552. ModulAIR, rumah kaca yang dapat disesuaikan dengan segala musim

Penulis : Shinta Intan Nuraida
Tema : Air
=========================================================================================================================================================

Kalau ditanya apa warna wortel? Pasti kebanyakan orang menjawab warna orange. Memang benar bahwa warna wortel didominasi dengan orange, tapi tunggu dulu, sebenarnya awal mula wortel itu warnanya beragam loh, mulai dari merah, hitam, ungu, putih dan kuning. Loh kok sekarang warnanya orange? Usut punya usut, asal mula wortel berwarna orange berasal dari Negara Kincir Angin, Belanda. Pada abad ke-16, petani Belanda di daerah Hoorn membiakkan warna wortel yang ada. Mereka berhasil menyilangkan jenis wortel kuning pucat dengan wortel merah. Maka kemudian muncullah wortel dengan warna orange. Melalui proses hibridasi yang sukses, maka menghasilkan warna orange yang intensif. Selajutnya berkembang lagi menjadi 3 varietas utama yaitu merah, kuning dan emas tua yang kemudian berkembang menjadi jenis dominan di dunia. Tapi bukan masalah wortel yang akan dibahas di dalam tulisan ini, melainkan contoh ini merupakan gambaran bagaimana Belanda mempunyai keseriusan dalam hal pertanian sejak dulu. Negara dengan luas wilayah 41,526 km2 ini, termasuk dalam negara pengekspor hasil pertanian dan pangan terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Pencapaian ini terbilang luar biasa, bagaimana tidak jika kita melihat dari segi geografisnya, negara yang pernah menjajah bangsa Indonesia ini merupakan negara berpermukaan rendah, 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Meskipun memiliki luas wilayah yang bisa dibilang kecil, tidak menyurutkan langkah Belanda untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan dalam sektor pertanian. Belanda dapat berfikir secara kreatif dan inovatif, yaitu menggunakan kelemahan yang dimilikinya dan menjadikannya “secret weapon” dengan cara mengoptimalkan keadaan yang ada sehingga menjadi kekuatan baru yang luar biasa hebat. Jangan terkejut ketika berbicara mengenai pencapaian Belanda dalam bidang pertanian. Sederetan prestasipun telah ditorehkannya, seperti:
1. Number 1 in greenhouse horticulture
2. Number 1 producer of onions
3. Number 1 in variety of trees and shrubs
4. Number 1 producer of seeds
5. Number 1 largest auction of flower and plants

Hebat bukan? Bagaimana bisa negara dengan luas wilayah kurang lebih sepertiga pulau Jawa ini menggunakan wilayahnya tersebut dengan efektif dan efisien? Ternyata mereka membagi wilayah dengan bijaksana dan semaksimal mungkin. Lebih dari setengah dari total 4.15 juta hektar lahan di Belanda digunakan sebagai lahan pertanian, dengan pembagian sebagai berikut: 56% untuk pertanian dan holtikultura tanaman, 42 persen untuk padang rumput permanen, dan 2% untuk tanaman permanen. Negara dengan ciri khas bunga tulip ini memiliki 10.000 hektar rumah kaca pada tahun 2010, setengah darinya digunakan untuk menanam sayuran.

Rumah kaca untuk bertanam
image002
(Sumber: https://view.publitas.com/madeinholland_en/mih-horticulture-2013/page/12-13)

Apa itu rumah kaca atau greenhouse?
Greenhouse atau rumah kaca digunakan untuk pengembangbiakkan tumbuhan baik untuk tujuan riset ataupun intensifikasi pertanian. Di negara-negara dengan lahan pertanian terbatas, greenhouse ini digunakan untuk menyuplai kebutuhan pangan di negara tersebut. Meskipun memiliki lahan yang sangat terbatas, secara kuantitas hasil panen greenhouse bisa melebihi hasil panen kebun koonveksional dengan luas lahan yang sama. Negara Belanda sendiri ada yang namanya intelligent greenhouses (rumah kaca pintar). Greenhouse sebelumnya hanya digunakan untuk menanam tanaman dengan menggunakan banyak energi panas. Pembangunan greenhouse van der Hoeven membuat intelligent greenhouses (rumah kaca pintar) yang menggabungkan ketahanan dengan hasil ekonomi yang sangat baik. Van der Hoeven menemukan konsep rumah kaca ModulAIR, dimana pengguna dapat memiliki bangunan rumah kacanya sendiri sesuai kebutuhan dari tanaman, regulasi musim lokal dan biaya.

Unsur-unsur dasar yang dapat dipilih oleh petani yaitu memberi tekanan pada rumah kaca untuk iklim yang seragam dan mengurangi serangga; memasukkan udara luar untuk menghilangkan lembab dan untuk tujuan pendinginan; yang terakhir yaitu meminimalisir jumlah jendela ventilasi untuk memaksimalkan cahaya dan mengurangi adanya serangga (insect). Udara rumah kaca juga dapat didaur ulang untuk mendapatkan CO2 yang lebih tinggi, dimana dapat berguna untuk pertumbuhan dan efisiensi energi yang lebih besar.

ModulAIR
Unit pengolahan udara ModulAIR, dibangun sebagai koridor kecil. Koridor ModulAIR terletak dibagian luar atap pelana di akhir tembok dari rumah kaca, menggunakan udara luar untuk pendinginan dan untuk mengurangi kelembapan. Koridor ModulAIR ini digunakan sebagai ruang pencampuran yang mampu mencampurkan dingin, udara kering dari luar, dan udara lembab dari rumah kaca. Ketika udara didistribusikan kembali ke rumah kaca, udara campuran akan lebih dingin dan rendah kelembapan. Pada bagian bawah setiap saluran tanaman dipasang pipa udara dengan kualitas tinggi. Pipa udara ini berguna untuk mendistribusikan udara dari koridor ModulAIR diseluruh rumah kaca. Hal ini juga membantu menciptakan dan mengendalikan iklim homogen, bahkan untuk panen, pemanasan, dan regulasi CO2. Kondisi udara seperti ini diangkut oleh sebuah kipas di depan saluran pipa udara. Dengan adanya kipas ini, kapasitas dari sistem ModulAIR dapat dikontrol dan disesuaikan secara langsung. Pemanasan utama terdiri dari sistem pipa rel dan sebuah sistem pipa tambahan. Pada saat musim dingin, ruang ModulAIR akan diisi dengan mode pemanasan yang merupakan pilihan tambahan untuk menginginkan panas yang lebih. Mode pemanasan mempunyai kipas sendiri yang melekat dan akan dijalankan ketika modul pemanasan diaktifkan. Sedangkan pada saat musim panas, rumah kaca ModulAIR dilengkapi dengan sistem lapisan pendingin. Sistem ini merupakan metode paling efisien dan efektif dari pendinginan rumah kaca. Ketika temperatur udara di luar menjadi terlalu hangat, lapisan dapat diaktifkan untuk mendinginkan udara luar dan meningkatkan kapasitas pendinginan. Lapisan ini menggunakan air dingin dan teknik penguapan untuk mendinginkan udara yang masuk. Pada saat cuaca ekstrem dengan panas yang berlebih dan kelembapan tinggi, juga dapat memungkinkan untuk menambah sistem pendinginan mekanis tambahan.
Pada dasarnya, hasil dari rumah kaca ModulAIR antara lain:
1. Penggunaan rumah kaca dapat lebih terkontrol dan pengoptimalan penggunaan dari energi dan CO2
2. Meminimalisir penggunaan peptisida
3. Meningkatkan hasil panen
4. Menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas lebih baik
5. Produksi berkelanjutan
Dengan menyesuaikan langkah demi langkah dari sitem ModulAIR untuk beradaptasi sesuai kebutuhan dari tanaman, cuaca local dan ketersediaan/biaya energi, kita dapat memilih solusi yang terbaik. Di daerah berlembab, dapat memiliki hasil yang bagus, di sisi yang lain juga harus diperhatikan kebutuhan pedinginan.

image004
Gambaran sistem ModulAIR
(Sumber: www.vanderhoeven.nl/download/FOLDER_MODULAIR-LR.pdf)

Belanda memang tiada hentinya untuk menciptakan inovasi inovasi terbarunya dengan bermodalkan wilayah, sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terolah secara maksimal. Banyak yang dapat kita contoh dari Belanda khususnya bidang pertanian, dimana dapat menggunakan sumber daya yang ada dengan hasil yang luar biasa.

Referensi:

https://achmadchusaibi.wordpress.com/green-house/

http://duncan19.blogspot.com/2012/05/cerita-menarik-tentang-wortel-alias-si.html

http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-infographics/horticulture/

http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-publications/made-in-holland/

http://www.hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4889

http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/dutch-agricultural-sector-worlds-second-largest

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://news.detik.com/read/2013/11/17/173444/2415273/103/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan

www.vanderhoeven.nl/download/FOLDER_MODULAIR-LR.pdf