belanda adalah negara dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Eropa, dan nomor 5 di dunia (8).

Salah satu alasannya karena teknik hidroponik Belanda dikenal salah satu yang paling maju di dunia. Itulah kenapa negara dengan sumber daya air terbatas di daerah gurun seperti Mesir (9) dan Uni Arab Emirat (10) mempelajari hidroponik ke Belanda, dengan tujuan memaksimalkan efisiensi penggunaan air pertanian mereka.

Wow,… Ternyata dalam mengelola air Bangsa Belanda tak cuma piawai membangun kanal, bendungan, benteng banjir, delta pelindung ombak, atau mega proyek spektakuler semacam Palm Islands di Dubai. Karakter Bangsa Belanda untuk selalu kreatif memecahkan masalah membuat mereka mampu mengelola air hingga tetes terkecil.

Ada satu kabar baik. Keunggulan dari teknik DBS selain kesederhanaannya adalah fleksibilitas. Teknik DBS bisa diterapkan untuk skala besar dengan luasan ribuan hektar, skala pertanian sedang, hingga skala kecil untuk diterapkan di halaman rumah. DBS mudah dibuat dengan alat dan bahan yang tersedia di sekitar rumah.

image008
Bertanam sayuran dengan DBS menggunakan bahan-bahan di sekitar rumah (sumber gambar (11): https://quinopines.wordpress.com/2014/03/18/tomatoes-in-dutch-buckets-2/ )

Mengenai metode, bahan-bahan, hingga biaya pembuatan, kita bisa mengetikkan: Dutch Bucket System di mesin pencari. Voila,…hampir 800.000 hasil yang kita peroleh menunjukan betapa populernya teknik hidroponik kreasi Bangsa Belanda ini.

Seiring pertumbuhan populasi penduduk Bumi, lahan pertanian berkurang karena terkonversi menjadi pemukiman dan pendukung aktivitas manusia. Di masa depan, penerapan sistem hidroponik semacam DBS di skala rumah tangga sebagai sumber pangan diramalkan akan memegang posisi penting dalam penyediaan bahan pangan.

Meskipun sederhana, DBS ternyata memiliki potensi manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Membuat DBS pun cukup mudah, tidak ada salahnya mencoba DBS di rumah, kan?

Dutch Bucket Hydroponic System, persembahan Belanda untuk dunia.

Dankjewel Voor Alles, Netherlander.

Referensi

(1) http://www.backyard-gardening-fun.com/hydroponic-tomato.html
(2) http://eytanuliel.com/2013/05/03/a-weekend-in-amsterdam-part-i/
(3) http://www.authorstream.com/Presentation/recon110-1899324-dutch-bucket/
(4) http://backroadsrebellion.com/intro-to-hydroponics/
(5) http://www.government.nl/news/2015/01/16/dutch-agricultural-exports-top-80-billion-euros.html
(6) http://www.investopedia.com/financial-edge/0712/top-agricultural-producing-countries.aspx
(7) http://www.government.nl/news/2015/01/16/dutch-agricultural-exports-top-80-billion-euros.html
(8) http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_sovereign_states_and_dependent_territories_by_population_density
(9) http://www.hortidaily.com/article/11148/Egyptian-growers-visit-Holland-to-learn-about-hydroponics
(10) http://dannawrites.com/emirates-hydroponics-farms-growing-green-in-the-desert/
(11) https://quinopines.wordpress.com/2014/03/18/tomatoes-in-dutch-buckets-2/
(12) https://www.farmtek.com/wcsstore/EngineeringServices/allbizunits/techdocs/dutch_bucket_recovery_drip_system.pdf